Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

02 Oktober 2011

Penerapan Pembelajaran Kooperatif Stad Pokok Bahasan Phytagoras - Bab I

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN
 
A.     Latar Belakang Masalah
Kegiatan belajar matematika efektif apabila tujuan pembelajaran matematika  dapat dicapai dengan baik. Guru harus menguasai materi belajar dan dapat memilih metode mengajar yang cocok, menerapkan strategi serta  menciptakan  suasana yang mendukung pada proses belajar mengajar.
Guru harus tepat dalam memilih metode dan strategi pembelajaran. Guru yang kurang menguasai materi tentu akan kesulitan di dalam mengajar. Hal ini dapat mengakibatkan siswa kurang mengerti atau mamahami tentang materi yang disampaikan sehingga  siswa menjadi malas untuk belajar dan menganggap materi tersebut sulit.
Selama ini pembelajaran yang diterapkan di sekolah adalah pembelajaran  secara konvensional, pembelajaran ini cenderung bersifat searah yaitu peran guru lebih aktif dibanding peran siswa. Sehingga dalam hal ini siswa kurang bisa mengembangkan kreatifitasnya dalam proses pembelajaran di kelas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perlu digunakan metode pembelajaran yang bertujuan untuk mengaktifkan siswa, dimana siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit serta dapat saling mendiskusikan masalah-masalah dengan temannya. Pembelajaran konstruktivis merupakan model pembelajaran kooperatif.
Model pembelajaran kooperatif yaitu belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen, terdiri dari suku atau ras yang berbeda jenis kelamin yang berbeda yaitu laki-laki dan perempuan, kemampuan tinggi, rendah dan sedang. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang, keberhasilan dalam kelompok sangat penting dalam pembelajaran ini sehingga anak yang lemah akan mendapat bantuan dari yang lebih pandai  dan sebaliknya, anak yang pandai akan dapat mengembangkan kemampuannya dengan mengajarkan materi pada temannya yang kemampuannya rendah. Model pembelajaan kooperatif terdiri atas 4 pendekatan yaitu STAD (Student Team Achivment Division), Jigsaw, Investigasi  kelompok dan pendekatan struktural (Ibrahim;2000:26). Dalam hal ini, model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan tipe yang lebih sederhana dibandingkan tipe–tipe yang lain.
Menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pembelajaran kooperatif lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan dengan pengalaman wajar individual atau kompetitif siswa lebih memiliki kemungkinan menggunakan tingkat berfikir yang lebih tinggi selama dan setelah diskusi kelompok kooperatif daripada mereka bekerja secara individual atau kompetitif (Nur, Muhammad, 2002:17). Interaksi sosial yang terjadi dalam kelompok-kelompok akan dapat menjadikan pembelajaran matematika lebih bermakna. Jadi materi pelajaran yang dipelajari siswa lebih mendalam dan meningkatkan minat belajar siswa serta prestasi belajar siswa.
Fenomena yang terjadi di dalam pembelajaran matematika di sekolah saat ini adalah banyak terdengar keluhan bahwa pelajaran matematika membosankan, tidak menarik bahkan penuh misteri. Ilmu matematika dirasa sukar, sulit dan tidak nampak kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataan ini adalah sebuah persepsi yang negatif terhadap matematika. Sementara itu ada juga siswa yang sangat menikmati keasyikan bermain dengan matematika, mengagumi keindahan matematika dan tertantang untuk memecahkan setiap soal-soal matematika. Kenyataan ini adalah sebuah persepsi yang positif terhadap matematika. Masalahnya yang terjadi saat ini adalah persepsi negatif lebih banyak dari pada persepsi positifnya
Dari pernyataan di atas guru hendaknya memilih dan menggunakan pendekatan yang banyak melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara fisik, mental maupun sosial, sehingga proses pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. Karena dalam pembelajaran matematika, penggunaan model dan pendekatan yang tepat sangat diperlukan.
Dalil phytagoras merupakan salah satu materi pokok dalam pelajaran matematika yang diajarkan pada SMP Negeri 2  . Materi tersebut dipilih dengan alasan bahwa konsep dalil phytagoras sulit dipahami siswa. Agar siswa ikut aktif dalam belajar matematika, maka diperlukan pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan pembelajaran kooperatif tipe STAD. Sehingga materi tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan dipahami oleh siswa tersebut.
Atas dasar itulah penulis terdorong untuk mengadakan penelitian yang berjudul Penerapan  Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD pada Pokok Bahasan  Dalil  Phytagoras di Kelas  VIIIA  SMP Negeri 2   Tahun Pelajaran 2007/2008.

B.     Permasalahan
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan  dari latar belakang yang telah  di uraikan di atas  maka  dapat di rumuskan suatu permasalahan sebagai berikut:
a.       Bagaimana Aktivitas siswa terhadap Penerapan Model Pembelajaran  Kooperatif  STAD  pada  pokok bahasan  dalil  Phytagoras  di kelas  VIIIA  SMP N 2   Tahun Pelajaran 2007/2008?
b.      Bagaimana ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran  Kooperatif  STAD  pada  pokok bahasan  dalil  phytagoras  di kelas  VIIIA  di SMPN 2   Tahun Pelajaran 2007/2008?
2.      Penegasan Konsep Variabel
Pada judul penelitian ini terdapat satu variabel yaitu penerapan  model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan Dalil   Phytagoras adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang sesuai dengan kurikulum KBK yang dilakukan pada pokok bahasan Dalil Phytagoras.
3.      Deskripsi Masalah
Dengan memperhatikan rumusan masalah di atas, maka penulis akan meneliti mengenai  penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan Dalil Phytagoras yaitu suatu  pembelajaran  yang  mengacu pada belajar  kelompok  siswa  menyajikan  informasi  dengan menggunakan  presentasi  verbal atau  teks,  dimana   di dalamnya  siswa  diberikan  kesempatan   untuk melakukan kolaborasi dan elaborasi  dengan teman  sebayanya  dalam bentuk  diskusi  kelompok  untuk memecahkan  suatu permasalahan.
Sedangkan bahan pelajaran yang akan di kaji pada pokok bahasan Dalil Phytagoras adalah sebagai berikut:
a.       Luas persegi dan luas segitiga
b.      Pembuktian Dalil phytagoras
c.       Menghitung panjang sisi segitiga siku-siku
d.      Menentukan jenis segitiga jika diketahui panjang sisinya dan Tripel Phytagoras
e.       Perbandingan sisi-sisi segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 30o, 45o, dan 60o.
f.        Penggunaan Dalil Phytagoras pada bangun datar dan bangun ruang
g.       Menyelesaikan soal-soal cerita dengan menggunakan Dalil Phytagoras
4.      Batasan Masalah
Untuk menghindari tumpang tindihnya permasalahan pada pembahasan karena  luasnya permasalahannya yang terdapat dalam kajian kepustakaan, maka penulis perlu memberikan batasan yang akan dikaji agar tidak terjadi pembahasan diluar pokok permasalahan yang ada. Maka di dalam pembatasan pada pembahasan sebagai berikut :
a.       Materi yang digunakan terbatas pada pokok bahasan Penggunaan dalil  phytagoras pada bangun datar  yaitu segitiga siku-siku, sedangkan pada bangun ruang kelas VIIIA SMP.
b.      Pembelajaran yang dipilih adalah  pembelajaran kooperatif  tipe STAD.

C.     Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini antara lain:
a)      Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran kooperatif Tipe STAD pada pokok bahasan dalil phytagoras Kelas
b)      Untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa kelas VIIIA di SMP Negeri 2   setelah mengikuti pembelajaran matematika dengan penerapan pembelajaran kooperatif Tipe STAD pada pokok bahasan dalil phytagoras Kelas VIIIA SMP.
D.    Postulat
Untuk mempermudah mengatasi masalah yang muncul dalam suatu penelitian diperlukan titik tolak pemikiran yang diyakini kebenarannya, agar ada dasar berpijak yang kokoh untuk menjawab permasalahan tersebut. Titik tolak pemikiran yang dimaksud adalah postulat atau anggapan dasar.
Dalam penelitian yang dijadikan postulat adalah
1.      Semua siswa telah mengikuti pembelajaran matematika pokok bahasan Dalil Phytagoras.
2.      Semua siswa telah memenuhi syarat untuk mengikuti pelajaran matematika pokok bahasan Dalil Phytagoras.
3.      Kondisi fisik dan kondisi psikis siswa pada saat test adalah stabil.
4.      Hasil tes yang diperoleh merupakan hasil yang sebenarnya.

E.     Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini antara lain :
1.      Bagi Peneliti
a.       Untuk mengetahui penerapan  model pembelajaran kooperatif  tipe STAD  pada  pokok  bahasan  Dalil Phytagoras.
b.      Menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi.
2.      Bagi Sekolah
a.       Dapat meningkatkan mutu pelajaran matematika
b.      Memperbanyak metode yang akan disampaikan pada siswa untuk meningkatkan minat belajar dan prestasi belajar.
c.       Dijadikan acuan dalam merencanakan program selanjutnya.
3.      Bagi Universitas
Menambah koleksi perpustakan dan sebagai bahan referensi pengembangan pengetahuan khususnya dibidang pendidikan matematika.

F.      Alasan Pemilihan Judul
a.      Alasan Objektif
Judul penerapan  model pembelajaran kooperatif  tipe STAD  pada  pokok  bahasan  dalil Phytagoras kelas VIIIA di SMP Negeri 2   masih belum ada yang membicarakannya pada saat ini.
b.      Alasan Subjektif
Permasalahan yang diteliti sesuai dengan disiplin ilmu dan dalam jangkauan.

G.    Pengertian Istilah dalam Judul
Agar tidak terjadi penafsiran yang berbeda terhadap  istilah yang dipakai  dalam judul maka didefinisikan hal–hal sebagai berikut :
1.      Penerapan: Pemasangan/penggunaan atau mempraktekkan suatu hal. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1991: 935)
2.      Model Pembelajaran  kooperatif  tipe STAD adalah suatu  pembelajaran  yang  mengacu pada belajar kelompok siswa menyajikan informasi dengan menggunakan presentasi verbal atau teks, dimana di dalamnya siswa  diberikan kesempatan untuk melakukan kolaborasi dan elaborasi dengan teman  sebayanya dalam bentuk  diskusi kelompok  untuk memecahkan  suatu permasalahan (Ibrahim, 2000: 20)
3.      Dalil Phytagoras : Pada sebuah segitiga siku-siku kuadrat sisi miringnya sama dengan jumlah kuadrat kedua sisi siku-sikunya (Tampomas: 2004: 189 )

H.    Ruang Lingkup Penelitian
a.       Ruang Lingkup Area/Wilayah
Penelitian ini terbatas pada lokasi SMPN 2  .
b.      Ruang Lingkup Waktu
Penelitian ini berlangsung pada siswa Kelas VIIIA semester 1 Tahun Pelajaran 2007/2008.
c.       Ruang Lingkup Materi Penelitian
Ruang lingkup materi penelitian yang akan diteliti adalah materi pelajaran Dalil Phytagoras kelas VIIIA Di SMP Negeri 2 semester 1.

I.       Sistematika Penulisan
Sistematika skripsi ini dibagi menjadi enam bagian yaitu Pendahuluan, Kajian Kepustakaan, Metodologi Penelitian, Laporan Empiris, Analisis Data dan Penutup.
 Bab I Pendahuluan terdiri atas latar belakang masalah, permasalahan, tujuan penelitian, postulat, manfaat penelitian, alasan pemilihan judul, ruang lingkup penelitian, sistematika penulisan.
Bab II Kajian Kepustakaan terdiri atas pembelajaran kooperatif, model pembelajaran kooperatif tipe STAD, materi Dalil Phytagoras, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada pokok bahasan Dalil Phytagoras.
Bab III Metodologi Penelitian terdiri atas metode penelitian, penentuan subjek penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data.
Bab IV Laporan Empiris terdiri atas tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap penyajian data. Dari bab ini diperoleh gambaran tentang jalannya penelitian.
Bab V Analisis Data menguraikan tentang analisis data yang membicarakan langkah – langkah analisis data melalui tabel.
Bab VI Penutup terdiri atas Kesimpulan dan saran.

DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog