Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

22 Mei 2011

Contoh Skripsi Sastra Pendahuluan

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

Berikut ini adalah contoh skripsi sastra dengan judul Analisis Unsur Dikhotomis Kumpulan Puisi Nyanyi Sunyi Karya Amir Hamzah
ANALISIS UNSUR DIKHOTOMIS 
KUMPULAN PUISI NYANYI SUNYI KARYA AMIR HAMZAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
 Karya sastra merupakan suatu ungkapan perasaan pengarang yang mampu memberikan pengalaman, pengetahuan, wawasan bagi penikmatnya dengan menggunakan bahasa sebagai alatnya. Dengan sastra seseorang (sastrawan) dapat mengevaluasi dan meramal zamannya.
Puisi merupakan bentuk kesusastraan yang paling tua. Karya-karya besar dunia yang besifat monumental ditulis dalam bentuk puisi. Karya-karya pujangga besar seperti Oedipus, Antigone, Homlet, Macbeth, Mahabrata, Ramayana dan lain-lain ditulis dalam bentuk puisi. Namun walaupun demikian bukan berarti puisi hanya dipergunakan sebagai sarana penulisan karya besar, tetapi puisi sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sejak kelahirannya puisi memang sudah menunjukkan ciri-ciri khas seperti yang kita kenal sekarang, meskipu puisi telah mengalami perubahan dari masa kemasa.
Tradisi berpuisi sudah merupakan tradisi kuno dalam masyarakat. Puisi yang paling tua adalah mantra (Waluyo, 1987: 1). Salah satu contoh puisi yang paling banyak kita jumpai adalah kebiasaan masyarakat desa Jawa, yaitu mendendangkan tembang-tembang Jawa pada saat acara jagong bayi atau pesta-pesta tertentu. Isi tembang-tembang tersebut ada yang berbentuk cerita dan ada pula yang berbentuk nasehat.
Mantra mencerminkan hakikat sesungguhnya sebuah puisi, yakni pengkonsentrasian kekuatan bahasa itu dimaksudkan oleh penciptanya untuk menimbulkan daya magis atau daya gaib.
Puisi sebagai salah satu jenis karya sastra mempunyai struktur yang berbeda dengan prosa. Perbedaan itu tidak hanya terdiri dari struktur fisiknya, tetapi juga dalam hal struktur batin. Dalam hal struktur fisik dan batin, puisi menggunakan prinsip pemadatan atau pengkonsentrasian bentuk dan makna (Waluyo, 1991: 28).
Bahasa yang digunakan dalam puisi adalah bahasa konotatif yang “multiinterpretable”, makna yang terdapat dalam puisi dapat bermakna lugas, namun lebih banyak mengandung makna kias melalui lambang dan kiasan. Satu kata dalam puisi dapat bermakna dua bahkan lebih, kata dan larik penyusunnya begitu padat, namun maknanya sangat luas dan mendalam.
Pradopo (1987: 7) mendefinisikan puisi sebagai berkut:
“…., puisi itu mengekspresikan pikiran yang membangkitkan perasaan yang merangsang imaji panca indra dalam susunan yang berirama, semua itu merupakan susunan yang penting, yang direkam dan diekspresikan, yang dinyatakan dengan menarik dan memberi kesan. Puisi itu merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan”.

Nyanyi Sunyi, karya Amir Hamzah merupakan kumpulan puisi yang diterbitkan oleh Dian Rakyat pada tahun 2001 (cetakan ke-13). Di dalamnya mencerminkan curahan hati dan pergolakan jiwa pengarang yang sangat dahsyat, dan dilatarbelakangi oleh berbagai gejolak budaya yang tidak sehat dalam masyarakat, sebab keberadaan puisi erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan tidak bisa lepas dari masyarakat dan budaya tempat lahir puisi itu sendiri.
Alisjahbana (1977: 37-51), mengkaji kumpulan puisi Nyanyi Sunyi tersebut dalam bukunya “Amir Hamzah Penyair Besar Antara Dua Zaman dan Uraian Nyanyi Sunyi”, namun dalam mengadakan pengkajian Sutan Takdir Alisjahbana (STA) tidak mengkaji bidang struktur lahirnya, dia lebih mengarahkan kajiannya pada makna/ tema. Dalam buku tersebut STA mengkaji secara mendalam makna dibalik untian sajak-sajak Amir Hamzah, khususnya dalam kaitannya sang penyair dengan penciptanya (Tuhan). Hampir keseluruhan isi kumpulan puisi Nyanyi Sunyi dikajinya dari sisi religiusnya. Secara garis besar STA mengkajinya dari segi nilai-nilai apa yang terdapat dalam kumpulan puisi tersebut. Hal ini dapat dilihat dari uraian-uraian STA tentang sajak-sajak Amir Hamzah di bawah ini:
Amir Hamzah menyatakan dalam bait pertama, bahwa habis benar-benarlah cinta dunianya dan sekarang kembali kepada Tuhan. Dalam bait kedua Tuhan dibandingkan dengan pelita pada jendela di malam gelap, yang melambainya pulang, dengan sabar dan setia selalu. Sedangkan dalam bait ketiga dan keempat dikatakannya, bahwa sebagai manusia ia ingin merasakan dan melihat kekasihnya yang satu (Tuhan), tetapi Tuhan tiada berupa, hampir tiada bersuara. Yang ada pada manusia hanyalah kata, yaitu nama dan wahyu Tuhan  (Alisjahbana, 1996: 37)

Sedangkan Teeuw dalam bukunya “Pokok dan Tokoh” menyinggung kumpulan puisi ini secara umum, namun kajiannya tersebut tidak jauh beda dengan kajian STA, yaitu menekankan pada pengkajian hubungan pengarang dengan Tuhannya. Hal ini dapat kita lihat dari uraian-uraian Teeuw berikut ini:
“… dalam Nyanyi Sunyi sifat membelakangi dunia dengan sadar dan diberi bentuk menghadap kepada Tuhan, bukan lagi yang bernama Dewa, yaitu kata umum yang masih mengandung tanda-tanda asalnya: agama-agama India, karena tidak jelas yang dimaksudkan itu, tetapi Tuhan bagi Nabi Nuh dan Nabi Ibrahim, Tuhan bagi Nabi Muhammad – Tuhan Amir Hamzah, yang disebutnya kekasihku, Engkau, yaitu panggilan mesra, yang rupanya tidak terdapat lagi dalam penggilan sesama manusia”  (Teeuw, 1990: 142).

Puisi sebagai salah satu jenis sastra dapat dikaji dari macam-macam aspek. Puisi dapat dikaji dari struktur penyusunnya, hal ini karena puisi memang tersusun dari unsur-unsur pembangun sebagai sarana kepuitisan. Puisi dapat pula dikaji dari segi jenis-jenisnya, hal ini karena puisi memang banyak ragamnya. Puisi dapat pula dikaji dari sudut kesejarahannya, hal ini mengingat bahwa dari masa ke masa, bahkan sampai saat ini puisi selalu ditulis.
Pengkajian secara dikhotomis merupakan bentuk pengkajian terhadap puisi yang memandang puisi tersusun atas dua bentuk, yaitu bentuk fisik dan bentuk batin. Pengkajian secara dikhotomis, bertujuan untuk mengetahui unsur-unsur yang membangun puisi, baik unsur fisik maupun unsur batinnya. Sedangkan IA. Richard (dalam Waloyo, 1991: 25) menggunakan istilah lain yaitu hakikat puisi untuk mengganti bentuk batin atau isi dan metode puisi untuk mengganti bentuk fisik puisi. Walaupun puisi tersusun atas struktur batin (hakikat) dan fisik (metode) namun kedua unsur tersebut bersifat padu dan tidak dapat dipisahkan antara unsur yang satu dengan unsur yang lainnya. Unsur-unsur itu bersifat fungsional dalam kesatuannya dan juga bersifat fungsional terhadap unsur yang lainnya.
Atas dasar itulah, peneliti tertarik untuk menganalisis kumpulan puisi “Nyanyi Sunyi” karya Amir Hamzah dari kajian dikhotomis dengan memfokuskan kajian pada kata konkrit, tema, dan majas yang terdapat dalam kumpulan puisi tersebut.
 1.2     Permasalahan
1.2.1        Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permsalahan sebagai berikut; Bagaimanakah unsur-unsur dikhotomis dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah?
1.2.2        Penegasan Konsep Variabel
Untuk menghindari kesalahan persepsi dan perbedaan konsep serta memperjelas konsep variabel yang terdapat dalam judul makalah ini, maka dipandang perlu adanya penegasan konsep variabel sebagai batasan operasionalnya.
Analisis dikhotomis kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah merupakan penelitian kualitatif dengan satu variabel, yakni analisis unsur-unsur pembangun puisi. Unsur-unsur itulah yang menjadi inti pokok dalam pembahasan skripsi ini.
1.2.3        Deskripsi Masalah
Masalah yang terdapat dalam penelitian yang berjudul Analisis Unsur Dikhotomis Kumpulan Puisi Nyanyi Sunyi Karya Amir Hamzah ini adalah sebagai berikut: Masalah dikhotomis dalam sebuah puisi meliputi fisik (metode) dan batin (hakikat).
Struktur fisik (metode) puisi masih diperinci lagi menjadi beberapa unsur, yatu; (1). Diksi (diction), (2). Pengimajian, (3). Kata konkrit (the concrete word), (4). Bahasa figuratif (figurative language), (5). Versifikasi yang meliputi; rima, ritma (rythm), serta metrum, dan (6). Tatawajah (Tipografi). Sedangkan struktur batin (hakikat) puisi meliputi; (1). Perasaan (feeling), (2). Tema (sense), (3). Nada (tone), dan (4). Amanat (intension).
Kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah ini terdiri dari 24 puisi, yaitu; (1). Padamu Jua, (2). Barangkali, (3). Hanya Satu, (4). Permainanmu, (5). Tetapi Aku, (6). Karena Kasihmu, (7). Sebab Dikau, (8). Doa, (9). Hanyut Aku, (10). Taman Dunia, (11). Terbuka Bunga, (12). Mengawan, (13). Panji Dihadapanku, (14). Memuji Dikau, (15). Kurnia, (16). Doa Poyangku, (17). Turun Kembali, (18). Batu Belah, (19). Didalam Kelam, (20). Ibuku Dehulu, (21). Insyaf, (22). Subuh, (23). Hari Menuai, dan (24). Astana Rela.
1.2.4        Pembatasan Masalah
Karena dipandang terlalu luas masalah yang akan diteliti dan terbatasnya waktu untuk mengadakan penelitian, maka dianggap perlu ada pembatasan masalah yang akan diteliti. Dari beberapa masalah tersebut di atas, masalah yang akan dikaji meliputi; 1). Kata konkrit, 2). Majas, dan 3). Tema yang terdapat dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Amir Hamzah, hal ini agar diperoleh hasil penelitian yang seksama dan akurat. Dipilihnya kata konkrit dalam pembatasan masalah ini, karena kata konkrit merupakan sarana untuk memahami maksud yang terkandung dalam sebuah puisi , hal ini mengingat bahwa kata konkrit merupakan upaya penyair untuk membangkitkan imaji penikmat sebuah sajak. Dengan demikian penikmat akan ikut melihat, mendengar, atau merasa apa yang dilukiskan penyair dalam sajak tersebut. Jadi dengan kata konkrit akan mendapat gambaran dari tema yang terkandung dalam sebuah sajak.
Sedangkan bahasa figuratif dipilih karena bahasa figuratif merupakan sarana mengungkapkan sesuatu secara tidak langsung, dengan cara demikian sebuah puisi akan memancarkan banyak makna. Adapun tema merupakan pikiran utama suatu karya. Dengan memahami tema, penikmat sastra akan memperoleh pengetahuan/ pengalaman baru dalam hidupnya. Inilah yang menjadi tujuan pokok setiap penyair, mereka ingin memberikan sesuatu kepada penikmatnya. Hal ini akan terpenuhi jika penikmat dapat mengungkap tema yang tersirat di balik untaian sajak-sajaknya.
 1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang:
1.      Kata konkrit dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah
2.      Penggunaan majas dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah
3.      Tema yang terkandung dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah
 1.4.Asumsi
Asumsi yang berkenaan dengan penelitian ini dapat diungkap sebagai berikut:
1.      Kumpulan Puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah merupakan puisi yang dibangun atas struktur lahir (metode) dan Struktur batin (hakikat).
2.      Kumpulan Puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah merupakan saksi dari Kesunyian Amir Hamzah dan betapa hebatnya konflik dalam kehidupannya, yaitu konflik antara adat dengan kebebasan individu, antara masyarakat dengan pribadi, dan antara yang lama dengan yang baru.
 1.5  Pentingnya Penelitian
Penelitian ini sangat penting bagi:
 1.       Peneliti
Penelitian ini sangat bermanfaat bagi peneliti dalam rangka mengembangkan dan memperluas wawasan keilmuan yang diperoleh dibangku kuliah.
   2.      Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Indonesia
Penelitian ini sangat bermanfat bagi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia yaitu sebagai bahan tambahan untuk dijadikan bahan apresiasi dalam kesastraan, khususnya yang berkaitan dengan masalah dikhotomis dalam sebuah puisi.
   3.      Pembelajar Bahasa dan Sastra Indonesia
Penelitian ini bermanfaat bagi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, guna memberi dorongan dan arahan untuk meningkatkan bakat dalam mengapresiasi puisi Indonesia asli dan umumnya lagi kesusastraan  Indonesia secara luas.
 1.6.     Alasan Pemilihan Judul

1.6.1       Alasan Objektif

            Nyanyi Sunyi merupakan kumpulan puisi karya Amir Hamzah yang sarat dengan nilai religiusitas dan sosial, hal ini tentu dipengaruhi oleh sang pengarang yang sangat produktif dan intens. Dari hal itu tentu akan memberikan semacam inspirasi tersendiri bagi para pembaca –termasuk peneliti– yang akhirnya akan mengammbil faidah dari sesuatu yang dibaca.
            Peneliti tertarik mengkaji unsur dikhotomis dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah karena pengkajian semacam ini sangat mudah dan sangat terjangkau bagi peneliti.
            Amir Hamzah merupakan sastrawan yang sangat produktif  di zamannya sehingga peneliti sangat tertarik dengan hasil-hasil karyanya.

1.6.2        Alasan Subjektif

           Menurut peneliti, penelitian semacam ini belum pernah diteliti, maka dari itu, peneliti sangat tertarik untuk meneliti unsur dikhotomis dalam kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah.
           Mudahnya mendapatkan literatur bagi peneliti, sehingga dengan ini memudahkan peneliti untuk mengadakan penelitian.
           Adanya ketertarikan tersendiri di hati peneliti pada sosok Amir Hamzah dan hasil-hasil karyanya, apalagi setelah membaca berbagai buku yang membicarakan Amir Hamzah dan karya-karyanya.
 1.7 Pengertian Istilah dalam Judul
Penegasan istilah ini dilakukan agar tidak terjadi penafsiran yang salah terhadap pokok-pokok permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini.
1.      Analisis: Penguraian (karya sastra) atas unsur-unsurnya, dengan tujuan memahami pertalian antara unsur-unsur tersebut di dalam mendukung makna karya sastra. (Sudjiman, 1984: 6).
2.      unsur: bagian terkecil dari suatu benda atau kelompok kecil (dari kelompok besar). (Moeliono, 1999: 993)
3.      Dikhotomis: pembagian atas dua konsep yang saling bertentangan (Moeliono, 1999: 233).
4.      Nyanyi Sunyi: kumpulan puisi yang ditulis oleh Hamzah Hamzah yang telah mengalami cetak ulang ke-13 pada tahun 2001.
Berdasarkan pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan, Analisis Dikhotomis Kumpulan Puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah merupakan suatu analisis terhadap puisi Amir Hamzah yang berjudul Nyanyi Sunyi dengan  menggunakan kajian secara dikhotomis, yaitu memandang puisi tersusun dari dua struktur yang berlainan, namun struktur yang satu saling berkaitan dengan yang lain bahkan tidak dapat dipisahkan.

1.8.     Sistematika Penulisan

Sistematika dalam penulisan skripsi ini terdiri dari lima bagian, yaitu:
Bab I pendahuluan yang berisi latar belakang, permasalahan, asumsi, tujuan penelitian, pentingnya penelitian, alasan pemilihan judul, batasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan.
Bab II kajian kepustakaan, pada bab ini akan membahas (1). Kajian tentang kumpulan puisi Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah yang meliputi; a). pengertian puisi, b). kumpulan puisi nyanyi sunyi karya Amir Hamzah, c). biografi pengarang, (2). Kajian tentang unsur dikhotomis.
Bab III membahas tentang metode penelitian yang akan digunakan dengan menguraikan teknik pengambilan data dan teknik analisis data untuk menemukan atau mengetahui unsur dikhotomis yang terdapat dalam kumpulan puisi Nyayi sunyi karya Amir Hamzah.
Bab IV disajikan hasil penelitian yang menguraikan secara rinci tentang analisis data secara deskriptif kualitatif. Kemudian ditutup dengan bab V yaitu penutup yang berisi kesimpulan dan saran sebagai hasil dan manfaat yang dapat dipetik dari keseluruhan penelitian.
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

2 komentar:

SUNDAWI mengatakan...

alhamdulillah kebantu dengan adanya blog ini. makasii buat ilmunya, cuman sayang gak bisa di copas..hhe :)
(maaf aku gak maksud 100% copas, cuma lagi males editing aja)

oia, ditunggu kunjungannya di blog ku
@ WWW.SUNDAWI.COM
syukron :)

Judul Skripsi mengatakan...

@Sundawi, memang nggak bisa di copas tapi bisa download pada link Contoh Skripsi, kan. Silakan download aja skripsinya. Gratis.

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog