Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

27 April 2011

Tinjauan Semantik Wacana Headline News di Jawa Pos (Bab II)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB II
KAJIAN TEORITIS

                  Dalam kajian akan dipaparkan tentang  ( A ) Kajian Semantik  meliputi: 1)  pengertian semantik,  2)  tujuan semantik, 3)  jeni-jenis semantik,  ( B ) kajian  wacana jurnalistik meliputi :1) Pengertian wacana, 2) Pengertian Wacana Jurnalistik, 3) Jenis-jenis wacana Jurnalistik, ( C) Kajian wacana Jurnalistik pada surat kabar Jawa Pos meliputi 1)   Jenis-jenis wacana di Jawa Pos, 2) Pengertian Headline News ,  3) Headline News di jawa Pos dan  ( D ) Hubungan semantik dengan Headline News sebagai sebuah wacana .
A.     Kajian Semantik
      1. Pengertian Semantik
Secara etimologi atau ilmu asal usul kata istilah semantik adalah teknis yang mengacu pada studi tentang makna (arti,ingris: Meaning ) dan juga semantik  mempunyai defenisi tentang studi tentang makna unsur bahasa baik dalam wujud morfem, kata atau kalimat (Mansoer Pateda, 2001: 23), adapun dalam kamus Besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa semantik adalah bagian dari tata bahasa yang menyelidiki tentang tata makna atau arti kata-kata dan bentuk linguistik, fungsinya adalah sebagai simbol dan peran yang dimainkan dalam hubungannya dengan kata-kata lain dan tindakan manusia (Kamus Besar  Bahasa Indonesia, 2000 :1025 )  dengan demikian secara sederhana Semantik dapat diartikan studi tentang makna .Pengertian yang lebih luas  diungkapkan oleh  Geoffey Leech bahwa semantik adalah ( sebagai studi tentang makna ) yang menjadi masalah pokok dalam komunikasi ;  dan  karena komunikasi menjadi faktor yang makin penting dalam organisasi sosial, kebutuhan untuk memahami semantik menjadi makin mendesak dan semantik juga merupakan studi tentang pikiran manusia yaitu proses berpikir, kognisi dan konseptual, semua ini saling berkaitan dengan cara kita mengklasiikasikan dan  mengemukakan pengalaman kita tentang dunia nyata melalui bahasa  ( Geoffey Leech ,2003 :1 ).
Sedangkan Drs. Abdul Chaer menyatakan Semantik adalah bekal awal untuk memahami makna bahasa khususnya bahasa Indonesia sebagai salah satu komponin bahasa semantik pernah kurang diperhatikan orang karena objek studinya yaitu makna, dan makna dianggap sangat sukar ditelusuri dan dianalisis strukturnya, Namun dewasa ini keadaan itu sudah berbalik, kini semantik dianggap sebagai komponin bahasa yang tidak dapat dilepaskan dalam pembicaraan  Linguistik  dan sesungguhnya tindakan berbahasa itu tidak lain dari pada upaya untuk menyampaikan makna yang penutur maksud             (Abdul Chaer, 202 : 1 ),  bersamaan dengan pendapat ini kata semantik kemudian disepakati sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang ditandainya,  atau dengan kata lain bidang studi dalam linguistik yang mempelajari tentang makna atau arti didalam bahasa (Mansoer Pateda, 2001 : 6 ) .
Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa semantik adalah sebagai salah satu komponin bahasa yang mempelajari tentang makna baik makna yang tersirat pada kata, frase,  kalimat atau yang tersirat pada  wacana .  
2. Tujuan Mempelajari Semantik.
Telah diketahui bahwa untuk membedakan  jenis pengetahuan yang satu dengan  pengetahuan-pengetahuan yang lainnya maka ontologinya pertanyaan yang dapat diajukan adalah apa yang dikaji oleh pengetahuan itu ?, epistemologi dari hal tesebut, bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tersebut ? dan aksiologinya adalah untuk apa pengetahuan diimaksud dipergunakan, oleh karena sifat aksiologinya luas, maka perlu ditetapkan tujuan mempelajari semantik          ( Suria sumantri ,1990 :35 ) .
Adapun tujuan semantik adalah untuk mengetahui makna dari kata, kalimat dan wacana, baik yang dikomunikasikan secara langsung atau melalui tulisan.  Tujuan ini bergantung pada orang yang mempelajari dan bergantung pula pada bidang yang digeluti dalam tugas sehari-hari, misalnya seorang wartawan, reporter atau orang yang bergelut dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaan mereka akan memperoleh hal yang praktis dari tujuan mengetahui semantik, pengetahuan akan memudahkan dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum,lain lagi tujuan mempelajari semantik bagi mahasiswa yang belajar di fakultas sastra , pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoritis kepadanya untuk dapat menganalisis bahasa atau bahasa yang sedang dipelajarinya ( Drs Abdul khair, 202 : 11 ).
3. Jenis-jenis Semantik
Semantik adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji sistem makna maka yang  menjadi objek semantik dapat dikaji dari banyak segi terutama teori atau aliran yang berada dalam linguistik, teori yang mendasari dari lingkungan mana semantik dibahas membawa kita untuk mengetahui tentang jenis-jenis semantik ,  adapun jenis –jenis semantik sebagai berikut :
a)     Semantik Behavioris   : aliran ini berpendapat bahwa makna berada dalam rentangan stimulus dan respon antara rangsangan dan jawaban, situasi ,kondisi, pengalaman, pembiasaan dan adanya data. Dalam hal ini makna dapat diketahuai dengan memahami melalui proses mengganti seperti perut yang keroncongan diganti dengan kata lapar dan buah yang tergantung pada pohonnya diganti dengan mangga ( Mansoer Pateda, 2001: 68 )  .
b)     Semantik Diskriptif : kajian semantik ini adalah kajian yang khusus memperhatikan yang sekarang berlaku dan ketika kata itu pertama kali muncul  tidak diperhatikan seperti kata juara yang diperhatikan hanya orang yang mendapat peringkat teratas dalam pertandingan atau disekolah dan orang tidak pernah melihat makna sebelumnya yang mempunyai arti pengatur dan pelerai dalam persabungan ayam .
c)      Semantik generatif adalah kajain semantik yang khusus mengkaji makna dalam kalimat,Teori ini menganggap bahasa tidak boleh hanya terdiri dari kalimat-kalimat yang dapat diturunkan tetapi dipandang sebagai sistem kalimat yang berisi representasi fonologi dan representasi semantic . 
d)      semantik gramatikal adalah studi semantik yang khusus mengkaji makna yang terdapat dalam satuan makna, seperti dalam kalimat ini “ masih duduk,kakak sudah lama tidur ” dalam contoh ini sulit dianalisis kalau menafsirkan dari kata yang membentuknya dan contoh itu harus ditafsirkan dari keseluruhan isi kalimat itu bahkan sesuatu yang ada dibalik dalam kalimat ini .
e)     Semantik leksikal adalah kajian semantik yang memuaskan pada pembahasan sistem makna yang terdapat dalam kata, contoh kata habitat mempunyai banyak arti yaitu  (a)  tempat tinggal khas bagi seseorang dan kelompok 
 (b) Tempat hidup orgasme tertentu ; tempat hidup yang alami bagi tumbuh-tumbuhan dan hewan  (c) Tempat kediaman atau kehidupan tumbuhan, hewan dan manusia dengan kondisi tertentu pada permukaan bumi. Dan pada akhir-akhir ini makna kata habitat lebih dihubungkan dengan tempat hidup asli orgasme, tumbuh-tumbuhan dan hewan dengan ini  secara mudah untuk mengetahui makna leksikal dari suatu kata dengan memamfaatkan kamus yang lengkap baik yang berhubungan dengan istilah tertentu atau bersifat umum, dan ada juga leksikal yang berbentuk ajektif yang diturunkan dari bentuk nomina leksikon  (Vocabuler, kosa kata atau perbendaharaan kata ) dengan arti  lain makna leksikal dapat di artikan sebagai makna yang bersifat leksikon, bersifat leksem dan  bersifat kata dan dapat pula makna leksikal adalah makna yang sesuai dengan referennya, makna yang sesuai dengan hasil observasi alat  indra atau makna yang sungguh-sungguh nyata dalam kehidupan kita seperti tikus  makna leksikalnya adalah sebangsa binatang pengerat yang dapat menyebabkan penyakit contohnya  panen kali ini gagal diakibatkan oleh serangan hama tikus      
    f).     Semantik struktural adalah kajian semantik yang mengatakan setiap bahasa adalah sebuah sistem sebuah hubungan struktur yang unik yang terdiri dari satuan-satuan baik berupa fonem, morfem, kata, frase, klausa,. kalimat dan wacana., dalam  semantik struktural  terdapat makna sebuah kata, baik kata dasar maupun kata jadian sering sangat tergantung pada konteks kalimat atau konteks situasi, maka dari itu makna kata atau makna sebuah kalimat akan berubah ketika kalimat atau situasi berubah, maka dari itu makna struktural makna yang selalu berkenaan dengan struktur ketatabahasaan yang akan memberi makna tertentu sesuai dengan kontek struktur bahasa yang ada, situasi keadaan dan maksud tertentu dari orang yang berbicara . 
B.  Kajian Wacana Jurnalistik
       1..  Pengertian Wacana
Pada mulanya kata wacana dalam bahasa Indonesia digunakan untuk mengacu pada bahan bacaan, percakapan dan tuturan dan  pada akhirnya wacana digunakan sebagai istilah yang merupakan padanan dari istilah  Discourse (Bahasa ingris) yang mempunyai defenisi sebagai satuan bahasa yang paling besar yang  digunakan dalam komunikasi dan berada diatas dari kalimat, frase,kata dan bunyi yang secara berurutan rangkaian bunyi membentuk  kata, rangkaian kata membentuk frase, rangkaian frase membentuk kalimat dan pada akhirnya rangkaian kalimat akan membentuk wacana, baik wacana lisan maupun wacana tulisan  (Dalam  Eriyanto, 2005 : 57 ) .
Pengertian senada tentang wacana  atau Discourse di tegaskan oleh J.S Badadu   yang menyatakan bahwa wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya membentuk satu kesatuan sehingga terbentuklah makna yang serasi diantara kalimat-kalimat itu  (Dalam  Eriyanto, 2005 : 55 )
  Adapun menurut Tarigan  yang dimaksud wacana adalah satuan bahasa terlengkap dan tertinggi atau terbesar diatas kalimat atau klausa dengan koherensi dan kohesi tinggi yang berkesinambungan yang mempunyai awal dan akhir yang nyata dan disampaikan secara lisan atau secara tertulis (Dalam  Eriyanto, 2005 : 56 )
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut jelas bahwa yang dimaksud wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap yang bisanya merupakan rentetan kata atau kalimat yang koheren dan di sampaikan dalam bentuk lisan atau tertulis dan memiliki bagian awal dan bagian penutup  yang  mempunyai tujuan tertentu, adapun tujuan dari bentuk wacana adalah :
a). Wacana sebagai satuan bahasa yang paling besar yang digunakan dalam berkomunikasi baik lisan maupun tulisan .
b).  Wacana sebagai hasil dan proses, dalam komunikasi secara lisan wacana merupakan proses komunikasi secara lisan yang berupa rangkaian ujaran  dan ujaran ini sangat dipengaruhi oleh konteks karena wacana lisan bersifat tenporer yang fana  (wacana yang di ucapkan cepat hilang ) .
c).  Wacana sebagai penggunaan bahasa dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun secara tulisan, penggunaan bahasanya dapat berupa iklan, drama, diskusi, atau berbentuk makalah .
2.   Pengertian Wacana Jurnalistik
               Pengertian jurnalistik ditinjau dari etimologi atau ilmu asal-usul kata berasal dari kata “journal”atau “dujour” yang berarti hari, dimana segala berita atau warta itu termuat dalam lembaran yang tercetak (assegaf, 1985:10). Adapun dalam kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa definisi jurnalistik adalah perihal  yang berhubungan dengan persuratkabaran, kewartawanan atau ilmu komunikasi massa (kamus Besar Bahasa Indonesia, 2000 : 483 ) .
            Adapun pengertian yang lebih luas diungkapkan oleh Asep Syamsul bahwa jurnalistik adalah proses kegiatan meliput, membuat, dan menyebar luaskan peristiwa (news) dan pandangan (views) kepada halayak melalui saluran media massa (cetak atau eletronik) dan pelakunya disebut jurnalistik atau  wartawan. Dari pengertian tersebut, kita memperoleh gambaran bagaimana mengelola atau menyusun konsep kerja jurnalistik yaitu :
a.      Meliput dan membuat news dan views dan hal ini merupakan sisi ideal dari     Media yang menjasi tugas dari redaksi atau Wartawan .
b.      Menyeberkan kepada halayak ramai dan hal ini merupakan sisi komirsial yang menjadi tugas bagian pemasaran ( Sirkulasi, iklan, promosi ) (Dalam Bahrun 1999 :15 )

         Dalam meliput dan membuat berita (news dan views) bagian redaksi biasanya mempunyai acuan tertentu sebagai “Garis Besar Sebagai Redaksi” (GBSR),yang terdiri dari visi dan misi .
                   Penentuan visi dan misi sebuah penerbitan (media massa) penting artinya untuk menjadi pedoman jajaran redaksi dalam menjalankan tugasnya.
         Visi sebuah media antara lain dapat dilihat dan dituangkan dalam tajuk rencana media tersebut, karena lewat tajuk rencanalah biasanya sebuah media menunjukkan sikap secara jelas atas sesuatu masalah.misi sebuah media dijabarkan dalam rubrikasi. Misi ini pula yang menentukan pangsa pasar mana yang dituju media tersebut .

3. Jenis-Jenis Wacana Jurnalistik
      Di dalam dunia Jurnalistik ada banyak jenis wacana yang menjadi bagian dalam pemberitaan,  .
                  Jenis-jenis wacana jurnalistik itu sendiri meliputi :
      ►Jazz journalism. Jurnaliatik yang mengacu pada pemberitaan hal-hal yang sensasional, mengerakkan atau menggegerkan, seperti meramu gosip atau rumor.
      ►Adversary jurnalims.jurnalistik yang membuat misi penentangan atau permusuhan, yakni beritanya menentang terus Pemerintah atau penguasa (oposisi) .
      ►Government-say-so-journalims. Jurnalistik yang memberikan atau meliput apa saja yang disiarkasn Pemerintah layaknya koran pemerintah .
      ►Checkbook journalims. Jurnalistik yang untuk memperoleh bahan berita harus memberi uang pada sumber berita .
      ►Alcohol journalsm. Jurnalistik lebral yang tidak menghargai urusan pribadi seorang atau lembaga .
      ►Crusade journalims.jurnaliatik yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu, misalnya demokrasi, nilai-nilai islam atau nilai nilai kebenaran (Dedy Djamaluddin Malik,1989;198). 
                        Dalam jurnalistik di temukan pula jenis-jenis  yang banyak dipakai yaitu :
      ►Electronic journalims (Jurnalistik Elektronik), yakni pengetahuan tentang berita-berita yang di siarkan melalui media massa modern seperti felm, televesi, radio kaset, dan sebagainya.
      ►Junket journalims (jurnalistik Foya-foya), yaitu praktek jurnalistik yang tercela, yakni Wartawan yang mengadakan perjalanan jurnalistik atas biaya dan perjalanan  yang berlebihan yang diongkosi si pengundang .
      ►Gutter journalims (Jurnalistik Got), yaitu teknik jurnalistik yang lebih menonjolkan pemberitaan tentang seks dan kejahatan .
      ►Gossip Journalims (Jurnalistik Kasak-kusuk), yaitu jurnalistik yang lebih menekankan pada berita kasak-kusuk dan isu yang kebenarannya masih sangat diragukan (koran gosip).
►Development journalims (jurnalistik pembangunan), atau dalam istilah kita “pers pembangunan”, yaitu jurnalistik yang mengutamakan peranan pers dalam rangka pembangunan nasional, negara dan bangsanya (Dja’far H.Assegaf,1985;119) .
C.   Kajian Wacana Jurnalistik pada Surat Kabar Jawa Pos
      1. Jenis-jenis Wacana Jurnalistik di Jawa Pos
            Jawa Pos merupakan sebuah surat kabar yang sudah dikenal oleh pembacanya yang tentunya ada jenis tertentu didalam meletakkan sebuah berita agar berita yang dimuat sesuai dengan sasaran pembaca, sesuai dengan kebutuhan pembaca, menumbuhkan fanatisme pembaca, menciptakan kesetiaan pembaca dan menjadikan berita di Jawa Pos menjadi ajang gengsi bagi pembeli dan pembaca .
            Adapun Jenis-jenis berita yang dikenal di dunia Jurnalistik  antara lain :
·        Headline News: berita utama, penting yang menjadi pokok berita di Jawa pos, dan biasanya diletakkan di depan halaman .
·        Straigh News  berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas. Sebagian besar halaman depan surat kabar berita adalah berita langsung yang pada umumnya mengacu pada piramida terbalik ( Inverted Pyramid ) yaitu memulai berita dari hal yang paling penting .
·        Depth news : berita mendalam, dikembangkan dengan pendalaman hal-hal yang ada di bawah suatu permukaan .
·        Investigation news: berita yang dikembangkan berdasarkan penelitian dan penyelidikan dari berbagai sumber .
·        Interpretative news : berita yang dikembangkan dengan pendapat atau penilaian Wartawan berdasarkan fakta yang ditemukan .
·        Opinion news: berita mengenai pendapat seseorang, biasanya pendapat para cendikiawan, sarjana, ahli, atau pejabat. Mengenai suatu hal, peristiwa, kondisi  dari lingkungan sekitar .
·        Feature : Karangan khas yang menuturkan fakta, peristiwa atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya, duduk perkaranya, proses pembentukannya dan cara kerjanya .
2.  Pengertian  Headline News
Secara etimologi atau ilmu asal usul kata istilah Headline News berasal dari tiga kata yakni head  yang mempunyai arti kepala berita, line yang mempunyai arti garis dalam berita, news yang mempunyai arti berita, dengan demikian secara sederhana Headline News dapat didefenisikan dengan sederetan kalimat yang memuat bagian-bagian terpenting di dalam media yang berisi berita (Muhammad Faris Mahmud, 223: 1983) .
Pengertian yang lain diungkapkan oleh Asep Syamsul yang menyatakan bahwa Headline News  adalah  berita yang menjadi sajian utama, yang menarik perhatian pembaca sesuai dengan fakta berita yang ada apalagi berhembusan dengan kebutuhan pembaca (Asep Syamsul,2005 : 5). Selanjutnya pada  bagian lain Asep Syamsul bahwa yang dimaksud dengan Headline News adalah berita utama yang menjadi pokok pembahasan dalam sebuah media yang harus memenuhi empat unsur dalam berita yaitu :
a) cepat, aktual atau  ketepatan waktu, dan berita yang memberi pembaca pemahaman   atau informasi yang tidak diketahui sebelumnya. 
 b)  nyata (faktual) yakni informasi tentang sebuah fakta bukan fiksi atau karangan, Dan fakta dalam jurnalisti meliruti kejadian nyata, pendapat dan pernyataan sumber berita.
c)   Penting, isinya berita tersebut menyangkut  kepentingan orang banyak atau dinilai perlu untuk di ketahui dan di informasikan kepada orang banyak seperti kebikan baru pemerintah atau kenaikan harga .   
d)   Menarik yang mengundang orang banyak memaca berita tersebut,
(Asep Syamsul, 2005: 6 ).
3. Headline News di Jawa Pos
            Headline News adalah berita yang ada di Jawa Pos yang tak dapat di pungkiri lagi tentang keberadaan beritanya, bahwa Headline News yang ada di Jawa  Pos pada Era Globalisasi Informasi, beritanya telah menduduki peranan yang sangat strategis  dikarenakan teori jarum suntiknya yang dapat menggiring opini publik yang dikehendakinya, dan juga ada hal lain yang bisa membuat Headline News di Jawa Pos banyak diminati masyarakat pembaca dan pencari informasi  adalah sebagai berikut :
a.   Aktualitas :  kehangatan beritanya .
b.  Akurat : beritanya  tersusun secara cermat terutama masalah angka dan    nama sumber beritanya .


c.   Angel : laporannya yang dipilih dan bersifat ekslusif .
d.. Kelengkapan : beritanya ditulis dan diturunkan secara utuh sesuai dengan kejadiannya  .
e.   Kronologos  : Laporannya disusun berdasarkan urutan waktu .
f   Komposisi :  dalam beritanya penulisan beritanya berurut dari bagian yang terpenting diletakkan di depan tulisan (lead).
g.   Magnitude    : beritanya mempunyai daya tarik dengan gaya bahasanya, color atau warna sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya dan foto kejadiannya menarik seakan-akan tanpa membaca, pembaca sudah mengerti isinya.
            Dalam Headline News di Jawa Pos tanggal 2 sampai 7 April 2007  di beritakan tentang kejadian lumpur Lapindo  yang menjadi pokok pemberitaan, berita yang hangat dan banyak diperbincangkan oleh masyarakat pembaca saat itu, maka dari itu dalam analisis ini kami meninjau dari sisi semantik Leksikal dan Struktural terhadap Wacana Headline tersebut .    
D.  Hubungan Semantik dengan Headline News Sebagai Sebuah Wacana
      Hubungan semantik dengan Headline News sangat erat karena titik          penting dalam memahami media (Jawa Pos) adalah tentang pemaknaan terhadap isi dari suatu Headline News karena makna tidak tergantung pada struktur makna itu sendiri akan tetapi  makna tergantung pada  makna suatu produksi sosial atau pembaca yang berupaya memahami terhadap isi dan maksud berita tersebut (Jawa Pos) .
      Dengan ini surat Kabar (Jawa Pos) apabila pihak pembaca memberikan apresiasi yang baik, karena surat kabar tersebut sesuai dengan keinginan masyarakat pembaca dan pembaca sangat penting dan sangat diperhitungkan dalam menentukan berita apa yang harus dikeluarkan dalam hari ini,
 dan biasanya Headline News  menjadi wacana yang luas dan sering di perbincangkan apabila beritanya aktual, penting, sesuai dengan kebutuhan masyarakat pembaca,  apa adanya dan lugas yang mudah dimengerti oleh pembaca.
SELENGKAPNYA
KLIK DI SINI 
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog