Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

27 Juni 2011

Analisis Kesalahan Morfologi Bahasa Madura (Bab 1)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan sarana perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerjasama dengan sesama warga. Bahasa mengatur berbagai macam aktifitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan kita. Bahasa juga memungkinkan manusia menganalisis masa lampaunya untuk memetik hasil-hasil yang berguna bagi masa kini dan masa yang akan datang.
Dalam menggunakan bahasa, manusia tidak akan luput dari penggunaan kata-kata atau kalimat-kalimat sebagai alat untuk menyampaikan ide/gagasan, keinginan, perasaan dan informasi kepada orang lain. Sehingga penggunaan kata-kata dalam kehidupan sehari-hari sangat penting.
Kata-kata atau kalimat yang digunakan oleh masyarakat sering kita jumpai kesalahan berbahasanya. Kesalahan berbahasa tersebut bisa terjadi dari kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon/ semantik. Dari kesalahan-kesalahan tersebut, dalam penelitian ini hanya akan membahas tentang kesalahan morfologi bahasa Madura.
Kesalahan morfologi terutama dalam bahasa Madura, biasanya terjadi pada pemakai bahasa (native speaker) yang masih pemula. Bagi pemakai bahasa yang sudah mahir, biasanya hanya terdapat sedikit kesalahan. Sehingga peneliti akan meneliti kesalahan berbahasa pada anak (siswa) sekolah dasar. Karena pada anak seusia ini, masih banyak terdapat kesalahan terutama kesalahan dalam bidang morfologi atau penulisan katanya.
Penguasaan suatu bahasa adalah modal utama seseorang untuk menyampaikan komunikasi atau informasi kepada orang lain. Jika seseorang kurang memahami dan kurang menguasai suatu bahasa, maka informasi yang disampaikan tidak akan sampai dengan baik, tapi akan menimbulkan salah tafsir atau ketidakmengertian dari lawan bicaranya. Sehingga seseorang harus menguasai bahasa dengan baik.
Kesalahan morfologi yang terjadi pada siswa sekolah dasar tersebut, diakibatkan oleh kurangnya pemahaman terhadap bahasa Madura. Karena kalau bukan orang yang benar-benar mahir dalam berbahasa Madura, orang itu pasti akan mengalami kesalahan dalam berbahasa terutama dalam penggunaan morfologi.
Siswa Sekolah Dasar (SD) dijadikan sebagai objek penelitian, karena mereka masih baru/pemula dalam memahami dan menguasai bahasa Madura. Maksudnya, meskipun bahasa Madura merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Madura, tetapi siswa tersebut masih kurang memahami secara mendalam tentang kata-kata dalam kalimat. Sehingga siswa tersebut hasrus memperhatikan aturan-aturan atau kaidah yang ada. Karena di dalam bahasa Madura sangat banyak hal-hal penting yang harus dipelajari.
Bahasa Madura sebagai bahasa daerah yang dipakai dengan sikap yang positif serta dipakai sebagai alat komunikasi utama oleh masyarakat di Madura, menurut beberapa penelitian terdahulu mempunyai pengaruh dalam pemakaian bahasa Indonesia baik lisan maupun tulis, terutama oleh murid-murid yang sedang belajar bahasa Indonesia di daerah itu (Ghazali, 1975 : 96-97 dalam Huda, 1981 : 2).
Siswa yang menguasai bahasa Indonesia, belum tentu menguasai bahasa Madura meskipun tempat tinggalnya ada di Madura. Siswa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama (B1), dan bahasa Madura sebagai bahasa kedua (B2), maka siswa tersebut akan sulit untuk menguasai bahasa Madura (Huda, 1981: 3). Tetapi kalau ada yang mengajari secara telaten, siswa itu pasti bisa menggunakan bahasa Madura dengan baik meskipun tidak sebaik orang yang memang mempelajarinya sejak bayi hingga dewasa.
Dalam menggunakan suatu bahasa, kita harus hati-hati dalam penggunaanya. Karena kalau kita salah dalam  penulisan maupun ujaran, lawan bicara kita pasti kurang memahami tentang perkataan kita itu. Sehingga kita harus memperhatikannya dengan baik.
Penggunaan suatu bahasa terutama bahasa Madura merupakan bahasa sehari-hari masyarakat Madura. Bahasa Madura merupakan salah satu bahasa daerah yang ada di wilayah Indonesia. Bahasa ini dipakai di pulau Madura dan pulau-pulau sekitarnya. (Oka, dkk, 1988: IX).
Bahasa daerah yang jumlah penuturnya relatif besar, wilayah pemakaiannya relatif luas, dan didukung oleh adat-istiadat dan budaya yang kuat (termasuk karya sastranya) dapat dipastikan tidak akan ditinggalkan oleh penuturnya, setidaknya dalam waktu yang relatif lama. (Chaer, 1995 : 300).
Bahasa Madura sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia, merupakan salah satu sumber untuk memperkaya dan mengembangkan bahasa Indonesia dalam rangka  pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia. (Oka, dkk, 1988 : XI).
Kita harus melestarikan bahasa Madura sebagai bahasa sehari-hari dalam kehidupan kita. Pelestarian bahasa Madura dapat kita lakukan dengan cara menggunakannya sebagai alat komunikasi antar sesama masyarakat pengguna bahasa Madura. Penggunaan bahasa tersebut harus digunakan dengan baik agar komunikasi kita berjalan lancar.
Kata-kata yang kita gunakan dalam berkomunikasi hendaknya sesuai dengan aturan yang ada. Dalam bahasa tulis, untuk aturan penggunaan kata diatur dalam bidang morfologi. Bidang ini mencakup keseluruhan tentang kata dan aturan cara penulisannya.
Seseorang harus benar-benar memahami dan mengerti tentang kata-kata yang digunakan. Karena kalau bahasa dan kata-kata yang digunakan salah, maka akan menimbulkan kesalahan berbahasa terutama dari bidang morfologi. Dan kesalahan berbahasa umumnya banyak terjadi pada siswa yang kurang mengerti dan kurang memahami tentang kaidah-kaidah penggunaan kata. Karena kesalahan berbahasa banyak terjadi pada siswa yang pemula dalam mempelajari bahasa terutama bidang morfologi, maka peneliti sangat tertarik untuk meneliti tentang “Analisis Kesalahan Morfologi Bahasa Madura Dalam Karangan Siswa Kelas VI .”.
1.2  Permasalahan
1.2.1        Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, peneliti dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Apa sajakah bentuk-bentuk kesalahan morfologi bahasa Madura dalam karangan siswa kelas VI .?
2.      Bagaimanakah Pembetulannya?
1.2.2        Penegasan Konsep Variabel
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang hanya terdiri dari satu variabel. Penelitian ini berusaha menganalisis kesalahan morfologi bahasa Madura dalam karangan siswa kelas VI ..
Untuk menghindari kesalahan persepsi dan perbedaan konsep serta  memperjelas konsep-konsep variabel  yang terdapat dalam  judul penelitian ini, maka perlu adanya  penegasan konsep variabel sebagai batasan operasional.
Variabel dalam penelitian ini adalah morfologi. Morfologi adalah ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata; atau morfologi adalah mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi semantik (Ramlan, 1983 : 16-17 dalam tarigan, 1986 : 4).
Pengertian morfologi yang lain yaitu cabang linguistik tentang morfem dan kombinasinya (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa : 1990).
Sedangkan karangan adalah hasil mengarang cerita, buah pena (Tim Penyusun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa: 1990).
Dengan demikian jelaslah bahwa masalah pokok yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah morfologi.
1.2.3        Deskripsi Masalah
Dalam penelitian ini, peneliti mengangkat suatu judul yang mengandung suatu masalah tentang kesalahan morfologi bahasa Madura dalam karangan siswa kelas VI ..
Dalam penelitian ini akan membahas tentang sekitar morfologi sampai pada macam-macamnya. Dan di dalamnya juga terdapat bentuk-bentuk kesalahan morfologi bahasa Madura dalam karangan siswa SD, serta pembetulan dari kesalahan tersebut.
Morfologi mengandung pengertian yaitu ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata; atau morfologi mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi  semantik (Ramlan, 1983 : 16-17 dalam Tarigan, 1986 : 4).
Morfologi bahasa Madura sangat banyak macamnya. Menurut RP. Abd. Syukur Notoasmoro dalam buku “Konkonan” membagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
Menurut kejadiannya, kata dibagi menjadi 3 (tiga) macam, yaitu:
1.      Kata Dasar (Oca’ Asal)
Ialah kata-kata yang masih belum berubah dari asalnya. Contoh: sare, bako, dan sebagainya
Kata dasar ada empat macam, yaitu :
a.      Kata dasar satu suku kata (oca’ asal settong keccap)
Contoh : la, ja’, mon, dsb.
b.      Kata dasar dua suku kata (oca’ asal dhuwa’ keccap)
Contoh : rabu, dika, dsb.
c.       Kata dasar tiga suku kata (oca’ asal tello keccap)
Contoh : sampeyan, taretan, dsb.
d.     Kata dasar empat suku kata (oca’ asal empa’ keccap)
Contoh : panjennengngan, dsb.
2.      Kata Jadian (Oca’ Oba’an)
Ialah kata dasar yang mendapatkan imbuhan, rangkebban dan tandugan.
a.      Imbuhan dalam bahasa Madura ada 3 (tiga) macam, yaitu:
1.      ter-ater (awalan) yaitu : e, a, ta, ma, ka, sa, pa, koma, kame, kape, pe, an, any, am, ang, pam , pang, pan.
2.      Sessellan (sisipan) yaitu: ar,al, om/um,en.
3.      Panoteng (akhiran) macamnya yaitu : e, a, an, en, na, ana, agi.
b.      Rangkebban dalam bahasa Madura ada tiga macam, yaitu:
1.      Rangkebban buto (kata ulang dwilingga).
Kata ulang dwilingga adalah kata ulang dengan pengulangan penuh pada bentuk dasarnya
Contoh : buku-buku, korse-korse
2.      Kata ulang dwipurwa (oca’ rangkep adha’)
Kata ulang ini ada dua macam, yaitu: kata ulang dwipurwa yang bersuara tetap. Contoh: sasajin, nanagi. Dan kata ulang dwipurwa berubah suara.  Contohnya : baburuk, lalembut
3.      Kata ulang belakang (oca’ rangkep budhi)
Kata ulang ini ada dua macam, yaitu : kata ulang belakang biasa atau suaranya tetap. (rangkep budhi paggun soara) contohnya : ko-bengko, ru-biru. Dan kata ulang belakang berubah suara  (oca’ rangkep budhi asalen sowara) contohnya : car-kalacer, al-sael.
c.       Tandugan (panggabayan)
Ialah kata yang mendapat awalan anuswara (nasal)/ n, ny, m, ng/ contoh : anysare diubah huruf sasegegga (nya) menjadi nyasare diringkas menjadi nyare.

DOWNLOAD SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog