Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

29 Agustus 2011

Sudut Pandang Penceritaan Novel Salah Pilih Karya Nur Sutan Iskandar (BAB-1)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

1.1 Latar Belakang
Perkembangan minat baca pada masyarakat, pelajar dan remaja terhadap karya sastra semakin meningkat, terlebih pelajaran sastra digunakan sebagai pelengkap materi pelajaran di sekolah. Pelajar, remaja, guru bahkan ahli bahasa bahasapun tidak lagi menganggap karya sastra hanya sebagai sebuah karya melainkan sebuah karya dengan penuh makna yang terkandung pesan moral didalamnya.
Penggunaan media untuk memahami karya sastra juga sangat  mendukung dalam memberikan kemudahan pada remaja, pelajar, bahkan masyarakat untuk memahami karya sastra, sehingga para pelajar, remaja, ahli bahasa, guru bahasa maupun masyarakat awampun menjadi lebih mudah untuk memahami maksud karya sastra tersebut.
Permasalahan yang sering terjadi adalah bagaimana menempatkan karya sastra dalam kehidupan dan bagaimana terhadap pembaca dan masyarakat. Hal inilah yang sering terjadi pada pelajar, remaja atau masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah adanya pemahaman tentang fakta imijinasi yang terdapat dalam karya sastra itu menggunakan fakta yang sebenarnya yang berlaku di lingkungannya. Hal itu mengakibatkan terjadi pembauran antara fakta dalam karya sastra dengan fakta yang ada di lingkungan atau mereka yang hanya memandang dari segi negatifnya saja sehingga hasil karya sastra dianggap dapat menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh :
1)      Pada hasil karya sastra “karmila” dengan gambaran trauma atas peristiwa perkosaan sehingga masyarakat hanya mengingat sisi negatifnya saja.
2)      Pada hasil karya sastra “Salah Asuhan” dengan gambaran gaya hidup modern dan kebarat-baratan yang mungkin ditiru oleh masyarakat adalah segi negatifnya yaitu kebarat-baratannya tanpa melihat unsur pendidikan seperti kurangnya sopan santun pada orang yang lebih dewasa.
Dalam memahami karya sastra ternyata tidak lepas dari alam dan masyarakat. Hal ini karena pengarang adalah bagian dari masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat. Begitu halnya dengan cerita-cerita yang terdapat dalam karya sastra merupakan kisah kehidupan masyarakat yang diimijinasikan oleh pengarang. hanya saja cara penyampaiannya dipengaruhi oleh latar belakang si pengarang di samping pengetahuan dan pengalaman yang terdapat pada diri pengarang tersebut.
Sastra dan kehidupan masyarakat saling terkait satu sama lain dan melalui sastra, pengarang dapat mengungkapkan suka, duka kehidupan masyarakat yang diketahuinya dengan sejelas-jelasnya. Sehingga jalan cerita yang terdapat dalam sastra tersebut dapat dinikmati, bahkan dapat menimbulkan kesan tersendiri dihati masyarakat. Lebih-lebih jika karya sastra tersebut diangkat dalam layar kaca atau televisi sehingga akan lebih memudahkan bagi masyarakat untuk memahami maksud dari sastra tersebut. Bahkan guru bahasapun akan lebih mudah dalam menjelaskan atau menerangkan unsur-unsur dalam sastra tersebut kepada siswa karena layar kaca atau televisi dapat dijadikan media dalam proses belajar mengajar bahasa Indoensia maupun untuk materi yang lain.
Sastra pun dapat dijadikan kebutuhan diantara kebutuhan hidup dalam diri manusia disamping agama sebagai pegangan hidupnya, sehingga dapat menciptakan keharmonisan di dalam kehidupannya, baik jasmani maupun rohani.
Hal lain dari karya sastra yaitu dapat memberikan kebahagian dan kesenangan manusia sekaligus dengan karya sastra dapat mengerti perwatakan orang lain sehingga mendapat hikmah yang besar setelah membaca karya sastra dan mempunyai pandangan hidup yang lebih luas tentang manusia.
Karya-karya sastra yang mempunyai nilai baik atau positif dapat diambil manfaatnya, lebih-lebih untuk pendidikan rohani manusia. Untuk itulah kita harus mengadakan suatu apresiasi karya sastra dan mengambil langkah-langkah dengan cara mengenal hasil karya sastra tersebut.

1.2 Permasalahan
1.2.1  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut :
1.2.2 Penegasan Konsep Variabel
Sudut pandang penceritaan novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan Iskandar merupakan penelitian kualitatif dengan satu variabel. Untuk menghindari kesalahan persepsi dan perbedaan konsep variabel, maka perlu adanya penegasan konsep variabel sebagai batasan operasional.
Sudut pandang novel “Salah pilih” mempunyai unsur-unsur sebagai berikut:  (1) sudut pandang fisik, (2) sudut pandang mental, (3) sudut pandang pribadi (Sudjiman Panuti, 1988:76)
1.2.3 Deskripsi Masalah
Hudson menggunakan istilah sudut pandang (point of view) dengan arti pikiran atau pandangan pengarang yang dijalin dalam  karyanya. Harry Shaw (1972:293) menyatakan bahwa point of view dalam kesustraan mencakup.
1.      Sudut pandang fisik, yaitu posisi dalam waktu dan ruang yang digunakan pengarang dalam pendekatan materi cerita;
2.      Sudut pandang mental, yaitu perasaan dan sikap pengarang terhadap masalah dalam cerita;
3.      Sudut pandang pribadi, yaitu hubungan yang dipilih pengarang dalam membawakan cerita : sebagai orang pertama, orang kedua, atau orang ketiga.
1.2.4 Pembatasan Masalah
Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas tidak akan diuraikan secara keseluruhan, agar pembahasan ini lebih rinci dan detail, untuk menghindari kesalah pahaman dan meluasnya persoalan maka diperlukan pembatasan masalah yang dibatasi pada hal-hal sebagai berikut :
1)      Masalah sudut pandang fisik yang terdapat dalam novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan Iskandar.
2)      Sudut pandang mental dalam novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan ISkandar.
3)      Sudut pandang pribadi yang terdapat dalam novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan Iskandar.
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan mencari sudut pandang novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan Iskandar, diharapkan dapat mengambil amanat sebagai pelajaran hidup sekaligus menambah wawasan serta pengalaman yang lebih luas, agar kita senantiasa mawas diri dalam bertindak.

1.4 Asumsi
Penelitian ini didasarkan sejumlah asumsi berikut :
a.       Mengingat minat baca terhadap novel “Salah Pilih” karya nur sutan iskandar sastra begitu diminati sehingga pembaca tidak mengalami kesulitan dalam mamahami isi dalam karya sastra itu sendiri.
b.      Amanat atau pesan yang terdapat dalam karya sastra khususnya yang positif atau bersifat nrgatif dapat dijadikan sebagai pelajaran hidup sekaligus dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

1.5 Pentingnya Penelitian
Penelitian ini penting karena hasilnya berguna bagi :
a.       Dapat membantu guru dalam mempersiapkan bahan pengajaran atau sebagai bahan pertimbangan bahan pengajaran apresiasi sastra.
b.      Peneliti sendiri, yaitu sebagai bahan untuk meningkatkan wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah.
c.       Penelitian, yaitu sebagai acuan untuk membantu memahami karya sastra yang berkenaan dengan bahan yang dikaji.

1.6  Alasan Pemilihan Judul
a.   Alasan Objektif
1)  Salah pilih merupakan salah satu dari sekian banyak buku yang diciptakan oleh Nur Sutan Iskandar yang mempunyai daya tarik tersendiri jika ditinjau dari sudut pandang (Point of View) di bandingkan dengan pengarang lainnya sehingga sangat menarik untuk diteliti.
2) Menggunakan sudut pandang yang merupakan salah satu dari sekian banyak untuk menunjang keberhasilan seseorang dalam mengungkapkan perasaannya.
b. Alasan Subjektif
1)      Karena judul di atas belum pernah diteliti oleh peneliti lain, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian sudut pandang novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan Iskandar.
2)      Penelitian ini mengembangkan pemikiran dan pengalaman mengenai sudut pandang novel “Salah Pilih” karya Nur Sutan Iskandar.

1.7  Pengertian Istilah Dalam Judul
Pengertian istilah dalam judul ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah penafsiran terhadap pokok-pokok masalah yang terdapat dalam penelitian ini. Beberapa istilah penting dalam penelitian ini antara lain :
a.       Sudut pandang penceritaan adalah suatu posisi di mana si pencerita berdiri, dalam hubungan dengan ceritanya, yakni suatu sudut pandang di mana peristiwa diceritakan (Hick dan Hutching, 1989:113).
b.      Novel adalah suatu cerita yang bermain dalam dunia manusia dan benda yang ada di sekitar kita.
c.       Novel “Salah Pilih” adalah karya sastra Nur Sutan Iskandar yang ditulis pada tahun 2003 dan diterbtkan oleh Balai Pustaka.

1.8 Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang  sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi lima bagian yaitu : pendahuluan, Kajian Pustaka, Metodologi penelitian, Analisa data dan penutup.
Bab I  Pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar, maka pada bab ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumusan masalah, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah dan batasan masalah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul dan sitematika penulisan.
Bab II  Kajian kepustakaan, yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tentang semiotik. Pada bab ini disajikan tentang teori-teori yang mendukung penulisan skripsi ini dan yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas
Bab III  Metodologi penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan teknik analisis data pada sastra sastra “Salah Pilih”  karya Nur Sutan Iskandar. Dalam bab ini disajikan rancangan penelitian, data dan instrumen, teknik penelitian dan prosedur penelitian
Bab IV Hasil penelitian, yaitu menyajikan hasil penelitian yang menguraikan secara rinci analisa data secara deskriptif kualitatif.
Bab V Sebagai penutup, Pada bab ini merupakan yang memuat kesimpulan dari keseluruhan skripsi ini dan saran-saran.

DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog