Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

02 Oktober 2011

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Stad Pokok Bahasan Phytagoras - BAB II

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

 BAB II

KAJIAN KEPUSTAKAAN



A.     Pembelajaran Kooperatif

Ada beberapa definisi pembelajaran kooperatif yang dikemukakan oleh beberapa orang ahli pendidikan. Menurut Slavin bahwa dalam pembelajaran kooperatif siswa belajar bersama, saling menyumbang pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar individu maupun kelompok (dalam skripsi Lili, 2005:9). Menurut Cohen (dalam skripsi Lili, 2005:9) pembelajaran kooperatif memiliki arti belajar berkolaborasi, belajar secara kooperatif, kerja kelompok, dan menunjukkan ciri sosial yaitu penekanannya pada aspek tugas-tugas kolektif yang harus dikerjakan bersama kelompok dan pendelegasian wewenang guru kepada siswa.

Menurut Halubec (dalam Nurhadi dan Senduk, 2003:59), model pembelajaran kooperatif yaitu suatu model pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerjasama dalam kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Pembelajaran kooperatif merupakan ide lama, pada awal abad pertama seorang filosof berpendapat bahwa untuk dapat belajar, seorang harus memiliki teman.

Dari beberapa pendapat diatas dapat dipahami bahwa pembelajaran kooperatif merupakan siswa belajar bersama, saling menyumbangkan pikiran dan bertanggung jawab terhadap pencapaian hasil belajar individu maupun kelompok.

1.       Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a) Siswa bekerja dalam kelompok secara kooperatif untuk menuntaskan materi belajarnya, b) Kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, c) Bilamana mungkin anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelamin yang berbeda-beda, d) Penghargaan lebih berorientasi kelompok daripada individu (Ibrahim,2000: 6-7).


2.      Unsur-unsur Dasar Pembelajaran Kooperatif

Unsur-unsur dasar pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

a.       Siswa dalam kelompoknya haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup sepenanggungan bersama.

b.      Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya.

c.       Siswa harus melihat bahwa anggota di dalam kelompoknya memiliki tujuan yang sama.

d.      Siswa harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama diantara anggota kelompoknya.

e.       Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan hadiah/penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua anggota kelompok.

f.        Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama.

g.       Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

(Ibrahim,2000:6)


3.      Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Menurut (Ibrahim,2000:7) Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk memenuhi setidaknya tiga tujuan pembelajaran yaitu:

a.       Hasil belajar akademik

Pembelajaran kooperatif memberi keuntungan pada siswa kelompok atas (memiliki kemampuan tinggi) maupun siswa kelompok bawah (memiliki kemampuan rendah). Untuk siswa kelompok atas dapat menjadi pengajar bagi siswa kelompok bawah sehingga kemampuan akademiknya akan meningkat. Hal ini tentu menguntungkan pula untuk siswa kelompok bawah.

b.      Penerimaan terhadap perbedaan individu

Pembelajaran kooperatif dapat memberi peluang kepada siswa yang berbeda latar belakang dan kondisi sosialnya dengan bekerja saling bergantung satu sama lain.

c.       Pengembangan keterampilan sosial

Dengan menerapkan pembelajaran kooperatif sama halnya dengan mengajarkan kepada siswa keterampilan sosial (kerja sama dan kolaborasi) dan keterampilan sosial ini untuk dimiliki dalam masyarakat.


4.      Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif

Menurut Ibrahim, (2000:10) langkah-langkah pembelajaran kooperatif terdapat 6 fase antara lain sebagai berkut:

Fase
Tingkah laku guru
Fase-1
Menyampaikan tujuan dan me-motivasi siswa.


Fase-2
Menyampaikan informasi.



Fase-3
Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar.



Fase-4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

Fase-5
Evaluasi.




Fase-6
Memberikan penghargaan.


Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

Tingkah laku guru: Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mengerjakan tugas mereka.

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Guru mencari cara-cara untuk meghargai baik upaya maupun hasil belajar individu maupun kelompok.



Meskipun berbagai prinsip pembelajaran koperatif tidak berubah ada empat pendekatan yang biasa digunakan oleh guru antara lain: pendekatan Student Teams Achievement Division (STAD), pendekatan Jigsaw, pendekatan Investasi Kelompok (IK), dan pendekatan struktural, yang terdiri dari: Thinks Pair Share (TPS) dan Numbered Heads Togethers (NHT). Adapun langkah-langkah dari model pembelajaran kooperatif sedikit bervariasi tergantung pada pendekatan yang digunakan.


B.     Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD
1.      Pengertian pembelajaran kooperatif tipe STAD

Model Pembelajaran kooperatif tipe STAD adalah suatu pembelajaran  yang mengacu pada belajar  kelompok  siswa  menyajikan informasi dengan menggunakan presentasi verbal atau teks, dimana di dalamnya siswa  diberikan kesempatan untuk melakukan kolaborasi dan elaborasi dengan teman sebayanya dalam bentuk  diskusi  kelompok untuk memecahkan suatu permasalahan (Ibrahim,2000: 20)



2.      Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD

Dalam melaksanakan  pembelajaran kooperatif tipe STAD, ada beberapa tahap yang perlu diperhatikan berikut ini:

a.       Tahap persiapan pembelajaran

1)      Materi pembelajaran

               Materi pembelajaran kooperatif dirancang sedemikian rupa untuk pembelajaran secara berkelompok. Sebelum menyajikan materi pelajaran dibuat terlebih dahulu lembar kegiatan siswa.

2)      Menetapkan tim/kelompok siswa

         Kelompok-kelompok dalam pembelajaran kooperatif beranggotakan yang terdiri dari siswa yang sedang, tinggi, rendah prestasi belajarnya. Selain itu juga mempertimbangkan kriteria heterogenitas lainnya yakni: jenis kelamin, latar belakang sosial, suku/ras, dan sebagainya.

Berikut ini merupakan petujuk untuk menentukan kelompok kooperatif tipe STAD:

a)      Merangking siswa, maksudnya adalah merangking siswa berdasarkan prestasi akademiknya dikelas.

b)      Menentukan jumlah kelompok, setiap kelompok sebaiknya beranggotakan 4-6 orang.

c)      Membagi siswa dalam kelompok. Pembagian siswa dalam kelompok perlu diseimbangkan, sehingga setiap kelompok terdiri dari siswa dengan prestasi yang seimbang.

3)      Menentukan skor awal

Skor awal merupakan skor rata-rata siswa secara individual pada tes sebelumnya atau nilai akhir siswa secara individual pada catur wulan sebelumnya.

4)      Menyiapkan siswa untuk bekerja kooperatif dalam tim

Di dalam diskusi antar anggota, setiap anggota dalam tim saling membandingkan jawaban, memeriksa dan mengoreksi kesalahan konsep. Tekanannya pada anggota tim melakukan yang terbaik untuk timnya dan tim memberikan dukungan untuk meningkatkan kemampuan akademik anggotanya selama belajar. Tim juga memberikan perhatian dan memberikan perhatian dan penghargaan terhadap setiap anggota kelompok sehingga timbul rasa saling dihargai dan diterima oleh tim.    

b.      Tahap pembelajaran

Pada tahap ini guru memperkenalkan materi pelajaran. Dalam menyajikan materi pelajaran, hal-hal yang perlu ditekankan adalah sebagai berikut:

1).    Mengembangkan materi pelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok

2).    Pembelajan kooperatif menekankan belajar adalah memahami makna, bukan hafalan.

3).    Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

4).    Memberi penjelasan mengapa jawaban tersebut benar atau salah.

5).    Beralih pada konsep lain, jika siswa telah memahami pokok masalahnya.

c.       Tahap kegiatan kelompok

1).    .Sebelum kerja kelompok dengan pembelajaran kooperatif  dimulai, sebaiknya guru menjelaskan apa yang dimaksud bekerja dalam kelompok dan menetapkan peraturan dalam koperatif sebagai berikut:

                                                    a).      Siswa mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa teman kelompoknya telah mempelajari materi.

                                                    b).      Tidak seorangpun siswa selesai belajar sebelum semua anggota kelompok menguasai materi pelajaran.

                                                    c).      Meminta bantuan dari teman satu kelompok sebelum meminta bantuan kepada guru.

                                                    d).      Dalam satu kelompok harus saling berbicara sopan.

2).    Untuk kerja kelompok, guru membagikan LKS kepada setiap kelompok sebagai bahan yang akan dipelajari siswa, disamping untuk mempelajari konsep-konsep materi pelajaran, LKS juga melatih keterampilan kooperatif siswa.

3).    Dalam kerja kelompok siswa mengerjakan tugas-tugas secara mandiri dan selanjutnya saling mencocokkan jawaban dengan teman sekelompokknya. Jika ada seorang siswa belum memahami materi, maka teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskannya. Sebelum bertanya kepada guru sebaiknya masalah dipecahkan dahulu dengan teman sekelompoknya.

4).    Dalam kegiatan kelompok guru bertindak sebagai  fasilitator yang memonitor kegiatan masing-masing kelompok.


d.      Tahap evaluasi

Evaluasi dikerjakan secara mandiri, siswa harus menunjukkan apa yang telah ia pelajari secara individu selama bekerja sama dalam kelompoknya, hasilnya akan disumbangkan sebagai nilai perkembangan kelompok.

e.       Tahap penghargaan kelompok

      Dalam memberikan penghargaan kelompok, dilakukan dua tahap penghitungan. Penghitungan tersebut sebagai berikut:

1).      Menghitung skor individu dan skor kelompok

Dalam skor tes yang diperoleh siswa digunakan untuk menentukan perkembangan individu dan untuk menentukan skor kelompok. Perhitungan skor perkembangan kelompok seperti terlihat pada tabel berikut:

Tabel 2.1 Tabel Skor Perkembangan

Skor tes
Nilai Perkembangan
Lebih dari 10 poin di bawah skor awal
0
10 hingga 1 poin di bawah skor awal
10
Skor awal hingga 10 poin diatas skor awal
20
Lebih dari 10 poin di atas skor awal
30
Nilai sempurna (tidak berdasarkan skor awal)
30


2).      Menghargai prestasi kelompok

Dalam memberikan penghargaan terhadap prestasi kelompok, dengan tingkat penghargaan sebagai berikut:

a.      Kelompok dengan rata-rata skor 15 sebagai kelompok baik (good team)

b.      Kelompok yang memperoleh rata-rata skor 20 sebagai hebat (great team)

c.       Kelompok yang memperoleh rata-rata skor 25 sebagai kelompok super (super team)

Sehingga kelompok super dan kelompok hebat, sebaiknya guru memberikan penghargaan berupa sertifikat atau hadiah-hadiah lainnya, tergantung dari kreatifitas guru.
DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog