Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

22 Mei 2011

analisis kasih sayang dalam novel robert anak surapati karya abdul moeis (bab i)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Sastra dan kehidupan tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Pengarang melihat kejadian, kemudian berdasarkan fakta itulah ia menceritakan secara imajiner dalam karyanya. Pengarang menghayati berbagai permasalahan dengan penuh kesungguhan yang kemudian diungkapkannya kembali melalui cerita fiksi sesuai dengan pandangannya. Fiksi menceritakan interaksi pengarang dengan lingkungannya dan sesamanya, bahkan interaksinya dengan dirinya sendiri. Karya sastra merupakan salah satu dari beberapa sarana yang digunakan oleh pengarang untuk menyampaikan kisah kehdupan manusia sehari-hari melalui bahasa tulis. Dengan karya sastra kita dapat memperoleh pengetahuan luas dan pemahaman yang mendalam tentang diri kita, tentang dunia dan kehidupan kita.
Karya sastra adalah karya seni yang indah dan merupakan pemenuhan kebutuhan manusia terhadap naluri keindahannya. Karya sastra dapat memberikan pada kita penghayatan yang mendalam terhadap apapun yang kita ketahui. Pengetahuan yang kita peroleh bersifat penalaran, tetapi pengetahuan itu dapat menjadi hidup dalam sastra (Sumardjo, 1979:9).
Sebagai karya imajiner dan estetis, novel dalam kesusastraan disebut tergolong karya fiksi, teks naratif, atau wacana naratif. Istilah fiksi dalam pengertian ini adalah cerita rekaan atau khayalan, sesuatu yang tidak terjadi sungguh-sungguh sehingga tidak perlu dicari kebenarannya.
Sebagai karya imajiner, novel menawarkan berbagai permasalahan manusia dan kemanusiaan, hidup dan kehidupan. Pengungkapannya dilakukan secara selektif dan dibentuk sesuai dengan tujuannya dengan memasukkan unsur hiburan dan penerangan terhadap kehidupan. Oleh karena itu fiksi dapat diartikan sebagai prosa naratif yang bersifat imajinatif (Nurgiyantoro, 1998:2).
Tidak dapat dipungkiri bahwa karya sastra adalah sebuah fenomena sosial, karena pada hakikatnya sastra merupakan produk sosial. Itulah sebabnya, apa yang tergambar dalam karya sastra adalah sebuah entitas masyarakat yang bergerak, baik yang berkaitan dengan struktur, fungsi, maupun aktivitas dan kondisi sosial budaya sebagai latar belakang kehidupan masyarakat pada saat karya sastra diciptakan.
Seorang pengarang hakikatnya adalah seorang anggota masyarakat. Oleh karena itu, ia terikat oleh status sosial tertentu. Itulah sebabnya sastra dapat dipandang sebagai institusi sosial yang menggunakan medium (sarana) bahasa. Bahasa itu sendiri merupakan produk sosial sebagai sistem tanda yang bersifat arbitrer. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial (Darmono, 1997: 16).
Kasih sayang merupakan bagian dari kehidupan manusia. Pengakuan akan hal ini tidak saja diberikan oleh anggota-anggota sesuatu komunitas tertentu, akan tetapi kebenarannya telah diakui secara unversal, dalam arti telah merupakan pengertian yang sangat umum. Dalam karya sastra tidak sedikit kita temukan pengarang memanfaatkan hal ini untuk menarik minat pembacanya. Karena pembahasan kasih sayang tidak sekedar pertautan antara unsur-unsur yang wajar saja, tetapi lebih luas dari itu ia mempunyai hubungan pengertian dengan konstruk lain, seperti cinta, kemesraan, belas kasihan, atau dengan aktivitas pemujaan.
Memang harus diakui bahwa, hidup ini adalah pemberian perhatian orang lain. Baik perhatian yang diperoleh dari orang tua, saudara, suami isteri, kawan dan sebagainya. Dapat dibayangkan seandainya hidup saling mengacuhkan, hidup sendiri dengan tiadanya saling memperhatikan terhadap lingkungan. Adalah mustahil kita hidup sendiri. Hidup ini akan menjadi indah, bahagia, mengesankan, bermanfaat bagi kita sendiri atau orang lain bila kita saling memperhatikan
Saling memperhatikan menggambarkan adanya hubungan kasih sayang. Kasih sayang terbentuk kalau kita saling memperhatikan. Kasih sayang sebuah nama yang indah dan suci, yang didambakan setiap insan. Kasih sayang takkan lahir jika kita tak melahirkannya. Kasih sayang membutuhkan keterbukaan, pengertian, pengorbanan, tanggung jawab dan sebagainya.
Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis merupakan salah satu karya sastra yang diterbitkan Balai Pustaka dengan cetakan pertama tahun 1953. Novel ini menarik untuk dikaji karena di dalamya terdapat banyak hal-hal yang menyangkut unsur-unsur kasih sayang yang dirasa perlu untuk diteliti lebih dalam lagi.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk mengkaji novel “Robert Anak Surapati” karya Abdoel Moeis dari unsur kasih sayang tokohnya dengan judul penelitian “Analisis Kasih Sayang dalam Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis”.
B. Permasalahan
1. Perumusan Masalah
Berdasarkan judul dan uraian latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah dalam bentuk kalimat tanya sebagai berikut:
Bagaimanakah bentuk-bentuk kasih sayang dalam Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis?

2. Penegasan Konsep Variabel
Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang terdiri dari satu variabel. Variabel yang dimaksud adalah kasih sayang dalam Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap judul, maka perlu adanya penegasan terhadap konsep variabel sebagai batasan operasional.
Secara longgar, kasih sayang bisa diartikan sebagai perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang (Widagdho, 1991:42). Dari pengertian yang sangat sederhana tersebut, tampak bahwa kasih sayang paling tidak menuntut adanya dua pihak yang terlibat di dalamnya, yaitu seorang yang mencurahkan perasaan sayang, cinta dan suka, dan seseorang yang memperoleh curahan kasih sayang, cinta dan suka itu sendiri.
Jadi, yang dimaksud dengan kasih sayang dalam novel Robert Anak Suropati adalah curahkan perasaan sayang, cinta dan suka dalam novel Robert Anak Suropati karya Abdoel Moeis.
3. Deskripsi Masalah
Kasih sayang diartikan sebagai cinta, kasih atau suka akan (kepada). Dengan demikian, maka sayang memperkuat rasa kasih seseorang yang diwujudkan dalam tindakan yang nyata, dan semuanya bersumber dari rasa cinta (Supartono, 1992:57).
Walaupun kasih sayang dan cinta mengandung arti yang hampir sama, antara keduanya terdapat perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih sayang merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa mengarah kepada orang atau yang dicintai. Dengan kata lain, bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih sayang diwujudkan secara nyata.
Erich Fromm dalam Supartono (1992:57) menjelaskan bahwa kasih sayang adalah sikap, suatu orientasi watak yang menentukan hubungan pribadi dengan dunia keseluruhan, bukan menuju satu objek cinta, yaitu meliputi: (1) kasih sayang persaudaraan, (2) kasih sayang orang tua, (3) kasih sayang erotis, (4) kasih sayang diri sendiri, dan (5) kasih sayang terhadap Allah.
4. Batasan Masalah
Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas tidak akan diuraikan secara keseluruhan agar pembahasan ini lebih rinci dan detail sehingga diperoleh hasil analisis yang teliti dan seksama maka analisis ini akan dibatasi pada unsur kasih sayang meliputi (1) kasih sayang persaudaraan, (2) kasih sayang orang tua, dan (3) kasih sayang erotis.
C. Tujuan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang obyektif tentang kasih sayang yang disampaikan pengarang dalam Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis.
D. Asumsi
Penelitian ini didasarkan pada sejumlah asumsi sebagai berikut :
1. Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang dan di dalamnya terdapat realitas sosial serta biasanya realitas tersebut berhubungan dengan keadaan masyarakat.
2. Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis menggambarkan perjalanan seorang anak manusia yang mencari jati diri dan kasih sayang oang tuanya.
E. Pentingnya Penelitian
Penelitian ini penting karena hasilnya berguna bagi :
1. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, yaitu sebagai bahan tambahan untuk dijadikan bahan apresiasi dalam pokok bahasan kesusastraan, khususnya yang berkaitan dengan masalah tokoh dengan segala keberadaannya.
2. Peneliti, penelitian ini bermanfaat dalam rangka mengembangkan wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah.
3. Para pemerhati sastra dan budaya Indonesia, sebagai bahan dan masukan untuk menambah wawasan dalam memahami karya-karya sastra yang ada dan lahir di Indonesia sehingga akan memperkaya khazanah sastra tanah air.
F. Alasan Pemilihan Judul
1. Alasan Objektif
a. Novel sebagai sebuah karya sastra tentu di dalamnya mengandung realitas sosial yang digambarkan pengarang melalui tokohnya termasuk tentang kasih sayang.
b. Unsur-unsur sebuah novel dapat ditelaah atau dikaji sebagai landasan untuk memahami totalitas makna sebuah karya sastra.
2. Alasan Subjektif
a. Sepengetahuan peneliti judul ini belum pernah dikaji sehingga penelitian ini menarik untuk dilakukan.
b. Peneliti ingin mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang karya sastra yang sudah didapat di bangku perkuliahan


G. Pengertian Istilah dalam Judul
Pengertian istilah dalam judul ini dimaksudkan agar tidak terjadi salah tafsir atau salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga untuk menghindari meluasnya masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini.
Bebarapa istilah penting dalam penelitian ini, antara lain:
1. Analisis
Analisis adalah satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian (Suharsimi, 1997:132), Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb) (Depdikbud, 1991:37).
2. Kasih Sayang
Kasih sayang diartikan sebagai cinta, kasih atau suka akan (kepada). Dengan demikian, maka sayang memperkuat rasa kasih seseorang yang diwujudkan dalam tindakan yang nyata, dan semuanya bersumber dari rasa cinta (Supartono, 1992:57).
3. Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis.
Novel adalah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku (Depdikbud, 1991:694).
Novel Robert Anak Surapati adalah salah satu novel karya Abdoel Moeis yang diterbitkan Balai Pustaka dengan cetakan pertama tahun 1953.
H. Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi lima bagian, yaitu pendahuluan, kajian kepustakaan, metodologi penelitian, analisis data dan penutup.
Bab I pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Karena sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumusan masalan, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan. Malalui bab I ini diharapkan memperoleh gambaran sekilas tentang skripsi yang sebenarnya.
Bab II kajian kepustakaan, yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tujuan yang ingin dicapai tentang kasih sayang.
Bab III metodologi penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan teknik analisis data untuk mengetahui unsur kasih sayang dalam Novel Robert Anak Surapati karya Abdoel Moeis.
Bab IV hasil penelitian, yaitu menyajikan hasil penelitian yang menguraikan secara rinci analisa data secara deskriptif kualitatif.
Bab V sebagai penutup dari keseluruhan skripsi ini yang berisi kesimpulan dan saran sebagai hasil data atau jawaban dari rumusan masalah dan sebagai manfaat atau tujuan yang ingin dicapai dari keseluruhan penelitian.
Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

1 komentar:

memiiy rise mengatakan...

kok smuax file not found

Posting Komentar

Arsip Blog

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog