Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

09 Mei 2011

Analisis Tema Kultural Roman Jangir Bali Karya Nur Sutan Iskandar (BAB I)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB  I
PENDAHULUAN

A.          Latar Belakang Masalah
Karya sastra adalah karya seni yang indah dan merupakan pemenuhan kebutuhan manusia terhadap naluri keindahannya. Karya sastra dapat memberikan pada kita penghayatan yang mendalam terhadap yang diketahui.  Pengetahuan yang kita peroleh bersifat penalaran, tetapi pengetahuan itu dapat menjadi hidup dalam sastra (Sumardjo, 1997: 9).
Sebagai karya imajiner, novel [roman] menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Pengungkapannya dilakukan secara selektif dan dibentuk sesuai dengan tujuannya dengan memasukkan unsur hiburan dan penerangan terhadap kehidupan. Oleh karena itu fiksi dapat diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif (Nurgiantoro, 1998: 2).
Seorang pengarang hakikatnya adalah seorang anggota masyarakat. Oleh karena itu, terikat oleh status sosial tertentu. Itulah sebabnya sastra dapat dipandang sebagai institusi sosial yang menggunakan medium (sarana) bahasa. Bahasa itu sendiri merupakan produk sosial sebagai sistem tanda yang bersifat arbitrer. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial (Darmono, 1997: 16).
Tidak dapat dipungkiri bahwa karya sastra adalah sebuah fenomena sosial, karena pada hakikatnya sastra merupakan produk sosial. Itu sebabnya, apa yang tergambar dalam karya sastra adalah sebuah ensitas masyarakat yang bergerak, baik yang berkaitan dengan struktur, fungsi, maupun aktivitas dan kondisi sosial budaya sebagai latar belakang kehidupan masyarakat pada saat karya sastra diciptakan.
Teks sastra mengandung berbagai unsur yang sangat kompleks. Kompleksitas unsur itu sedikitnya meliputi (1) kebahasaan, (2) struktur wacana, (3) signifikan sastra, (4) keindahan, (5) sosial budaya, (6) nilai, baik nilai filsafat, agama, maupun psikologi, serta (7) latar kesejarahannya (Aminuddin, 1987: 51).
Di sisi lain Taufik Darmawan dalam Aminuddin (1990: 107) mengatakan bahwa salah satu kecenderungan baru dalam perkembangan sastra Indonesia mutakhir adalah dimasukkannya nilai-nilai budaya dalam karya sastra. Dalam hubungan ini, Bangsat (1974), Sang Darmanto (1976), Ki Blakasuta Bla Bla (1980), Karto Iya Bilang mBoten (1981) karya Darmanto Jatman; Pengakuan Pariyem (1981) karya Linus Suryadi AG; Adam Ma’rifat (1982), Godlob (1987) karya Danarto; Burung-burung Manyar (1981), Roro Mendut (1981) karya Y.B. Mangunwijaya; dan Anak Bajang Menggiring Angin (1983) karya Sindhunata [termasuk roman Jangir Bali karya Nur Sutan Iskandar]. Dalam karya-karya yang mereka ciptakan terungkap dasar kebudayaan tradisional atau konflik nilai budaya dalam penghayatan masnusia modern (Teeuw, 1982: 12).
Roman Jangir Bali temasuk roman nostalgia yang bernuansakan budaya.  Hal ini karena roman tersebut ditujukan kepada sepasang kekasih yang berlainan kultur budayanya. Yang laki-laki keturunan ningrat beragamakan Islam berasal dari tanah Madura.  Sedangkan yang perempuan berkasta Sudra, yaitu kasta yang paling rendah dalam agama Hindu di Bali (Iskandar, 2000: vii).
Menurut paham budaya golongan ningrat, golongannya harus kawin dengan golongan ningrat pula, untuk melestarikan keninngratannya pada anak cucunya.  Hal inilah yang tampak dikritik oleh Nur Sutan Iskandar melalui tokoh Raden Panji Susila yang hendak mengawini perempuan berkasta Sudra.  Raden Panji Susila sama sekali tidak mempertimbangkan perbedaan.  Padahal dalam kehidupan sehari-harinya dan tata cara dalam menjalankan ibadah keagamaan perempuan di Bali ini sangat berbeda dengan Raden Panji Susila.  Rencana perkawinan ini ditentang oleh pihak keluarga Raden Panji Susila.  Nur Sutan Iskandar justru mencemooh golongan ningrat yang angkuh mempertahankan dan melestarikan keningratannya melalui tokoh Raden Panji Kusumo Wijoyo dengan sebutan gila pangkat (Iskandar, 2000: 58).
Roman Jangir Bali merupakan salah satu karya Nur Sutan Iskandar yang dicetak oleh PT. Balai Pustaka pada tahun 2000.  Di dalamnya dikritik ketimpangan yang ada dalam kultur budaya kita.  Dengan latar perbedaan sosial budaya, roman ini mengungkapkan seorang tokoh yang berjuang membuka tirani budaya yang dianggapnya timpang dan bertentangan dengan asas keadilan.  Di dalamnya juga diungkapkan seluk beluk sosial budaya yang ada di Bali dan tata cara masyarakat Bali dalam menjalankan ibadah.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji “jangir Bali” karya Nur Sutan Iskandar dari unsur tema kulturalnya dengan judul penelitian “Analisis Tema Kultural dalam Roman Jangir Bali Karya Nur Sutan Iskandar”.

B.          Permasalahan
1.     Rumusan Masalah
Berdasarkan judul dan uraian latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan suatu masalah dalam bentuk kalimat tanya sebagai berikut :
Bagaimanakah Tema Kultural Roman Jangir Bali Karya Nur Sutan Iskandar?
2.     Penegasan Konsep Variabel
Pembahasan ini merupakan kajian kualitatif yang terdiri dari satu variabel. Variabel yang dimaksud adalah tema kultural dalam roman Jangir Bali karya Nur Sutan Iskandar.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap judul, perlu adanya penegasan terhadap konsep variabel sebagai batasan operasional.
Tema adalah  ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya (Aminuddin, 1987: 91).
Menurut Djojodiguno dalam Djoko Winagdho, dkk, kebudayaan atau budaya adalah daya dari budi, yang berupa cipta, karsa dan rasa     (2003: 20).
Kultural adalah berdasarkan budaya/kebudayaan : mengenai kebudayaan (Partanto dan Dahlan, 1994: 387).
Jadi yang dimaksud dengan tema kultural yang terdapat dalam roman Jangir Bali karya Nur Sutan Iskandar adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya berdasarkan cipta, karsa dan rasa yang digambarkan oleh pengarang melalui tokoh-tokohnya.
3.     Deskripsi Masalah
Masalah yang terdapat dalam penelitian berjudul “Analisis Tema Kultural dalam Roman Jangir Bali Karya Nur Sutan Iskandar” ini adalah sebagai berikut : masalah roman sebagai sebuah karya sastra berbentuk prosa fiksi yang meliputi : (i) pengertian prosa fiksi, (ii) elemen-elemen prosa fiksi yang meliputi (i) pengarang atau narator, (ii) isi penciptaan, (iii) media penyampai isi berupa bahasa dan (iv) elemen-elemen fiksional atau unsur-unsur intriksik yang membangun karya fiksi sehingga membentuk suatu wacana (Aminuddin, 1987: 66). Sementara Tarigan (1986: 124) menyatakan sejumlah unsur dalam fiksi antara lain : (1) tema, (2) ketegangan dan bayangan, (3) alur, (4) pelukisan tokoh, (5) konfliks,         (6) kesegeraan dan atmosfer, (7) latar, (8) pusat, (9) kesatuan, (10) logika, (11) interpretasi, (12) kepercayaan, (13) pengalaman keseluruhan,            (14) gerakan, (15) pola dan perencanaan, (16) tokoh dan laku, (17) seleksi dan sugesti, (18) jarak, (19) skala, (20) kelajuan dan (21) gaya.
Budaya adalah sebuah sistem yang mempunyai koherensi. Bentuk-bentuk simbolis yang berupa kata, benda, laku, sastra, lukisan, nyanyian, musik, kepercayaan mempunyai kaitan erat dengan konsep-konsep epistimologis dari sistem pengetahuan masyarakat. Sistem simbol dan epistimologi juga tidak terpisahkan dari sistem sosial yang berupa stratifikasi, gaya hidup, sosialisasi, agama, mobilitas sosial, organisasi kenegaraan dan seluruh perilaku sosial. Demikian juga budaya material yang berupa bangunan, peralatan dan persenjataan tidak dapat dilepaskan dari seluruh konfigurasi budaya (Kuntowijoyo, 1999: 1).
Di dalam masyarakat kebudayaan sering diartikan sebagai             the general body of the art, yang meliputi seni sastra, seni musik, seni pahat, seni rupa, pengetahuan filsafat atau bagian-bagian yang indah dari kehidupan manusia. Akhirnya kesimpulan yang didapat bahwa kebudayaan adalah hasil buah budi manusia untuk mencapai kesempurnaan hidup. Segala sesuatu yang diceritakan manusia baik yang konkrit maupun abstrak, itulah kebudayaan (Widagdho, 2003: 20).
Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa, dan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut (Widagdho,  2003: 18).
4.     Pembatasan Masalah
Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas, tidak akan diuraikan secara keseluruhan agar lebih rinci dan detail sehingga diperoleh hasil analisis yang teliti dan seksama. Analisis akan dibatasi pada unsur budaya yang meliputi (1) cipta (ilmu pengetahuan), (2) karsa (agama) dan (3) rasa (kesenian).

C.          Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang tema kultural yang disampaikan pengarang dalam roman Jangir Bali karya Nur Sutan Iskandar.

D.          Asumsi
Penelitian ini didasarkan pada sejumlah asumsi sebagai beriukut :
1.     Roman merupakan salah satu bentuk karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang dan di dalamnya terdapat realitas sosial serta biasanya realitas tersebut berhubugan dengan keadaan masyarakat.
2.     Roman Jangir Bali karya Nur Sutan Iskandar menggambarkan perjalanan seorang anak manusia yang mencari jati diri sehingga dalam hidupnya sering bergulat dengan berbagai permasalahan.
E.           Pentingnya Penelitian
1.     Bagi mahasiswa penelitian ini dapat dipakai sebagai pedoman dan wawasan untuk mengetahui tentang tema kultural yang terdapat dalam karya-karya fiksi.
2.     Bagi siswa penelitian ini dapat dipakai untuk meningkatkan prestasi belajar terutama tentang budaya.
3.     Bagi masyarakat umum penelitian ini dapat dipakai untuk menambah pengetahuan terutama tentang budaya.

F.           Alasan Pemilihan Judul.
1.     Alasan Objektif
(1)      Telaah budaya merupakan topik yang sangat menarik untuk dikaji.
(2)      Budaya Bali tidak hanya dikenal oleh orang Indonesia saja, tapi terkenal sampai ke manca negara.
2.     Alasan Subjektif
(1)      Peneliti ingin mengembangkan pengetahuan tentang budaya terutama budaya Bali.
(2)      Referensi yang digunakan dalam skripsi ini mudah didapat.

G.          Pengertian Istilah Dalam Judul
Pengertian istilah dalam judul ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah tafsir atau salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga untuk menghindari meluasnya masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, antara lain :
1.     Analisis
Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan atau perbuatan) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya; penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya untuk memperoleh pengertian yang tepat (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990: 22).
2.     Tema
Tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperan juga sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya (Aminuddin, 1987: 91).
3.     Kultural
Kultural adalah berdasarkan budaya/kebudayaan; mengenai kebudayaan (Partanto dan Dahlan, 1994 : 387).
4.     Roman Jangir Bali karya Nur Sutan Iskandar
Roman Jangir Bali adalah salah satu roman yang dikarang  oleh Nur Sutan Iskandar seri nostalgia yang bernuansakan budaya yang diterbitkan oleh PT. Balai Pustaka pada tahun 2000.

H.          Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, komposisi yang kelak akan berbentuk skripsi ini ditulis menjadi lima bagian.  Bagian pertama, pendahuluan yang berfungsi sebagai pengantar.  Karena sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, tujuan dan hasil yang diharapkan, asumsi, alasan pemilihan judul dan pentingnya penelitian.  Melalui bab I ini diharapkan diperoleh gambaran sekilas masalah yang sebenarnya.
Setelah pembaca memperoleh gambaran sekilas berkenaan dengan pokok-pokok permasalahan melalui bab I, selanjutnya disajikan uraian variabel-variabel.  Melalui bab II pembaca dapat menelaah tentang unsur-unsur prosa fiksi kaitannya dengan tema kultural.
Pada bab III dibahas metode penelitian yang digunakan dengan menguraikan tentang teknik pengambilan data dan teknik analisis data untuk menemukan atau mengetahui tema kultural dan segala yang berkaitan dengan tema kultural.
Pada bab IV disajikan hasil penelitian yang menguraikan dengan rinci tentang analisis data secara deskriptif kualitatif.   Sebagai penutup dari keseluruhan isi skripsi penulis menyajikannya dalam bab V yang berisi kesimpulan dan saran sebagai hasil dan manfaat yang dapat dipetik dari keseluruhan penelitian.
Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog