Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

22 Mei 2011

Analisis bahasa surat dalam novel tenggelamnya kapal van der wijck (BAB I)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sastra merupakan pengungkapan baku dari apa yang disaksikan, dialami dalam proses kehidupan, serta apa yang direnungkan atau dipikirkan. Jadi hakikat sastra merupakan suatu pengungkapan kehidupan lewat bahasa. Yang mendorong lahirnya sastra adalah keinginan dasar manusia untuk mengungkapkan diri serta menaruh minat pada sesama manusia, untuk menaruh minat pada dunia realitas tempat hidupnya dan pada dunia angan-angan yang dikhayalkannya sebagai dunia nyata, dan keinginan dasar untuk mencintai bentuk sebagai bentuk, artinya bahwa setiap manusia senang pada sesuatu yang konkrit, riil, dan yang bisa dipegang. Sastra lahir sebagai dorongan-dorongan asasi yang sesuai dengan kodrat insani sebagai manusia.
Seorang pengarang akan mengungkapkan segala perasaannya melalui gaya bahasa yang berlainan, sesuai dengan pribadi pengarang sendiri. Gaya atau gaya bahasa dikenal dalam retorika dengan istilah style. Kata style diturunkan dari kata latin stilus, yaitu semacam alat untuk menulis pada lempengan lilin. Kelak pada waktu penekanan dititikberatkan pada keahlian untuk menulis indah, maka style lalu berubah menjadi kemampuan dan keahlian untuk menulis atau mempergunakan kata-kata secara indah. (Keraf,2002;112).
Dalam hal ini ada dua aliran terkenal yakni :
 a. Aliran Platonik : Menganggap style sebagai kualitas suatu ungkapan, menurut mereka ada ungkapan yang memiliki style, ada juga yang tidak memiliki style.
b.  Aliran Aristoteles : Menganggap bahwa gaya adalah suatu kualitas intern yang ada dalam setiap ungkapan. (Keraf,2002;112).
Bila penulis melihat secara umum, penulis dapat mengatakan bahwa gaya bahasa adalah cara mengungkapkan diri sendiri, entah melalui bahasa, tingkah laku, berpakaian dan sebagainya. Dengan menerima pengertian ini, maka kita dapat mengatakan,” cara menulis lain dari pada yang lain atau kebanyakan orang “, “cara berjalannya lain dari pada yang lain”, “cara berpakaiannya menarik perhatian orang banyak”, dan sebagainya yang memang sama artinya dengan “gaya menulis”, “gaya berpakaian”, “gaya berjalan”.
Dilihat dari segi bahasa, gaya bahasa adalah cara menggunakan bahasa. Gaya bahasa menginginkan kita dapat menilai pribadi, watak, dan kemampuan seseorang yang mempergunakan gaya bahasa itu.
Kemampuan seseorang dalam mempergunakan bahasa menurut situasi sosial, melahirkan gaya pada karya sastra yang diciptakan itu. Karena kemampuan dan situasi sosial itu tidak sama, maka gaya yang terdapat pada setiap sastrawanpun tidak sama pula. Oleh sebab itu, setiap sastrawan mempunyai gayanya sendiri-sendiri. Dan gaya yang tersendiri inilah yang membedakan seorang sastrawan dengan sastrawan yang lain. Maka dapat dikatakan bahwa membicarakan gaya seorang sastrawan adalah membicarakan sastrawan itu sendiri. Seperti kata Bufon : “Le Style C’ est I homme me me”, yang berarti gaya adalah orang itu sendiri. Gaya tidak saja sebagai baju seorang pengarang tetapi (juga) kulitnya sendiri. Demikian jelasnya, bahwa membicarakan gaya bahasa pada karangan Hamka, sebenarnya membicarakan Hamka itu sendiri, apalagi Hamka adalah seorang sastrawan yang kontroversial dan difitnah sebagai plagiat akibat tulisan atau gaya pada penulisanyav tersebut. (Junus,1963;73)
Berdasarkan latar belakang di atas penulis tertarik untuk menganalisis gaya bahasa dalam karya sastra. Dalam penelitian ini, penulis akan meneliti lebih jauh tentang gaya bahasa yang ada di surat-surat dalam novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” karya Hamka.

B.    Permasalahan

1.  Perumusan Masalah
Dalam penelitian ini penulis menganalisis secara khusus gaya bahasa hanya pada surat-surat yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka. Oleh karena itu, rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : “Bagaimanakah penggunaan gaya bahasa yang ada pada surat-surat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka ?”.
2.  Penegasan Konsep Variabel
Untuk menghindari kesalahan persepsi dan perbedaan konsep serta memperjelas konsep variabel yang terdapat dalam judul, maka perlu adanya penegasan konsep sebagai batasan operasional.
Kajian ini merupakan penelitian kualitatif yang terdiri atas satu variabel. Analisis gaya bahasa surat-surat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka adalah suatu bentuk penyelidikan untuk memberikan tanggapan dan memberikan suatu uraian mengenai gaya bahasa yang dipergunakan oleh pengarang dalam karya sastranya yang berbentuk novel yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck.
3.  Deskripsi Masalah
Gaya bahasa merupakan kekuatan atau tenaga untuk menarik perhatian pembaca sehingga karangannya hidup, segar dan digemari orang (Suwandi,1982;150). Dari penggunaan gaya bahasa itulah seorang pengarang akan memiliki keistimewaan atau ciri khas dalam menyampaikan gagasan-gagasan lewat karya sastranya. Sehingga dengan begitu akan lebih mudah ia menarik perhatian dan minat orang yang membacanya. Hamka dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menggunakan gaya bahasa yang sedemikian rupa untuk menarik perhatian pembaca, sehingga pembaca terbawa atau ikut dalam cerita yang dibacanya.
Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah Macam-macam gaya bahasa yang ada di surat-surat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka. Gaya bahasa terdiri dari beberapa macam, antara lain : Eufunisme, Paralelisme, Sarkasme, Antitesis, Repetisi, Asindenton, Hiperbola, Metafora, Retorik, Klimak, Ironi, Pleonasme, Sisnisme, anekdok, Allegori, Tautologi, Polisidenton, Litotes, Personifikasi, Aradok, Antiklimaks, dan Simbolik. (Amron Parkamin dan Nor Bari, 1982:29-27).
4.  Batasan Masalah
Melihat luasnya masalah dalam kajian ini, maka perlu adanya batasan masalah untuk menghindari terjadinya kesalahfahaman dan meluasnya persoalan sekaligus mempertimbangkan waktu, tenaga dan kemampuan yang dimiliki oleh penulis. Batasan masalah yang dimaksud adalah surat yang ditulis Zainuddin kapada Hayati Hal. 129 – 134 dan surat Hayati kepada Zainuddin Hal. 205 – 209.
Gaya bahasa yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah tentang gaya bahasa kiasan yang meliputi :
a.      Gaya bahasa Hiperbola
b.     Gaya bahasa Litotes
c.      Gaya bahasa Personifikasi
d.     Gaya bahasa Simile
e.      Gaya bahasa Paradok
f.        Gaya bahasa Eufinisme
Penulis memilih enam gaya bahasa tersebut karena penulis mempertimbangkan waktu, tenaga dan kemampuan yang dimiliki penulis sehingga mencegah kemungkinan terjadi kesalahfahaman dan meluasnya persoalan.

C.    Tujuan Pembahasan

Tujuan pembahasan dalam penelitian ini adalah untuk mendapatkan perincian atau deskripsi masalah yang objektif terhadap surat-surat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.

D.    Asumsi

Penelitian ini dilandasi oleh sejumlah anggapan dasar sebagai berikut :
a. Novel-novel karya Hamka merupakan novel berisikan ajaran keriligiusan (keagamaan).
b. Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka merupakan novel yang konvensional dan penuh dengan gaya bahasa yang unik dan menarik.
c. Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka menyajikan gaya bahasa yang berbeda dengan novel yang lain.
d. Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka merupakan karya Hamka yang paling populer.

E.     Pentingnya Penelitian

Penelitian ini penting karena hasilnya bermanfaat bagi :
a. Pengajaran apresiasi sastra khususnya novel agar dapat mencapai tujuan.
b. Bagi peneliti, penelitian ini bermanfaat dalam rangka mengembangkan wawasan keilmuan yang tidak diperoleh di bangku kuliah.
c. Bagi peneliti lain dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji.

F.     Alasan Pemilihan Judul

a.  Alasan Objektif
1.      Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah novel yang religius dan mudah difahami bahasanya.
2.      Gaya bahasa novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck mempunyai keunikan tersendiri tidak seperti novel yang lainnya.
b.  Alasan Subjektif
1.      Menurut peneliti judul ini belum pernah diteliti. Oleh karena itu, peneliti tertarik meneliti penggunaan gaya bahasa di surat-surat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka.
2.      Peneliti ingin mengembangkan pemikiran dan pengalaman mengenai penggunaan gaya bahasa di surat-surat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka.

G.    Pengertian Istilah Dalam Judul

a. Analisis adalah penyeledikan suatu peristiwa (karangan, perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui apa sebab-sebab, bagaimana duduk perkaranya (Kamus Umum Bahasa Indonesia,1985;35).
b. Gaya bahasa adalah suatu kecakapan tertentu yang berwujud (immaterial). (Parkamin,1982;27).
c.  Surat adalah kertas yang tertulis (Debdikbud,1994;979).
d. Novel adalah suatu karangan prosa panjang, mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang-orang disekelilingnya dengan menonjolkan watak dan karakter pelaku (Debdikbud,1994;649).
e. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah judul novel karangan Hamka.

H.    Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini adalah sebuah novel berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck yang diterbitkan oleh penerbit PT. Bulan Bintang – Jakarta 1984.

I.        Teknik Pengumpulan Data

Tehnik adalah cara atau langkah-langkah dan seperangkat alat yang digunakan dalam keseluruhan proses penelitian. Bertolak dari latar belakang masalah dan tujuan yang ingin dicapai, maka teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik observasi. Teknik ini digunakan peneliti dalam mengadakan pengamatan terhadap novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.

J.      Teknik Analisa Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini sebagai berikut :
a.   Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka yang diterbitkan oleh PT. Bulan – Bintang; Jakarta 1984.
b). Klasifikasi Data
Dengan berorientasi pada masalah yang sudah ditetapkan dan tujuan yang ingin dicapai, maka data yang sudah dideskripsikan kemudian diklasifikasikan.
c.   Analisis Data
Dalam analisis data ini langkah yang dilakukan adalah :
1. Mendeskripsikan data yaitu novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.
2. Selanjutnya mengklasifikasikan unsur yang akan dianalisis.
3. Setelah data diklasifikasikan kemudian dianalisis secara kualitatif.
4. Menetapkan kesimpulan yang merupakan jawaban terhadap masalah yang ditetapkan.

K.    Sistematika Penulisan

Dalam penulisan laporan ini digunakan penulisan sebagai berikut :
Bagian awal yang terdiri dari halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto/persembahan, kata pengantar, dan daftar isi.
Bab I, Pendahuluan yang berfungsi sebagai pengantar terdiri dari latar belakang masalah, permasalahan meliputi rumusan masalah, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, metode penelitian, pengertian istilah dalam judul, dan sistematika penulisan.
Bab II, berupa kajian pustaka. Pada bab ini  akan diuraikan secara teoritis tentang gaya bahasa dalam upaya mendeskripsikan masalah yang diteliti.
Bab III, Metodologi penelitian berfungsi sebagai acuan dalam menentukan objek, tehnik penggunaan data dan tehnik analisis data. Tehnik ini dipakai untuk menemukan penggunaan gaya bahasa di surat-surat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Hamka.
Bab IV, Hasil penelitian yang berfungsi sebagai hasil analisis teoritis mengenai pokok permasalahan yang diteliti, yang meliputi diskripsi data, rekapitulasi data temuan dan deskripsi kualitatif.
Bab V, Penutup berfungsi menutup seluruh kegiatan penelitian yang berisi kesimpulan dari jawaban serta rumusan masalah, tujuan yang ingin dicapai dan saran –saran yang diperoleh dari hasil pembahasan untuk kepentingan dunia sastra dan pendidikan.

Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog