Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

27 Juni 2011

Analisis Kesalahan Morfologi Bahasa Madura (Bab 2)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB II


 
KAJIAN PUSTAKA

2.1    Tinjauan Tentang Morfologi
Sebagai alat untuk berkomunikasi, bahasa harus mampu menampung perasaan dan pikiran pemakainya, serta mampu me-nimbulkan adanya saling mengerti antara penutur dengan pendengar atau antara penulis dengan pembacanya. Bahasa merupakan serang-kaian bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia tersebut, dalam penampilannya sebagai bahasa diatur oleh suatu sistem tertentu, yang berbeda antara satu bahasa dengan bahasa yang lain.
Dalam menggunakan bahasa, manusia tidak luput dari penggunaan kata-kata atau kalimat sebagai alat untuk menyampaikan ide/gagasan, keinginan, perasaan, dan informasi kepada orang lain. kata merupakan unsur yang paling penting di dalam bahasa. Tanpa kata mungkin tidak ada bahasa; sebab kata itulah yang merupakan perwujudan bahasa (Chaer, 1998 : 86).
Dengan pentingnya penggunaan kata-kata dalam kehidupan sehari-hari, maka manusia harus hati-hati dalam menggunakannya. Karena kalau kita tidak hati-hati pasti akan terjadi kesalahan baik dalam tulisan maupun dalam ujaran. Sehingga informasi yang disampaikan akan menimbulkan salah paham antara keduanya.
Sebab itu, bahasa yang dipergunakan pertama-tama haruslah bahasa yang umum dipakai, yang tidak menyalahi norma-norma yang umum berlaku. Seseorang yang belum mahir  mempergunakan bahasa akan  menemukan kesulitan-kesulitan, karena sesuatu yang dipikirkan  atau dimaksudkan tidak akan sempurna disampaikan kepada orang lain. Demikian pula dalam pergaulan umum, kalau bahasa yang dipergunakan bukan merupakan bahasa yang umum berlaku, maka sukar pula diperoleh komunikasi yang lancar. Semua hal ini akan menimbulkan kesalahpahaman. Sangsi yang langsung diterima oleh pembicara adalah bahwa sesuatu yang diinginkan atau dikehendaki tidak dapat segera mendapat tanggapan.
Kata-kata yang digunakan oleh masyarakat sering kita jumpai kesalahan berbahasanya. Kesalahan itu bisa merupakan kesalahan fonologi, morfologi, sintaksis, dan leksikon.
Kesalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah kesalahan morfologi dalam bahasa Madura.
Morfologi mengandung pengertian yaitu ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata; atau morfologi adalah memperlajari  seluk-beluk bentuk kata serta fungsi  perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik (Ramlan, 1983 : 16-17 dalam Tarigan, 1986 : 4).
Sedangkan menurut Dr. Gorys Keraf mengatakan bahwa morfologi adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan bentuk kata (Keraf, 1984 : 51).
Pengertian morfologi yang lain menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah cabang linguistik tentang morfologi dan kombinasinya (Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa : 1990).
Dari pengertian tentang morfologi tersebut, kita dapat mengetahui bahwa yang akan peneliti bahas adalah tentang kesalahan kata-kata yang terjadi pada siswa sekolah dasar khususnya dalam bahasa Madura (BM).
2.2    Pentingnya Morfologi
Bahasa sangat penting dalam kehidupan kita. Salah satunya untuk menyampaikan ide/gagasan dan informasi kepada orang lain.. Sehingga semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat tidak akan berjalan tanpa bahasa.
Dengan pentingnya bahasa dalam kehidupan sehari-hari, kita harus hati-hati dalam menggunakan kata-kata baik tulisan maupun dalam ujaran. Karena kalau kata-kata yang kita pakai itu salah, maka lawan bicara kita pasti kurang memahami tentang informasi yang kita sampaikan. Sehingga kita harus memperhatikannya dengan baik.
Dengan adanya morfologi, seseorang dapat menyampaikan informasi, perasaan, keinginan, dan maksud pada orang lain. Karena kata-kata merupakan sesuatu rangkaian  bahasa yang digunakan oleh orang untuk berkomunikasi.
Dalam penulisan kata atau kalimat, seseorang yang belum memahami dengan benar cara penulisan sebuah kata, maka orang itu akan membuat suatu kesalahan. Kesalahan itu bisa berupa kesalahan dalam pembentukan kata atau kesalahan pada bidang  lainnya  misalnya,  fonologi, sintaksis, dan semantik. Sehingga kita harus hati-hati menulis suatu kata.
Dengan adanya kata-kata, seseorang dapat berkomunikasi secara panjang lebar kepada orang lain. karena kata-kata adalah faktor utama  yang mendukung terhadap  komunikasi seseorang yang disampaikan  lewat bahasa. Sehingga seseorang harus menguasai kata-kata (morfologi), mengetahui, dan memahami dengan sungguh-sungguh agar informasi yang disampaikan pada orang lain dapat  tersampaikan dengan baik dan lancar.
2.3  Macam-macam Kata dalam Bahasa Madura (Morfologi Bahasa Madura)
Seperti halnya yang sudah disebutkan dalam deskripsi masalah, bahwa morfologi bahasa Madura sangat banyak macamnya. Tapi dalam penelitian ini sudah ada  pembatasana  masalahnya, yaitu hanya dibatasi pada kata jadian (oca’ oba’an), dan kata majemuk (oca’ camporan). Penjelasan dari masing-masing pembagian tersebut, sebagai berikut:
2.3.1        Kata Jadian (Oca’ Oba’an)
Kata jadian ialah kata dasar yang mendapatkan imbuhan, rangkebban (kata ulang), dan tandugan.
2.3.1.1 Imbuhan
Menurut Abdul Chaer, kata berimbuhan yaitu kata yang dibentuk dari kata dasar dengan imbuhan (awalan, sisipan, atau akhiran) (1998 : 45). Imbuhan itu ditulis dengan aturan sebagai berikut:
1.   Imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya sebagai satu kesatuan.
Contoh :
·            Membangun
·            Pembangunan
·            Gemetar
·            Keterbelakangan
·            Persatuan
2.  Kalau bentuk dasarnya adalah gabungan kata, maka awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikutinya atau mendahuluinya.
Contoh :
·  Bertanggung jawab
·  Sebar luaskan
·  Menganak sungai
·  Garis bawahi
Imbuhan dalam bahasa Madura ada 3 (tiga) macam, yaitu :
1.      Ter-ater (awalan)
Yaitu imbuhan yang berada pada awal kata
Ter-ater dalam bahasa Madura terdiri dari:
a.      Ter-ater e-
b.      Ter-ater a-
c.       Ter-ater ta-
d.     Ter-ater ma-
e.      Ter-ater ka-
f.        Ter-ater sa-
g.      Ter-ater pa-
h.      Ter-ater koma-
i.        Ter-ater kame-
j.        Ter-ater kape-
k.      Ter-ater pe-
l.        Ter-ater an-
m.   Ter-ater any-
n.      Ter-ater am-
o.      Ter-ater ang-
p.     Ter-ater pam-
q.      Ter-ater pang-
r.       Ter-ater pan-


a.      Ter-ater e-
Contoh :
ecokor (dicukur)
esoro (disuruh)
egabay (dibuat)
epoka (dibelah)
eseksa (disiksa)
epasang (dipasang)
Penulisan ter-ater e- harus digabung/ditulis serangkai dengan kata dasarnya.
Ter-ater e- berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa…. (Oka, 1989 : 125)
a.      Kakan --------- ekakan (dimakan)
Olok ----------- eolok (dipanggil)
Gellu’---------- egellu’ (dipeluk)
b.      Kata benda (nomina) menjadi kata kerja (verba) pasif, dengan makna sesuatu yang disebut bentuk dasar diperoleh oleh subjek.
Contoh :
Taji ----------- etaji (ditaji)
Gaji---------- egaji (digaji)
Coco’---------- ecoco’ (dicocok)
b.     Ter-ater a-
Ter-ater a- berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa :
a.      Verba menjadi verba intransitif, dengan makna :
1.      Melakukan gerakan, misalnya
Tari---------- atari (menari)
Rangka’ ---------- arangka’ (merangkak)
Lonca’ ------------alonca’ (meloncat)
2.      Melakukan perbuatan yang mengenali diri sendiri (reflektif), misalnya :
Kemmor -----------akemmor (berkumur)
Cokor ---------------acokor (bercukur)
3.      Melakukan perbuatan berbalas atau timbal balik, misalnya :
Tokar--------- atokar (bertengkar)
Keket ---------akeket (bergelut)
4.      Sesuatu yang sudah berlangsung dan merupakan akibat/hasil dari suatu tindakan, misalnya :
Bukka’------------------ abukka’ (sudah terbuka)
Care --------------------- acare (suah terobek)
Lerpek------------------ alerpek (dalam keadaan jatuh ter duduk)
b.      Kata benda menjadi kata kerja, dengan makna :
1.      Mengerjakan suatu perbuatan (aktif), misalnya:
Bala---------abala (memberitahu)
Daftar--------adaftar (mendaftar)
2.      Mempunyai atau memiliki, misalnya :
Nyama ------------- anyama (bernama)
Bine ------------abini (beristri)
3.      Memperoleh atau menghasilkan sesuatu, misalnya :
Ontong---------aontong (beruntung)
Sowara-----------asowara (bersuara)
4.      Menghasilkan atau membuat sesuatu, misalnya:
Gaung----------- agaung (mengaum)
Derreng------------ aderreng (menggeram)
5.      Mengerjakan sesuatu sebagai pekerjaan, misalnya :
Bajang -----------abajang (bersholat)
Tane------------atane (bertani)
6.      Memanggil atau menganggap sebagai, misalnya:
Towan----------------- atowan (bertuan)
Bapa’ ------------------abapa’ (berbapak)
7.      Pergi, misalnya
Sakola----------------- asakola (bersekolah)
Lajar------------------ alajar (berlayar)
c.       Ter-ater ta-
Ter-ater ta- berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa :
a.      Kata kerja menjadi kata kerja pasif, dengan makna tidak sengaja dilakukan, misalnya:
Pokol -----------tapokol (terpukul)
Tempak--------tatempak (tersepak)
b.      Kata kerja menjadi kata kerja pasif, dengan makna dapat dilakukan seperti yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Belli-------------tabelli (dapat dibeli)
Baca------------tabaca (dapat dibaca)
c.       Kata benda menjadi kata kerja pasif, dengan makna tidak sengaja dilakukan, misalnya :
Loco’---------------taloco’(tertusuk jarum pelubang)
Are’---------------taare’ (terluka/terpotong dengan sabit)
d.     Kata sifat menjadi kata kerja pasif, dengan makna tidak sengaja dibuat menjadi yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Sala------------tasala (tak sengaja dibuat salah)
Petteng--------tapetteng (tak sengaja dibuat gelap)
e.      Tidak berfungsi sebagai pengubah kelas kata, misalnya :
Kadhang----------- terkadhang (kadang-kadang)
Ter-ater ta- jika kata dasarnya kata sifat (bukan kata kerja) ditambah kata “gallu, dallu atau dillu”, akan menjadi seperti contoh ini :
1.      Mera  : tamera gallu (sangat merah atau melebihi yang semestinya tamera dallu, tamera dillu)
2.      Kene’ : takene’gallu (sangat kecil), takene’ dallu, takene’ dillu
3.      Ngodha : tangodha gallu (sangat muda), tangodha dallu, tangodha dillu. Cara penulisan Ter-ater ta- harus dirangkai dengan kata yang mengikutinya
d.     Ter-ater ma-
Ter-ater ma- berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa :
a.          Kata kerja menjadi kata kerja transitif, dengan makna melakukan pekerjaan yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Kerem--------------makerem (mengirimkan)
Potos---------------mapotos (membuat putus)
b.          Kata kerja menjadi kata kerja transitif, dengan makna pura-pura melakukan pekerjaan yang disebut bentuk dasar misalnya :
Tedhung------------matedhung (pura-pura tidur)
Ngangsor---------mangangsor (pura-pura terengah-engah)
c.           Kata kerja menjadi kata kerja dengan makna kata kerja aktif, misalnya :
Gella’------------------magella’ (membantu orang lain membuat tertawa)
Toles -----------manoles (membantu orang lain menulis sesuatu)
d.         Kata sifat menjadi kata kerja transitif, dengan makna membuat  menjadi seperti yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Talpos----------matalpos (membuat menjadi rusak)
Seddhi-----------maseddhi (membuat menjadi sedih)
e.          Kata sifat menjadi kata kerja intransitif, dengan makna berpura-pura dalam keadaan yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Mate------------mamate (berpura-pura mati)
Lesso---------malesso (berpura-pura payah)
f.            Kata sifat menjadi kata kerja, dengan makna membuat lebih, misalnya :
Raja-------------maraja (membesarkan)
Tenggi---------matenggi (meninggikan)
Cara penulisan Ter-ater ma- harus digabung/dirangkai dengan kata yang mengikutinya
e.      Ter-ater ka-
Ter-ater ka- berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa :
a.      Kata kerja menjadi kata kerja pasif, dengan makna dapat dikerjakan seperti yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Baca------------kabaca (bisa dibaca)
Olok----------kaolok (bisa dipanggil)
Potos---------kapotos (bisa diputus perkaranya)
b.      Kata benda menjadi kata kerja pasif, dengan makna dijadikan sesuatu yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Sabbu’ ------------- kasabbu’ (jadikanlah ikat pinggang)
Tongket -------------- katongket (jadikanlah tongkat
c.       Kata sifat menjadi kata kerja pasif, dengan makna menjadi sesuatu yang disebut bentuk dasar misalnya :
Seddhi------------kaseddhi (menjadi mengkal)
Lebur-------------kalebur (usahakanlah agar senang pada sesuatu)
d.     Kata bilangan menjadi kata kerja, dengan makna kelompok beranggota sejumlah yang disebut bentuk dasar, misalnya:
Tello’ ---------------katello (bertiga)
Ballu’-------------- kaballu (berdelapan)
Ter-ater ka- jika dipakai pada kata yang berawalan huruf vokal, sering berubah seperti contoh dibawah ini (Notoasmoro, Konkonan, No. 12 tahun 1991 : 5).
Angguy------------kaangguy berubah menjadi kangguy
Ator-----------kaator berubah menjadi kator
Onjang---------kaonjangan berubah menjadi konjangan
f.    Ter-ater sa-
Ter-ater sa- tidak berfungsi sebagai pengubah kelas kata bentuk dasar yang berupa kata benda, sedangkan makna yang dikandungnya adalah :
a.      Semua, misalnya
Alam ------------sa’alam (seluruh alam)
Kandhang--------sakandhang (seisi kandang)
b.      Seluruh/segenap, misalnya
Dhisa-----------sadhisa (seluruh desa)
Kottha-----------sakottha (sekota)
c.       Menyatakan bilangan satu, misalnya
Polo------------sapolo (sepuluh=satu puluh)
Atos -----------satos (seratus)
d.     Sama-sama, misalnya
Kampong ---------sakampong (sekampung)
Kellas---------------sakellas (sekelas)

g.   Ter-ater pa-
Ter-ater pa- berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa :
a.      Kata kerja  menjadi kata kerja transitif, dengan makna memerintahkan mengerjakan sesuatu yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Kerem-------------pakerem (kirimkanlah)
Kakan-----------pakakan (berikanlah sebagai pakan)
b.      Kata sifaat menjadi kata kerja transitif, dengan makna memerintahkan mengerjakan sesuatu yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Pote-------------papote (putihkanlah)
Raja ------------paraja (besarkanlah)
c.       Kata kerja menjadi kata benda, dengan makna
1.      Orang yang melakukan pekerjaan yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Soro -------------pasoro (pesuruh)
Olok----------pangolok (pemanggil)
2.      Alat misalnya
Toddu’------------panoddu’ (penunjuk)
Gharis ------------pangharis (penggaris)
d.     Kata bilangan menjadi kata kerja, dengan makna membagi atau membuat menjadi, misalnya :
Lema -------------palema (dibagi menjadi lima)
Sapolo------------pasapolo (dibagi menjadi sepuluh)
h.   Ter-ater koma-
Ter-ater koma- terbatas sekali penggunaanya.
Lancang------------komalancang (lancang)
i.    Ter-ater kame
Ter-ater kame juga terbatas sekali penggunaanya.
Poron----------kameporon…………..ron-maporon, ngal-mabangal (terlalu mau)
j.        Ter-ater kape-
Ter-ater kape- juga terbatas sekali penggunaanya
Derreng ---------kapederreng (bersungguh-sungguh)
k.     Ter-ater pe-
Ter-ater pe- berfungsi sebagai pengubah kata kerja menjadi kata benda, dengan makna sesuatu yang disebut bentuk dasarnya, misalnya.
Todhu--------------petodhu (petunjuk)
Tolong ------------- petolong (pertolongan)
l.        Ter-ater an-
Ter-ater an- aoba daddi na (M. Drajid, dkk, 2002 : 24)
Contoh :
Togel --------antogel -----nogel (ngalakone daddi togel)
Tamen----------antamen---------namen (ngalakone kalakowan namen)
m.   Ter-ater any-
Ter-ater any- aoba daddi nya
Contoh :
Sate ----------anysate------nyate
Saebu--------anysaebu--------nyebu
Sare----------anysare---------nyare
n. Ter-ater am-
Ter-ater am- aoba daddi ma
Contoh :
Panceng ------------ampanceng--------manceng
Pagar-------------ampagar------------magar
o.      Ter-ater ang-
Ter-ater ang- aoba daddi nga
Contoh :
Oca’-----------angoca’------ngoca’
Kala-----------angkala--------ngala
Kata yang mendapat ter-ater: an, any, am, ang disebut oca’ tanduk.
Ter-ater pan-,Pam-, sareng pang-akadi e baba paneka.
       Panjai’ : se eangguy ajai’
       Pambajar : se ekagabay majar
       Panglepor : se andaddiyagi lepor
2.      Sessellan (Sisipan)
Yaitu kata yang ditulis atau disisipi diantara konsonan yang pertama dan vokal dibelakangnya pada satu kata (RP. Abd. Sukur Notoasmoro, 1991 : 4 Konkonan No.15).
Sessellan dalam bahasa Madura terdiri atas:
a.      Sessellan –al-
b.      Sessellan –ar-
c.       Sessellan –en-
d.     Sessellan –om-
e.      Sessellan –am- (sessellan ini sangat terbatas penggunaanya)
a.      Sessellan –al-
Cara untuk menulis Sessellan –al-, misalnya kata “pasda” jika diberi sisipan –al- cara meletakkannya harus diletakkan di belakang huruf “p” dan di depan huruf “a”. maka kata itu akan menjadi “palasda” (p-al-asda)
Sessellan –al- tidak berfungsi sebagai pengubah kelas kata bentuk dasar yang berupa :
a.      Kata sifat, dengan makna sangat, misalnya
Jimet --------------jalimet (rumit sekali)
Cemot----------- calemot (gelap sekali)
b.      Kata kerja, dengan tidak ada perubahan makna, misalnya :
Jujju’----------jalujju’ (gagap)
Gattong-------galattong (bergantung)
b. Sessellan –ar-
Cara untuk menulis Sessellan –ar- juga sama dengan  sessellan -al-
Keddhap-------------kareddhap
Kettek-----------------karettek
Kettep-----------karettep
Sessellan –ar- tidak berfungsi sebagai pengubah  kelas kata, misalnya pada
Kettek -------------karettek (hati kecil)
Keddap-------------kareddap (gemerlap)
c.       Sessellan –en-
Cara penulisannya juga sama sessellan yang lain contoh:
Pasthe------------penasthe
Pareng------------penareng
Tembang-----------tenembang
Ponjul----------penonjul
Tolong-----------tenolong
Sessellan –en- berfungsi sebagai pengubah kata kerja menjadi kata kerja pasif, misalnya :
Tompang--------------tenompang (ditumpangi)
Ponjul--------------penonjul (lebih)
Tolong-----------tenolong (tertolong)
d.     Sessellan –om-
Cara menulis Sessellan –om- juga sama dengan sessellan yang lain. Contoh:
Teba----------------tomeba
Tekka----------------tomekka
Sengnget--------------somengnget
Lako---------------lomako
Tolos-------------tomolos
Toron--------------tomoron
Sojut----------------somojut
Ter-ater –om- tidak berfungsi sebagai pengubah kelas kata, misalnya :
Teba--------------tomeba (jatuh)
Tekka------------tomekka (sampai pada cita-cita)
Tolos--------------tomolos (tulus sekali)
Sengnget ---------somengnget (jahat sekali)
e.      Sessellan –am-
Cara meletakkan sisipan ini juga sama dengan sessellan yang lain. Sessellan ini (am) berfungsi sebagai pengubah bentuk dasar yang berupa kata kerja menjadi kata benda, dengan makna hal seperti yang disebut bentuk dasar, misalnya :
Penta------------pamenta (permintaan)
Poji---------------pamoji (do’a restu)
Parenta------------ pamarenta (pemerintah)
Sessellan (sisipan) al,ar,en,om bisa berubah menjadi bersuara halus (alos) al,ar,in, um jika konsonan yang di depan berupa konsonan alos, seperti : b, dh, g, j, d. perhatikan contoh dibawah ini :
1.     Sessellan –al- berubah al
Gagga’ menjadi galagga’
Gebber menjadi galebber
Guggu’ menjadi galuggu’
Jimet menjadi jalimet
2.       Sessellan –ar-berubah ar
Gibbung menjadi garibbung
3.      Sessellan –en- menjadi in
Bareng menjadi binareng
4.    Sessellan –om- berubah um
gantong menjadi gumantong
gate menjadi gumate
gilir menjadi gumilir
jenneng menjadi jumenneng
Kata gumantong, gumate, gumilir dan jumenneng mendapat –om- bukan –um-karena dalam bahasa Madura tidak ada sessellan –um-. Dan suara   -um- hanya merupakan variasi dari sessellan –om- karena berhadapan dengan konsonan alos. Begitu juga dengan kata  binareng mendapat sisipan –en- bukan –in-. karena –in- hanya merupakan variasi  dari sisipan –en-.
Jika huruf yang pertama adalah huruf konsonan tajam (tajem) yaitu k,p,t,s sessellan al, ar, en, om tetap bersuara tajem. Jika di depannya (huruf pertama) adalah konsonan alos (b,dh,g,j,d) maka sessellan al, ar, en, om berubah menjadi alos al, ar, in, um.
Aturan ini cocok dengan aturan menurut kata lidah Madura (Fonologi) yang sudah dijelaskan di konkonan nomer 4 kantos nomer 6 (Notoasmoro, Konkonan No. 16, 1991 : 3).

 DOWNLOAD SKRIPSI SELENGKAPNYA

Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

1 komentar:

Andi mengatakan...

mau tanya, penulis skripsi ini siapa ya? mohon bantuannya. dieka.91@gmail.com

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog