Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

09 Mei 2011

Analisis Nilai-Nilai Sosiologis dalam Cerita Kenangan Sekayu Karya NH. Dini (BAB I)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?



BAB  I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Bahasa merupakan salah satu ciri kekhususan seni sastra. Hal ini disebabkan bahasa dalam seni sastra bersifat perasaan, mengandung banyak tafsir. Selain itu, bahasa seni sastra tidak saja menunjuk tetapi bersifat ekspresi, tidak hanya menerangkan  dan menyatakan apa yang dilakukan, namun bermaksud mempengaruhi dan menyatakan apa yang dilakukan namun bermaksud mempengaruhi sikap pembaca, membujuk dan mengubah pendirian pembaca. Di pihak lain, sastra lebih sekedar dari bahasa, deretan kata, namun unsur kelebihannya hanya dapat diungkap dan ditafsirkan melalui bahasa. Jika sastra dikatakan ingin menyampaikan sesuatu, mendialogkan sesuatu,s esuatu tersebut hanya dapat dikomunikasikan lewat sarana bahasa. Bahsa dalam satra mengandung fungsi utama yaitu fungsi komunikatif (Nurgiyantoro, 1994:272).
Dalam dunia sastra, dikenal istilah novel yang merupakan bagian dari prosa fiksi di samping roman dan cerpen. Prosa fiksi merupakan suatu sastra yang sering dipertentangkan dengan genre yang lain, misalnya dengan puisi, Namun pertentangan tersebut hanya bersifat teoritis saja. Prosa tidak hanya terbatas pada tulisan yang digolongkan sebagai karya sastra, melainkan juga berbagai karya non fiksi.
Sebagai suatu karya sastra, prosa sering disebut fiksi, teks naratif atau wacana naratif. Istilah fiksi dalam pengertian ini merupakan suatu rekaan cerita khayalan, sesuatu yang tidak terjadi sungguh-sungguh, sehingga kebenarannya tidak perlu dicari dalam dunia nyata.
Novel yang merupakan bagian dari prosa dalam kesusastraan memberikan gambaran sangat luas tentang pelaku utama dengan pengalaman dan kepribadian pengarang sendiri disertai pengalaman dan keadaan hidup sehari-hari yang bersifat kebetulan yang luar biasa sampai kepribadian batin yang mempunyai watak khas serta dengan keadaan rasa hati dan bentrokan jiwa yang timbul oleh susunan watak, kehidupan sehari-hari manusia yang mendekati kenyataan. Oleh karena itu, menurut Altenbernd dan Lewis (dalam Nurgiyantoro, 1994:2)  menjelaskan bahwa fiksi adalah prosa naratif yang bersifat imajinatif, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antarmanusia.
Sebagai suatu karya sastra, prosa fiksi menawarkan berbagai permasalahan baik antara manusia dengan manusia, hidup dengan kehidupan, serta manusia dengan lingkungannya. Yang sering menjadi persoalan dalam prosa fiksi adalah pertentangan antara kaum muda dan kaum tua yang mempertahankan adat istiadat yang menjadi tradisi nenek moyangnya. Sedangkan kaum yang ingin melepaskan diri dari ikatan itu serta membawa nilai-nilai baru dan ukuran baru pula.
Sapardi Djoko Damono mengatakan bahwa pendekatan sosiologi sastra yang paling banyak dilakukan saat ini menaruh perhatian yang paling besar terhadap aspek dokumenter sastra. Pandangan ini beranggapan bahwa sastra merupakan cermin langsung dari berbagai segi struktur sosial, hubungan kekeluargaan, pertentangan nilai. Dalam hal ini tugas ahli sosiologi sastra adalah menghubungkan pengalaman tokoh khususnya dan ciptaan pengarang itu dengan keadaan sejarah yang merupakan asal usulnya (1979:10).
Berkaitan dengan unsur sosiologis ada yang perlu dikemukakan bahwa sosiologi fokusnya adalah semua kegiatan yang ada hubungannya dengan masyarakat dalam arti sosiologi tidak terlepas dari hubungan individu dengan kelompok dan kebudayaan sebagai unsur-unsur yang bersaman-sama membentuk kenyataan masyarakat dan kenyataan sosial. Susanto mengatakan sosiologi adalah ilmu yang hendak dimengerti dan menjelaskan tindak-tindak sosial manusia hal mana manusia mempunyai pengaruh terhadp masyarakat (1983:2).
Tidak dapat dipungkiri bahwa karya sastra adalah sebuah fenomena sosial, karena pada hakikatnya sastra merupakan produk sosial. Sumardjo (1997:8) menjelaskan bahwa karya sastra yang bermutu merupakan penafsiran kehidupan. Sebuah karya sastra dihargai karena ia berhasil menunjukkan segi-segi baru dari kehidupan yang kita kenal sehari-hari, di sini sastra meneruskan tugas kehidupan nyata sehari-hari.
Sudah sewajarnya apabila sastra, yang pada awal perkembangannya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sosial, dianggap sebagai unsur kebudayaan yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi masyarakatnya. Menurut Plato,  segala yang ada di dunia ini sebenarnya hanya merupakan tiruan dari kenyataan tertinggi yang berada  di dunia gagasan (dalam Damono 1979:16).
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji cerita kenangan “Sekayu”  dengan menganalisis nilai-nilai sosial dengan judul penelitian Analisis Nilai-Nilai Sosiologis dalam Cerita Kenangan Sekayu Karya NH. Dini”.
B.   Permasalahan
1.    Rumusan Masalah
Berdasarkan  judul  dan uraian latar belakang masalah di atas,  maka  dapat dirumuskan suatu masalah  dalam bentuk kalimat tanya sebagai berikut:
-         Bagaimanakah nilai-nilai sosial dalam Cerita Kenangan “Sekayu” Karya NH. Dini?

2.    Penegasan Konsep Variabel
Penelitian ini  merupakan  penelitian kualitatif  yang terdiri dari satu variabel. Variabel yang dimaksud  adalah nilai-nilai sosiologis dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH. Dini.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap judul, maka perlu  adanya penegasan terhadap konsep variabel sebagai batasan operasional.
Nilai-nilai merupakan sifat atau hal yang penting bagi kemanusiaan (KBBI, 1994:537). Nilai adalah sesuatu yang dianggap baik dan terpelihara oleh manusia dalam masyarakat (Depag, 2004:31). Nilai atau dalam bahasa Inggris disebut value merupakan sesuatu yang abstrak dan bersifat ideal tetapi melekat pada diri individu dan mempengaruhi jiwa seluruh anggota masyarakat.
Sosiologis dapat diartikan mengenai sosiologi, yaitu pengetahuan atau ilmu tentang sifat perilaku dan perkembangan masyarakat (Depdikbud, 1994:958).
Nilai-nilai sosilogis dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH. Dini adalah nilai-nilai yang dapat mempengaruhi pengembangan pribadi dalam masyarakat secara positif maupun secara negatif dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH. Dini. 
3.    Deskripsi Masalah
Sosiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial dengan gejala non-sosial (misalnya gejalan geografis, biologis, dan sebagainya) (Abdulsyani, 2002:5). Berdasarkan pada pengertian tersebut objek materi sosiologi adalah gejala dan proses kehidupan manusia dalam kelompoknya, proses pembentuk, perkembangan dan bentuk sistem hidup manusia dengan memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi proses kehidupan antar manusia.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi (dalam Abdulsyani, 2002:6) mengatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, dan nilai sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.
Struktur sosial adalah jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan-lapisan sosial.
Proses sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok dan atar kelompok dengan kelompok, berdasarkan potensi atau kekuatan masing-masing. Dalam hal ini proses sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk yaitu: kerjasama (cooperation), persaingan (competition), pertikaian atau pertentangan (conflict), dan akomodasi (acomodation).
Berdasarkan wujudnya, ada tiga macam nilai yanki: (1) nilai fisik atau nilai materiil, (2) nilai aktivitas atau nilai vital, dan (3) nilai non fisik atau nilai spiritual (Depag, 2004:37).
Nilai fisik atau nilai materiil adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. Artinya sesuatu objek dikatakan mempunyai nilai materiil apabila memiliki daya guna, berguna, memiliki asa guna bagi jasmani manusia. Misal makanan, minuman, pakaian, kendaraan, dan sebagainya.
Nilai aktivitas atau nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan kegiatan (aktivitas). Artinya sesuatu objek dikatakan mempunyai nilai vital apabila objek tersebut dapat mengakibatkan manusia memiliki aktivitas. Misalnya transportasi, transaksi jual beli, dan sebagainya.
Nilai spiritual atau nilai rohani yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur rohani apabila memiliki daya guna, berguna, memiliki asas guna bagi rohani manusia. Nilai spiritual dibagi menjadi empat, yaitu (1) nilai kebenaran, (2) nilai keindahan, (3) nilai kebaikan, dan (4) nilai relegius.
Cerita kenangan “Sekayu” adalah sebuah karya NH. Dini yang menceritakan kisah kenangan yang keempat dari lima seri cerita yang diterbitkan, merupakan kisah perjalanan seorang NH. Dini dari kecil hingga remaja (Prihatmi, 1999:61). Cerita kenangan “Sekayu” ini berisi 184 halaman terdiri dari 12 bagian.

4.    Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya masalah yang terdapat dalam penelitian ini dan terbatasnya waktu maka perlu diberikan pembatasan terhadap masalah yang akan diteliti dengan harapan pembatasan dalam penelitian ini lebih rinci dan lebih detail. Adapun pembatasan masalah tersebut sebagai berikut:
1.    Nilai-nilai fisik atau nilai materiil dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH.Dini.
2.    Nilai aktivitas atau nilai vital dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH.Dini.
3.    Nilai non fisik atau nilai spiritual dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH.Dini.
4.    Cerita kenangan “Sekayu” dibatasi pada bagian, 5,6,7,8,9,dan 10.
C.   Tujuan Pembahasan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi objektif tentang:
a.    Nilai-nilai fisik atau nilai materiil dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH.Dini.
b.    Nilai aktivitas atau nilai vital dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH.Dini.
c.     Nilai non fisik atau nilai spiritual dalam cerita kenangan “Sekayu” karya NH.Dini.
D.   Pentingnya Penelitian
Penelitian ini penting karena hasilnya bermanfaat bagi:
a.    Peneliti
Penelitian ini bermanfaat untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang karya sastra khususnya cerita kenangan “Sekayu” karya NH. Dini.
b.    Pengajaran Sastra
Bagi pengajaran sastra, khususnya apresiasi sastra penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pengajaran di sekolah.
c.     Peneliti Lanjutan
Penelitian ini dijadikan salah satu landasan untuk usaha-usaha pengkajian atau penelitian lebih lanjut terhadap cerita rekaan “Sekayu” karya NH. Dini.
E.    Alasan Pemilihan Judul
1.    Alasan Objektif
a.       Karya sastra berkembang sesuai dengan kemajuan zaman, karena itu pengkajian terhadap karya sastra (fiksi) perlu terus dilakukan.
b.      Pengkajian ini akan membantu kita dalam memberikan sumbangan pemikiran sebagai salah satu pendekatan, yaitu pendekatan bagi pengajaran apresiasi sastra khususnya prosa fiksi.
c.       Pengkajian ini akan memerikan wawasan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai sosial dalam karya sastra secara optimal.
2.    Alasan Subjektif
a.    Menurut peneliti judul ini belum pernah diteliti, oleh karena ini peneliti tertarik untuk meneliti cerita kenangan “Sekayu” karya NH. Dini.
b.    NH. Dini merupakan salah satu sastrawan yang sangat produtif dan potensial sehingga peneliti bersimpati kepadanya dengan mengkaji salah satu karya sastranya.
F.          Pengertian Istilah dalam Judul
Pengertian  istilah  dalam judul ini dimaksudkan agar tidak  terjadi  salah tafsir  atau  salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga  untuk menghindari  meluasnya  masalah  yang akan dibahas  dalam  penelitian  ini.
Bebarapa istilah penting dalam penelitian ini, antara lain:
1.    Nilai-nilai Sosiologis
Nilai-nilai merupakan sifat atau hal yang penting bagi kemanusiaan (Depdikbud, 1994:537). Sosiologis adalah mengenai pengetahuan/ ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat  (Depdikbud, 1994:958).
Nilai-nilai sosiologis adalah hal yang dapat mempengaruhi perkembangan manusia dalam masyarakat.
2.    Cerita Kenangan
Cerita adalah karangan yang menuturkan perbuatan pengalaman atau penderitaan orang, kejadian, dsb (baik yang sungguh-sungguh terjadi maupun yang hanya rekaan belaka) (Depdikbud, 1994:186).
Kenangan adalah sesuatu yang membekas diingatan, kesan (Depdikbud, 1994:477).
Cerita kenangan adalah karangan yang menceritakan pengalaman seseorang.
3.    Sekayu
Adalah salah satu cerita kenangan karya NH. Dini yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta pada bulan November 1988.
G.         Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah cerita kenangan ”Sekayu” karya NH Dini yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta pada bulan November 1988.
H.         Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi lima bagian sebagai berikut:
Bab I pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Karena sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumusan masalan, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan. Melalui bab ini diharapkan pembaca memperoleh gambaran tentang isi skripsi yang akan dibahas.
Setelah pembaca memperoleh pesan sekilas melalui bab I tentang pokok-pokok permasalahan maka pada bab II disajikan kajian pustaka, yang berisi uraian tentang variabel yang akan dijaki sebagai usaha untuk menjawab rumusan masalah.
Setelah konsep teori dikuasai maka penganalisisan diperlukan metode penelitian yakni pada Bab III yang berisi metodologi penelitian. Berdasarkan konsep dan metode yang dipilih, baru peneliti melakukan analisis pada Bab IV yang berisi hasil penelitian.
Sebagai penutup dari keseluruhan isi skripsi penulis menyajikan Bab V yang berisi kesimpulan dan penutup. Bab ini berisi juga jawaban konkret dari rumusan masalah yang ada pada Bab I.
Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog