Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

24 Agustus 2011

Kumpulan Cerita Rakyat, Folklore

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?


Redup matanya mulai meneteskan sebutir cair dan perlahan menganak sungai di lembah wajahnya yang beberapa minggu ini tampak redup. Dia adalah seorang permaisuri yang dulunya sangat menawan wajahnya yang cantik melebihi keindahan bulan purnama. Dalam sejuta kemewahan yang menggelimanginya tak bisa dia pungkiri bahwa saat ini dia adalah orang terhina dan tercela di tengah keluarganya, sehingga keberadaannyapun bukan malah menyenangkan tetapi kekecewaan, dan penyesalan tiada tara selalu menghantui dirinya. Dia adalah Ragapatmi yang sekarang sedang menjadi seorang permaisuri di kerajaan ini, yakni kerajaan pacangan dan pada saat itu rajanya adalah Bidarbah, dulu raja sangat menyayanginya, selain dia cantik, dia juga pintardan setia menemani perjuangan raja dalam memimpin kerajaan. Sehingga kerajaan tersebut sangat terkenal dengan keadilannya, rakyatnya cukup makmur sentosa serta memiliki satuan prajurit yang kuat.
Kerajaan tersebut selain dipimpin oleh raja Bidarbah terdapat juga orang patih yang membantu raja dalam memimpin dan mengelola kerajaan ini. Sebab tidaklah mungkin raja Bidarbah mampu bergerak sendiri dalam melakukan kewajibannya kepada rakyatnya, baik dalam keamanan, kemakmuran dan ketentraman yang dirasakan oleh rakyatnya. Sehingga dia memutuskan untuk mengangkat dua orang sebagai bawahan sekaligus patner kerjanya sehingga dengan dua orang patih ini raja cukup leluasa dalam mengontrol keadaan rakyat dan wilayahnya, ataupun tinggal meminta laporan perkembangannya ketika raja berhalangan atrau kurang sehat. Dua orang patih tersebut bernama Bangsapate dan Bangsacara, meskipun keduanya adlah abdi kerajaan yang sama-sama setia menemani raja Bidarbah dalam pemerintahan namun tidaklah keduanya memiliki kesamaan dalam segala hal. Hal ini bisa dilihat dari sifat keduanya yang cukup berbeda, raja Bidarbah kurang senang terhadap bangsapate karena beberapa sifatnya jelek, sedangkan basacara sangat disenangi oleh Raja. Hal ini disebabkan karena sikapnya yang sopan dan pintar dan sangat taa kepada raja. Dan sebaliknya Bangsapate sangat tidak suka kepada Bangsacara yang mendapat perlakuan demikian dari raja Bidarbah. Dengan kata lain Bangsapate merasa iri dengan Bangsacara.
* * *
Suatu pagi yang cerah, kembali nampak air mata sang ratu mengalir ditepi hidungnya yang sekarang nampak sangat lusuh hal ini disebabkan karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, penyakit ini entah apa namanya namun ada beberap ayang mengatakan penyakit yang sedang diderita Permaisuri adalah penyakit parang, yakni penyakit yang ada di sekujur tubuuh. Sehingga kulit Ragapatmi yang mulus, sekarang rusak dan terlihat sangat menjijikkan. Berbagai obat dan ramuan yang didapat dari thobib diseluruh penjuru madura sudah dicobanya namun keadaan itu tidak mengalami perubahan sedikitpun, malah kian hari kian parah dan karena hal ini pula keadaan Ratu semakin terpukul apalagi sejak dirasakannya aroma tidak enak yang bersumber dari tubuhnya yaitu bau amis dan kurang sedap. Melihat perkembangan Ragapatmi yang tak kunjung membaik tersebut, maka dari hari kehari perhatian Raja Bidarma semakin memudar dan akhirnya berubah menjadi sebuah kebencian yang sangat dalam. Setelah mengetahui perubahan suaminya yang cukup jaih tersebut maka Ragapatmi hanya bisa menangis dan bersedih meratapi nasibnya yang seakan-akan jauh dari keberuntungan dan diapun mulai berpikir bahwa suaminay akan meninggalkanya.
Dalam keadaan yang sangat menyedihkan hati, Ragapatmi berusaha tegar dalam menjalani kehidupannya yang sekarang ini dirasa sangat buruk, ia hanya berdo’a dan selalu berdoa semoga Tuhan yang kuasa bisa memberi kesembuhan. Air matanya tidaklah mengalir kecualid ia selalu mengingat dosa dan kesalahan apa yang telah dia lakukan sehingga dia mendapat hukuman yang seakan-akan tidak kuat untuk ditanggungnya sendiri.
“Kenapa ya mbok…? Ko’ aku sekarang mendapat hukuman begini? Dosa apa yang telah membuat Tuhan tega menghukumku dengan seberat ini?”
Sederet pertanyaan mengalir dari bibir yang dulu merah merekah, menggambarkan dia telah putus asa untuk mendapatkan kesembuhan yang selama ini didengar dari beberapa thobib yang pernah merawatnya.
“sabar tuan… ini bukan hukuman, tetapi ini adalah cobaan yang diberikan Tuhan karena kemuliaan hati bunda ratu selama ini sebab bunda ratu tidak pernah sombong dengan kecantikan yang bunda ratu miliki, sehingga Tuhan menguji kesabaran hati bunda ratu jika kecantikan itu dicabut. Jika bunda ratu sadar maka Tuhan pasti akan memberi kecantikan dan nikmat yang lebih untuk bunda ratu”.
Begitu nasehat pengasuh ragapatmi yang selalu menemaninya meski Ragapatmi telah berubah menjadi sosok yang menakutkan dan mengerikan. Hal ini dilakukan karena kesetiaannya pada ragapatmi dan rasa sayangnya. Dia tidak ingin Ragapatmi yang sedang dijauhi oleh raja Bidarbah itu merasa sendirian sehingga Ragapatmi tidak akan putus asa dalam mengharap kesembuhannya.
Sampai suatu saat hal yang paling dicemaskan Ragapatmi datang, yakni Raja Bidarba menghendaki Ragapatmi keluar dari kerajaan sebab raja tidak kuat dengan bau yang bersumber dari tubuh Ragapatmi, kemudian raja Bidarba meminta Bangsacara untuk membawa Ragapatmi keluar dari lingkungan kerajaan tepatnya raja menyuruh untuk membawa kerumahnya, kalau perlu bangsacara menjadikannya sebagai istri, begitu ungkap raja Bidarbah kepada Bangsacara saat menyuruh Ragapatmi pergi dari kerajaan. Bagai petir menggelegar memecah kesesunyian alam mendengar hal tersebut Bangsacara heran dan begitu kaget namun tidak bisa menolak perintah Raja saat ini ia adalah makhluk paling lemah yang tidak bisa memberontak terhadap ap ayang diputuskan kepadanya, dia hanya bisa bungkam seribu bahsa dan sesekali butiran air matanya menetes tak terasa. Hatinya pedih dan tersiksa namun apa boleh buat adalah resiko yang harus dia terima. Akhirnya Ragapatmi dibawa ke rumah Bangsacara yang terletak cukup jauh dari pusat kerajaan.
Sesampainya dirumah, ibu bangsacara melihat sosok wanita yang sedang bersamanya begitu buruk rupa dan aroma tubuhnya sangat menjijikkan.
“Siapa perempuan yang kau bawa ini Bangsacara?”
“Dia adalah Ragapatmi, permaisuri raja Bidarba yang sedang menderita penyakit parang”.
“kok bisa ikut kamu? Apa yang terjadi?”
Dengan penuh tanda tanya ibu Bangsacara bertanya, sebab yang diketahuinya Ragapatmi adalah permaisuri Raj ayang sangat cantik.
“Raja menghendaki permaisurinya keluar dari kerajaan, karena penyakit yang dideritanya tersebut tidak ada yang bisa menyembuhkannya bu, dan  beliau juga menyuruhku untuk menjadikannya istri”
“mm … begitu”
Ibu Bangsacara kemudian menuntunnya ke rumah dengan hati-hati dan mempersilahkannya menempati kamar belakang yang tidak terlalu luas.
“bunda ratu untuk sementara istirahat disini, maaf kalau keadaannya jauh dari yang ratu harapkan”
“terima kasih bu…, saya cukup senang bisa diterima disini”
Setelah menyuruh Ragapatmi beristirahat ibu Bangsacara kembali menemuinya di teras depan yang sedang bersiap-siap kembali ke kerajaan Pacangan untuk menyelesaikan tugas-tugas kerajaan yang belum terselesaikan.
“terus … bagaimana tindakanmu selanjutnya Bangsacara?”
“maksud ibu…?”
“ya… bagaimana dengan Ragapatmi?” katanya kamu disuruh menikahinya?
“memang… tapi…. Bu, aku bersumpah tidak akan menikahinya”
Begitu ucap Bangsacara saat ditanya ibunya mengenai hal pernikahannya dengan Ragapatmi, ida bersumap sambil memegang debu yang ada dihadapannya, menandakan ia sangat itdak mau menikahi Ragapatmi yang sedang menderita penyakit itu.
“janganlah kau bersumpah demikian Bangsacara …”
Ibunya melarangnya ketika sumpah itu terucap dari mulut Bangsacara, kemudian Bangsacara kembali ke kerajaan Pacangan untuk melanjutkan tugas-tugasnya.
* * *
Sekian lama Bangsacara meningalkan ibunya bersama ragapatmi, dia tidak mengetahui bahwa Ragapatmi yang tinggal bersama ibunya dirawat secara intensif, berbagai macam tanaman berkhasiat dicampurkan pada air yang akan digunakan mandi oleh Ragapatmi, sehingga hari demi hari penyakit yang dideritanya kian menghilang dan beberapa bulan setelahnya sembuh total, kini tubh dan wajah Ragapatmi kembali seperti semula cantik dan mempesona. Kepercayaan dirinyapun yang beberapa waktu lalu sempat hilang kini mulai tumbuh lagi, dia mulai tampil lincah dan raut kepintarannyapun mulai nampak kembali. Ibu bangsacara tersenyum melihat keadaan ragapatmi yang semakin membaik.
Suatu ketika bangsacara merasakan rindu kepada ibunya dirumah yang telah sekian bulan ditinggalkannya. Kemudian atas izin dari Raja Bidarbah dia kemudian pulang untuk menemui ibunya. Namun sesampainya dirumah betapa terkejutnya dia ketika melihat ada sosok wanita yang ditemuinya begitu cantik mempesona sedang berdiam di depan rumahnya, rambutnya panjang terurai indah mengganting rapi memagari leher dan sepanjang punggung. Matanya sangat mempesona dan senyum merekah tersungging dari bibirnya yang memerah, dia menyadari bahwa wanita tersebut adalah Ragapatmi mantan permaisuri raja Bidarbah yang dulu penuh dengan penyakit menjijikkan. Dan sejak saat itu Bangsacara mulai tertarik dan mengagumi kecantikan yang dimiliki oleh Ragapatmi sehingga diapun lupa pada tugas-tugasnya yang ada di kerajaan pacangan. Dia lebih memilih untuk membina rumah tangga bersama Ragapatmi. Begitu juga dengan Ragapatmi yang nampaknya juga tertarik kepada Bangsacara. Dan selanjutnya merekapun menjadi sepasang suami yang hidup berdampingan. Sampai sautu saat raja Bidarba merasakan adanya kekurangan dalam kerajaan, yakni perginya Bangsacara yang tak kunjung datang dan meninggalkan tugas yang begitu besar. Sehingga rajapun mengutus Bansgapate untuk menjemput Bangsacara ke rumahnya. Namun saat Bangsapate sampai di depan rumahnya, dia melihat Bangsacara sedang bersenda bersama istrinya Ragapatmi dan diapun sangat kaget dengan keadaan Ragapatmi yang sekarang ini, jauh dari keadannya yang dahulu saat dia dikeluarkan dari kerajaan. Melihat hal tersebut Bangsapate langsung kembali ke kerajaan dan menceritakan hal yang baru saja dilihatnya. Sifat jelek yang dimilikinya kini mulai melahirkan rencana jahat yang akan dilakukanya kepada Bangsacara, yakni dengan mengatakan bawha keadaan Ragapatmi yang sangat cantik tersebut tidak pantas menjadi istri Bangsacara namun jauh lebih pantas menjadi permaisuri Raja Bidarba. Mendengar hal tersebut raja Bidarba mulai panas dan gregetan dan memberi wewenang kepada Bangsapate untuk membuat Ragapatmi balik ke kerajaan. Dan dalam hal ini Bangsapate menyanggupi keinginan sang raja dan seandainya dia tidak bisa melakukannya dia siap menerima hukuman apapun yang dijatuhkan.

DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog