Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

22 Mei 2011

RAGAM BAHASA REMAJA DALAM NOVEL LUPUS KECIL “DIAM BELUM TENTU EMAS” (BAB I)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan alat komunikasi yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh sebab itu, bahasa mempunyai peranan yang dominan dalam kehidupan sehari-hari antar anggota masyarakat. Tanpa bahasa komunikasi dalam masyarakat tidak akan berfungsi dengan sempurna. Sebagai sarana komunikasi, bahasa dipergunakan untuk menyatakan dan menyampaikan isi pikiran atau perasaan diantara pemakainya.
Bahasa mempunyai funsi sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri, alat komunikasi, alat integrasi, adaptasi social dan kontrol social (Keraf, 1989:3). Sebagai alat komunikasi, bahasa sangat penting bagi kehidupan manusia. Bahasa digunakan untuk menyatakan dan menyampaikan isi pikiran atau perasaan pemakainya. Melalui bahasa manusia dapat berinteraksi dengan sesamanya.
Mengamati penggunaan bahasa dalam komunikasi di masyarakat, ternyata banyak hal yang dicermati. Misalnya dalam ragam social banyak rtagam atau variasi bahasa  yang digunakan oleh para penutur bahasa. Kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa hampir  tidak ada manusia  yang menggunakan satu variasi atau ragam bahasa untuk setiap kesempatan berbicara, situasi, dan mitra bicara yang berbeda.
Keberagaman bahasa dalam penggunaannya tidak pada norma-norma susila atau aturan-aturan tertentu. Lebih lanjut Suwito (1983: 22) menyatakan bahwa keberagaman pemakaian bahasa itu ditentukan oleh beberapa factor, diantaranya waktu, tempat, social budaya, situasi, dan medium pengungkapan yang dikuasainya. Nababan (1991:40) menyatakan bahwa perubahan situasi menghendaki perubahan variasi bahasa itu mungkin merupakan penanda adanya perubahan dalam hubungan antar anggota jaringan social atau perubahan kebebasan mereka dalam berinteraksi. Keberagaman pemakaian bahasa itu disebabkan oleh kondisi kebahasaan di Indonesiayang cukup komplek; yaitu terdapatnya bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan banyaknya bahasa daerah. Variasi bahasa terjadi akibat adanya perbedaan peran social  di dalam masyarakat penuturnya. Penggunan variasi bahasa sebagai sarana komunikasi terikat oleh siatuasi, dan fungsi dalam kontak social. Kridalaksana (1985:12) menyatakan, variasi-variasi bahasa ditentukan oleh factor waktu, factor tempat, factor sosiokultural dan factor situasi.
Tiap varisi memiliki cirri-ciri yang khas yang dapat menunjukkan suatu social pemakainya. Dalam skripsi ini kelompok social yang dimaksud adalah kelompok remaja. Gunarsa (1989:12) menyatakan bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Berdasarkan pendapat tersebut masa remaja dikatakan sebagai masa transisi. Pada masa transisi remaja tidak dapat dikatakan sebagai kanak-kanak lagi, tetapi disisi lain mereka belum dikatakan dewasa. Keadaan yang demikian menimbulkan kebingungan bagi remaja. Untuk menentukan identitas dirinya. Salah satu yang dipilih oleh remaja adalah menciptakan bahasa yang lekas dikenal yang disebut dengan ragam bahasa remaja. Pemaiakaian ragam bahasa sebagai alat komunikasi antar remaja terkesan akrab dan hanya orang-orang tertentulah yang mengerti bahasa yang digunakan. Dengan demikian remaja mempunyai kebanggaan terhadap bahasa yang diciptakannya yang merupakan cirri khas bahasanya.
Mengamati pemakaian ragam bahsa remaja cukup menarik karena didalamya terdapat pemakaian bentuk-bentuk yang khas dan unik yang menampilkan  kekreatifan remaja. Berdasarkan situasi pembicaraannya, ragam bahasa remaja termasuk ragam tidak resmi, sedangkan menurut jenis tingkatnya termasuk ragam akrab yang banyak menggunakan kata-kata khusus antar teman akrab (Nababan, 1991:23).
Contoh penggunaan ragam bahasa remaja dalam novel Lupus:
Biasanya kalo mo mandi Lulu nyanyi-nyanyi dulu, jingkark-jingkrak, bahkan kalo lagi mood, dia biasanya nyanyi sampai satu CD! Tapi sekarang sebaitpun tak terdengar, so pasti ini nggak biasa dan bikin  yang lain terheran-heran. Ada apa nih? What whrong with Lulu?
Begitu keluar dari kamar mandi, tu anakjuga nggak bersuara, dia langsung mengambil seragamnya tanpa banyak cingcong. Biasanya kalo bajunya belon licin dia suka protes ke Mami. “Mami gimana sih? Nyetrikanya nggak licin! Apa perlu Lulu taro baju ini di bawah roda mesin giling?” (DBTE, 11).  

Berdasarkan kenyataan inilah, dipilih novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas” karya Hilman dan Boim sebagai salah satu contoh novel popular yang memakai ragam bahasa remaja dalam bentuk tulis. Ragam bahasa remja yang dipakai dalam novel Lupus adalah bahasa yang memiliki cirri khas. Hal tersebut menjadi alasan  untuk menelitinya. Peneliti berharap hasilnya dapat membawa manfaat dan sumbnagan yang berarti terhadap perkembangan bahasa Indonesia sehingga semakin timbul kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa nasional ini.


1.2   Permasalahan
1.2.1        Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang terdapat pada latar belakang diatas, permasalahan yang ada sebagai berikut:
Bagaimanakah bentuk-bentuk ragam bahasa remaja dalam novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas” karya Hilman dan Boim?
1.2.2        Penegasan Konsep Variabel
Penelitian yag akan dilakukan ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan dan memberikan tanggapan secara deskriptif terhadap penggunaan ragam bahasa dalam novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas” karya Hilman dan Boim yang diterbitkan Gramedia Utama tahun 2003.
Untuk menghindari kesalah pahaman persepsi dan perbedaan konsep, serta untuk menjelaskan konsep variable yang terdapat dalam judul, perlu penegasan konsep variable sebagai batasan operasional.
Variasi bahasa merupakan ragam bahasa, dan pemakaiannya bergantung pada situasi dan kondisi penutur. Suwito (1983:29) mengatakan bahwa variasi bahasa adalah jenis ragam yang pemakaiannya disesuaikan dengan situasi dan fungsi bahasa, tanpa mengabaikan kaidah pokok yang berbeda dalam bahasa yang bersangkutan.
Sedang remaja adalah anggota masyarakat yang sedang mengalami masa transisi, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak ke mas dewasa.
Adapun novel adalah sejenis prosa fiksi dimana jalinan cerita didalamnya menceritakan kehidupan tokoh yang dianggap penting dan menarik serta mengungkapkan konsentrasi kehidupan yang tegas (Sumarjo, 1999:33).
1.2.3        Deskripsi Masalah
Masalah yang terdapat dalam penelitian berjudul ragam bahasa remaja dalam novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas” yang diterbitkan tahun 2003, sebagai berikut:
  1. Masalah ragam bahasa meliputi: pengertian ragam bahasa; factor-faktor yang mempengaruhi timbulnya ragam bahasa diantaranya (1) pemakai dan (2) pemakaiannya. Menurut ragam pemakai, ini dapat dilihat dari aspek; (a) idiolek (b) dialek geografis, (c) dialek social, (d) dialek jenis kelamin, (e) dialek usia, (f) dialek aliran, (g) dialek profesi, dan (h) dialek suku. Sedangkan menurut pemakaiannya terbagi dua bagian (1) ragam bahasa umum dan (2) ragam bahasa khusus; ragam bahasa khusus terbagi; (a) ragam bahasa ringkas dan ragam bahasa sastra; sedang ragam bahasa ringkas  terdiri dari; (i) ragam bahasa jurnalistik, (ii) ragam bahasa ilmiah, dan (iii) ragam bahasa jabatan.
  2. Setiap variasi bahasa mempunyai ciri-ciri yang khas dalam pemakaiannya. Cirri-ciri yang khas dapat diketahui melalui (1) ciri fonologi, meliputi (a) pelemahan fonem vokal, (b)monoftongisasi, (c) aferesis dan sinkop. (2) ciri morfologi. Meliputi (a) reduplikasi, (b) pemajemukan, dan (c) afiksasi. (3) cirri semantic. Meliputi (a) leksem, (b) tanda dan symbol, (c) penamaan, (d) konsep (e) pengertian dan acuan, dan (4) kosa kata. Meliputi (a) kosa kata asli dan (b) kosa kata serapan.
  3. Novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas”
       Novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas” karya Hilman dan Boim. Kali pertama diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (2003) yang terdiri dari sepuluh bagian, yakni (1) Diam Belum Tentu Emas, (2) Lupus Cemburu, (3) Cerita Lucu Tentang Dokter Gigi Temannya Mami, (4) Malapetaka Itu, (5) Foto Masa Kecil, (6) Demam Sepatu Palsu, (7) Aduh, Mami Kena Batunya, (8) Utang Dibayar Utang, (9) Sepatu Buat Kartini-an, dan (10) Naik Baby Benz, Hii … Dingin!.
1.2.4        Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini agar lebih rinci dan lebih detail. Adapun pembatasan masalah mengingat luasnya masalah yang terdapat dalam penelitian ini dan terbatasnya waktu maka perlu diberikan pembatasan terhadap masalah yang akan diteliti dengan harapan pembahasannya dapat optimal. Pembatasan terdapat pada penggunaan ragam bahasa; berdasarkan dialek social yang dilihat dari ciri-cirinya diantaranya: (1) ciri fonologi yakni, (i) adanya pelemahan fonem vokal, (ii) monoftongisasi, dan (iii) aferesis dan sinkop. (2) berdasarkan cirri morfologi yakni, (i) afiksasi, dan (3) kosa kata, dilihat dari penggunaan (i) kata serapan (4) Novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas”.

1.3  Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalahdiatas, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang:
Bentuk-bentuk penggunaan ragam bahasa remaja dalam Novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas”.
1.4  Asumsi
Penelitian ini didasarkan pada sejumlah asumsi sebagai berikut:
a.       Novel Lupus salah satu novel atau prosa yang menyajikan kata atau dialog yang dikemas dengan menggunakan bahasa Indonesia.
b.      Penggunaan diksi atau pilihan kata yang dikaitkan dengan ragam bahasa akan mempengaruhi terhadap cerita novel sehingga menjadi menarik atau tidak.
c.       Novel Lupus adalah novel yang isinya cenderung dikosumsi masyarakat luas. Didalanya terdapat kisah remaja yang dipaparkan pula tindak tutur tokoh-tokohnya pada bentuk ragam bahasa remaja.

1.5  Manfaat Penelitian
Penelitian ini bernmanfaat karena hasilnya berguna bagi:
a.       Pengajaran bahasa Indonesia, yaitu sebagai tambahan bagi pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya masalah ragam bahasa kaitannya dengan pilihan kata atau diksi, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan sempurna.
b.      Peneliti, penelitian ini bermanfaat dalam rangka mengembangkan wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah.
c.       Para pemerhati dan pecinta sastra (novel) sebagai acuan dalam meningkatkan kemampuan dalam  mengapresiasikan  bentuk-bentuk dan isi novel dilihat dari segi pemakaian pilihan kata.


1.6  Alasan Pemilihan Judul
a.       Alasan Objektif
-         Diksi atau pilihan kata merupakan unsure yang sangat penting dalam mempengaruhi terhadap penggunaan  ragam bahasa remaja, lebih-lebih jika dikaitkan dengan bahasa dalam novel. Ketepatan penggunaan diksi itu akan membuat novel menjadi menarik atau tidak.
-          Novel Lupus  adalah salahsatu novel yang diterbitkan dengan skala nasional sehingga dapat dinikmat oleh semua lapiasa masyarakat.
a.       Alasan Subjektif
-         Menurut peneliti masalah ini  belum penah diteliti, sehingga peneliti merasa tertarik untuk menganalisis Novel Lupus Kecil “Diam Belum Tentu Emas” karya Hilman dan Boim khususnya dari ragam bahasanya.
-         Ingin mengembangkan pikiran dalam pengalaman mengenai pemahaman bahasa yang digunakan  dalam karya sastra (prosa).
-         Novel Lupus merupakan novel yang menarik untuk diapresiasi, dikaji dan diteliti karena mengangkat permasalahan social yang ada dalam masyarakat, disamping karena kebanggaan peneliti pada Hilman dan Boim sebab karyanya penuh dengan muatan social dan humor.

1.7  Batasan Istilah Dalam Judul
Agar tidak terjadi salah tafsir atau salah persepsi terhadap permasalahan yang terdapat dala judul penelitian ini perlu kiranya dijelaskan pengertian istilah yang terkait dengan judul, sebagai berikut:
a.       Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian yang berbeda-beda, menurut topik yang dibicarakan, hubunbgan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, dan menurut medium yang dibicarakan.
b.      Ragam bahasa remaja adalah macam atau jenis bahasa yang dicptakan oleh kelompok remaja yang mempunyai cirri khas dalam pemakaiannya.
c.       Novel adalah prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku.

1.8  Ruang Lingkup Penelitian
Ruang linkup/area dalam penelitian ini berupa novel Lupus yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama Jakarta tahun 2003 yang terdiri dari 10 bagian dan 121 halaman. Sementara yang dijadikan objek penelitian adalah penggunaan “Ragam Bahasa Remaja” yang ada pada novel tersebut.

1.9  Sitematika Penulisan
Untuk mendapatkan pembahasan yang sistematis komposisi ini ditulis menjasi lima bagian, bagian pertama pendahuluan yang berfungsi sebagai pengantar maka bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, tujuan, dan hasil yang diharapkan, asumsi, alas an pemilihan judul, pentingnya penelitian, batasan istilah, dan sistimatika penulisan. Melalui bab I ini diharapkan diperoleh gambaran sekilas tentang skripsi yang sebenarnya.
Setelah pembaca memperoleh gambaran sekilas berkenaan dengan pokok-pokok permasalahan melalui bab I, selanjutnya dalam skripsi ini disajikan uraian variabel-variabel. Melalui bab II pembaca dapat menelaah tentang penggolongan diksi dalam bahasa Indonesia kaitannya dengan penggunaan ragam bahasa remaja dalam novel Lupus. Selanjutnya pada bab III pembaca dapat mengetahui prosedur penelitian dan teknik-teknik yang dilakukan, sedangkan pada bab IV akan diuraikan tentang analisis data berdasarkan landasan teori yang telah ada, melalui bab V pembaca dapat memberrikan kesimpulan dari penelitian ini.       

Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog