Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

22 Mei 2011

analisis religiusitas tokoh dalam kumpulan cerpen robohnya surau kami karya aa. navis (bab i)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Sastra merupakan salah satu bentuk seni yang menggunakan bahasa sebagai medium. Lahirnya sastra bersumber dari kehidupan yang bertata nilai dan pada gilirannya sastra juga akan memberikan sumbangan bagi terbentuknya tata nilai baru. Hal ini terjadi karena setiap cipta sastra yang digarap dengan kesungguhan tentu mengandung keterikatan dengan kehidupan dan ada pengaruh timbal balik antara kenyataan sosial dengan karya sastra. Inspirasi atau rangsangan yang mendorong terciptanya karya sastra bukanlah sesuatu yang datangnya dari langit, tetapi dari kehidupan yang dialami sehari-hari.
Sastra, khususnya fiksi, disamping sering disebut dunia dalam kemungkinan, juga dikatakan sebagai dunia dalam kata. Hal itu disebabkan “dunia”  yang diciptakan, dibangun, ditawarkan, diabstraksikan, dan sekaligus ditafsirkan lewat kata-kata, lewat bahasa. Apa pun  yang dikatakan pengarang atau sebaliknya ditafsirkan oleh pembaca, mau tidak mau harus bersangkut paut dengan bahasa.
Sumardjo (1982:75) menjelaskan bahwa sebuah karya sastra itu selalu menampilkan wajah kultur zamannya. Persoalan-persoalan, situasi, dan keadaan suatu zaman dapat dibaca dalam karya sastra. Pendapat yang sama disampaikan Suyitno (1986:3) yang menegaskan bahwa sebuah karya sastra itu bersumber dari kehidupan. Sastra dan tata nilai kehidupan merupakan dua fenomena sosial yang saling melengkapi, dalam artian sastra tidak akan pernah ada tanpa kehidupan.
Menyadari tentang pentingnya pemahaman terhadap karya sastra maka penyair, penikmat sastra, kritikus, masyarakat, dan para cendikiawan terus berusaha untuk lebih apresiatif terhadap karya sastra. Terciptanya kesadaran ini jelas menimbulkan gejala yang positif, karena secara tidak langsung masyarakat sudah mempunyai usaha untuk menggali nilai-nilai yang dikandung dalam karya sastra tersebut. Jika masyarakat luas sudah mempunyai kecenderungan demikian, maka diharapkan nilai-nilai agung yang terkandung dalam suatu karya sastra dapat dimengerti dan selanjutnya bisa dimanifestasikan ke dalam bentuk pola pikir dan pola sikap dirinya dalam menyelami hidup ini. Oleh karena itu untuk sampai pada tataran nilai-nilai semacam ini, maka unsur religiusitas suatu karya sastra merupakan suatu yang sangat penting.
Senada dengan pandangan ini, Suyitno (1986:128) menegaskan bahwa sastra religius maupun sastra falsafi yang di dalamnya terkandung nilai-nilai tersebut mengarah kepada apa yang dinamakan sastra transendental. Baik sastra religius maupun sastra falsafi sebenarnya saling menunjang. Bahkan jika kita amati lebih lanjut baik sastra religius maupun sastra falsafi mengarah ke apa yang dinamakan sastra transendental.
A.A. Navis memberi warna baru bagi dunia sastra Indonesia dengan sebuah cerita pendeknya “Robohnya Surau Kami” yang bertemakan keagamaan.  Barangkali boleh dikatakan ia mengejutkan sebagian pembacanya dengan cerita yang merupakan sindiran yang luar biasa tajamnya itu terhadap pelaksanaan kehidupan beragama. Kakek Garin, penjaga surau yang menjadi tokoh utama cerita itu adalah seorang lelaki tua yang menghabiskan hidupnya dengan sepenuhnya berbakti kepada Allah yang Mahakuasa. Ia tidak mengurus keluarga, ia tidak mengerjakan hal lain kecuali mengurus surau dan bahkan tinggal juga di surau itu, ia pantang menyakiti makhluk lain (membunuh lalat pun tidak), tak lain yang dikerjakan kecuali menyembah Allah.
Berkaitan dengan hal di atas penulis berusaha menganalisis konflik religiusitas tersebut melalui judul penelitian “Analisis Konflik Religiusitas Tokoh dalam Kumpulan Cerpen Robohnya Surau Kami Karya A.A. Navis”.
B.    Permasalahan
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan  judul  dan uraian latar belakang masalah di atas,  dapat dirumuskan masalah  sebagai berikut:
Bagaimanakah  konflik religiusitas tokoh dalam kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami  karya A.A. Navis?
2.      Penegasan Konsep Variabel
Kajian ini  merupakan  penelitian kualitatif  yang terdiri dari satu variabel. Variabel yang dimaksud  adalah konflik religiusitas tokoh dalam kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami  karya A.A. Navis.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap judul, maka perlu  adanya penegasan terhadap konsep variabel sebagai batasan operasional.
Menurut Wellek dan Warren (dalam Nurgiyantoro, 1998:122) Konflik (conflict) adalah sesuatu yang bersifat tidak menyenangkan. Konflik adalah sesuatu yang dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan.
Istilah religius membawa konotasi pada makna agama. Religius dan agama erat berkaitan, berdampingan, bahkan dapat melebur dalam satu kesatuan, namun sebenarnya keduanya menyaran pada makna yang berbeda. Agama lebih menunjukkan pada kelembagaan kebaktian kepada Tuhan dengan hukum-hukum yang resmi (Mangunwijaya dalam Nurgiyantoro, 1998:327). Religius bersifat mengatasi, lebih dalam, dan lebih luas dari  agama yang tampak, formal, dan resmi.
Jadi, yang dimaksud dengan konflik religiusitas tokoh dalam kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami adalah konflik religius tokoh yang mencoba memahami dan menghayati hidup dan kehidupan ini lebih dari sekedar yang lahiriyah saja.
3.      Deskripsi Masalah
Konflik menyaran pada konotasi yang negatif, sesuatu yang tak menyenangkan. Itulah sebabnya orang lebih suka memilih menghindari konflik dan menghendaki kehidupan yang tenang.
Bentuk konflik, sebagai bentuk kejadian, dapat dibedakan ke dalam dua kategori: (1) konflik eksternal dan (2) konflik internal (Nurgiyantoro, 1989:124).
Kata religiousity menurut The World Book Dictionary (dalam Nurgiyantoro, 1998:123) berarti religious feeling or sentiment, atau perasaan keagamaan.
Kata religion sering kita salin menjadi religi bukan agama. Religi diartikan lebih luas dari agama yang berarti ikatan atau pengikatan diri. Dari sini pengertiannya lebih daripada personalitas, hal yang pribadi. Oleh karena itu ia lebih dinamis karena lebih menonjolkan eksistensinya sebagai manusia.
Agama lebih menunjuk pada kelembagaan kebaktian kepada Tuhan. Dalam aspeknya yang resmi, yuridis, peraturan-peraturan dan hukum-hukumnya.  Religiusitas lebih melihat aspek yang di dalam lubuk hati, riak getaran hati, nurani pribadi, sikap personal yang sedikit banyak misteri bagi orang lain, yakni cita rasa yang mencakup totalitas (termasuk rasio dan rasa manusiawi), kedalaman sipribadi manusia (Mangunwijaya dalam Nurgiyantoro, 1998:327).
Peristiwa dalam cerpen seperti halnya peristiwa dalam kehi-dupan sehari-hari, selalu diemban oleh tokoh dan pelaku-pelaku tertentu. Pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerpen sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita disebut dengan tokoh. Sedangkan cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku itu disebut penokohan (Aminuddin, 1995:79).
Dilihat dari segi peranan atau tingkat pentingnya tokoh dalam suatu cerita  terdapat (1) tokoh utama atau tokoh inti, yaitu tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita dan ditampilkan terus-menerus sehingga terasa mendominasi sebagian besar cerita, tokoh utama paling banyak diceritakan dan selalu berhubungan dengan tokoh-tokoh lain, dan (2) tokoh tambahan atau tokoh pembantu, yaitu tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita dan itupun mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif pendek. (Nurgiyantoro, 1998:176).
Dalam Kumpulan Cerpen Robohnya Surau Kami pada cetakan keempat terdapat sepuluh cerpen, yaitu (1) Robonya Surau Kami, (2) Anak Kebanggaan, (3) Nasihat-nasihat, (4) Topi Helm, (5) Datangya dan Perginya, (6) Pada Pembotakan Terakhir, (7) Angin dari Gunung, (8) Menanti Kelahiran, (9)  Penolong, dan (10) Dari Masa ke Masa.


4.      Pembatasan Masalah
a.       Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas tidak akan diuraikan secara keseluruhan agar pembahasan ini lebih rinci dan detail sehingga diperoleh hasil analisis yang mendalam. Pembatasan hanya dilakukan untuk memilih bagian dari kumpulan cerpen yang akan diteiliti, yaitu  pada: (1) Robohnya Surau Kami, dan (2) Datangnya dan Perginya.
C.    Tujuan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang konflik religiusitas tokoh yang disampaikan pengarang dalam kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.
D.    Asumsi
Penelitian ini didasarkan sejumlah asumsi berikut:
1.       Suatu unsur karya sastra (unsur konflik religiusitas) akan lahir dan tercipta bersamaan atau erat sekali kaitannya dengan kehidupan dan lingkungan yang melatarbelakangi pengarangnya.


2.       Karya sastra (prosa) karena berangkat dari tradisi tertentu maka akan menghasilkan nilai-nilai tertentu pula.
3.       Kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis merupakan karya sastra yang perlu diteliti untuk kepentingan akademis.
E.     Manfaat Penelitian
Penelitian ini bermanfaat bagi :
1.      Pembelajaran bahasa Indonesia, yaitu sebagai bahan tambahan bagi pembelajaran bahasa Indonesia khususnya masalah konflik;
2.      Peneliti sendiri, dalam rangka mengembangkan dan memperdalam wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah;
3.      Peneliti lain, sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan keberhasilan tujuan penelitian khususnya yang berkenaan dengan bahan yang dikaji.
F.     Alasan Pemilihan Judul
1.      Alasan Objektif
a.         Dengan adanya konflik  dalam cerita hasilnya akan lebih hidup, hal ini merupakan salah satu dari sekian banyak cara pengarang untuk menciptakan konflik secara imanjinatif dalam karyanya.
b.         Kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis tergolong cerpen yang banyak memuat tentang konflik keagamaan sehingga akan menarik untuk diteliti.
2.      Alasan Subjektif
a.  Menurut peneliti, judul ini belum  pernah diteliti, oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana konflik religiusitas yang terdapat dalam kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.
b. Peneliti ingin mengembangkan pemikiran dan pengalaman mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan konflik religiusitas.
G.          Pengertian Istilah dalam Judul
Pengertian  istilah  dalam judul ini dimaksudkan agar tidak  terjadi  salah tafsir  atau  salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga  untuk menghindari  meluasnya  masalah  yang akan dibahas  dalam  penelitian  ini.

1.      Analisis
Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb) (Depdikbud, 1997:37).
2.      Konflik Religiusitas
Konflik adalah ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dsb) (KBBI, 1997:518)
Religiusitas lebih melihat aspek yang di dalam lubuk hati, riak getaran hati, nurani pribadi, sikap personal yang sedikit banyak misteri bagi orang lain, yakni cita rasa yang mencakup totalitas (termasuk rasio dan rasa manusiawi), kedalaman sipribadi manusia (Mangunwijaya dalam Nurgiyantoro, 1998:327).
3.      Tokoh
Yang dimaksud dengan tokoh adalah pemegang peran dalam Kumpulan Cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.
H.          Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka skripsi ini ditulis menjadi lima bagian, yaitu pendahuluan, kajian kepustakaan, metode penelitian, analisis data dan penutup.
Bab I pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Karena sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumusan masalah, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan.
Bab II kajian kepustakaan, yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tentang konflik religiusitas tokoh.
Bab III metode penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan teknik analisis data dalam kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis.
Bab IV hasil penelitian, yaitu menyajikan hasil penelitian yang menguraikan secara rinci analisa data secara deskriptif kualitatif.
Bab V sebagai penutup dari keseluruhan skripsi ini yang berisi kesimpulan dan saran.
Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog