Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

25 April 2011

NILAI-NILAI BUDI PEKERTI TOKOH DALAM NOVEL DARAH-DARAH KARYA ACHYAR NR

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Sastra adalah hasil kegiatan kreatif yang tersaji dalam sebuah karya. Sastra bukan sebuah imitasi, tetapi original, karena dari hasil pengamatannya terhadap situasi dan lingkungan pengarang. Hasil karya pengarang tersebut setidaknya diusahakan dapat dipahami oleh pembaca secara mudah, namun demikian, karya tersebut tetap mampu mengemban misi pengarang. Selain itu, sastra juga merupakan sebuah cermin atau gambaran  mengenai kenyataan yang dihasilkan melalui berbagai bentuk dan corak tersendiri.
Sejalan dengan hal tersebut, Roekhan (dalam Aminuddin, 1990:91) menyatakan wawasan yang telah lama menjadi pegangan umum terhadap dunia sastra adalah memanfaatkan kajian psikologi. Menurut Roekhan, dengan menggunakan pendekatan psikologi, sastra pada dasarnya merupakan hasil kreativitas pengarang yang menggunakan media bahasa dan diabdikan untuk kepentingan estetis (keindahan). Dengan kata lain, karya sastra merupakan suasana kejiwaan sang pengarang, baik suasana pikir maupun suasana rasa atau emosi.
Salah satu genre sastra yang berbentuk prosa dalam ukuran yang luas adalah novel. Ukuran yang luas dapat berarti cerita dengan plot (alur) yang kompleks, karakter yang banyak, tema yang kompleks, suasana cerita yang beragam, dan setting cerita yang beragam pula (Sumardjo, 1997:29). Dengan kompleksitasnya tersebut novel dapat menolong kita menjadi manusia yang berbudaya yaitu manusia yang selalu mencari nilai-nilai kebenaran dan  responsif terhadap apa-apa yang luhur dalam hidup. Sikap dan tingkah laku tokoh dalam novel sangat berpengaruh terhadap pembaca, khususnya dalam penyampaian pesan moral. Pengarang mengharapkan pembaca dapat mengambil hikmah dari pesan-pesan moral yang disampaikan, yang diamanatkan (Nurgiyantoro, 1998:321).
Saat ini era globalisasi dan informasi sedang merambah ke segala penjuru dunia termasuk Indonesia. Bagi bangsa Indonesia khususnya, banyak manfaat yang diperoleh darinya, tetapi di sisi lain tentu akan memiliki dampak negatif, baik terhadap dunia politik, perekonomian, sosial budaya, maupun terhadap perilaku seseorang. Oleh karena itu, agar kerpribadian dan jati diri bangsa Indonesia tidak terkikis oleh pengaruh dari luar, salah satu upaya untuk menangkal dan menanggulanginya, maka pendidikan budi pekerti harus diajarkan kepada anak-anak sedini mungkin.
Kesulitan untuk mewujudkan penyelenggaraan pendidikan budi pekerti sebagai mata pelajaran tersendiri dapat dipecahkan dengan penyediaan buku-buku bacaan yang memuat masalah budi pekerti yang disajikan secara menarik, dan salah satunya melalui novel.
Novel Darah-Darah merupakan salah satu buku cerita yang tersaji dalam bentuk Seri Budi Pekerti, diharapkan anak-anak Indonesia dapat menjadi anak-anak yang unggul dan tidak tertinggal dalam persaingan di duina yang semakin maju, tanpa meninggalkan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia. Novel ini sangat menarik dijadikan bahan penelitian karena banyak mengandung pesan budi pekerti yang menonjolkan perilaku, watak, perasaan, nurani yang berkaitan dengan masalah moralitas manusia khususya yang berkenaan dengan perilaku tokoh terhadap dirinya sendiri, dengan masyarakat (lingkungannya) termasuk lingkungan alam, serta hubungan tokoh terhadap Tuhannya.
Peneliti mengangkat Novel Darah-darah untuk dianalisis agar memperoleh gambaran tentang budi pekerti yang digambarkan lewat tokoh melalui perwatakan yang dibentuk Achyar NR  terhadap tokohnya.
B.    Permasalahan
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan  judul  dan uraian latar belakang masalah di atas,  maka  dapat dirumuskan suatu masalah  dalam bentuk kalimat tanya sebagai berikut:
-         Bagaimanakah  nilai-nilai budi pekerti tokoh dalam Novel Darah-Darah Karya Achyar NR?
2.      Penegasan Konsep Variabel
Penelitian ini  merupakan  penelitian kualitatif  yang terdiri dari satu variabel. Variabel yang dimaksud  adalah nilai-nilai budi pekerti tokoh dalam novel Darah-darah karya Achyar NR.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap judul, maka perlu  adanya penegasan terhadap konsep variabel sebagai batasan operasional.
Budi Pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, watak. (Depdikbud, 1997:150). Atau segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau tata cara (moral, adat, sopan santun, dsb.) dalam masyarakat beradab dalam memelihara hubungan baik antara sesama manusia. Secara umum budi pekerti menyaran pada pengertian  baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, dan sebagainya (ajaran tentang akhlak, susila).
Tokoh, menurut Abram adalah orang(-orang) yang ditampilkan dalam suatu karya naratif, atau drama, yang oleh pembaca ditafsirkan memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu seperti yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang dilakukan dalam tindakan (Nurgiyantoro, 1998:165).
Jadi, yang dimaksud dengan nilai-nilai budi pekerti tokoh dalam novel Darah-Darah adalah sifat atau hal yang penting dalam sikap/tingkah laku tokoh  dalam novel Darah-darah  karya Achyar NR.
3.      Deskripsi Masalah
a.      Ruang Lingkup Budi Pekerti
Ruang Lingkup budi pekerti itu sendiri dapat mencakup masalah seluruh persoalan hidup dan kehidupan, seluruh yang menyangkut harkat dan martabat manusia. Secara garis besar persoalan hidup dan kehidupan manusia itu dapat dibedakan ke dalam persoalan, yaitu (1) hubungan manusia dengan diri sendiri, (2) hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam, (3) hubungan manusia dengan Tuhannya (Nurgiyantoro, 1998:323).
b.      Tokoh
 Peristiwa dalam novel seperti halnya peristiwa dalam kehidupan sehari-hari, selalu diemban oleh tokoh dan pelaku-pelaku tertentu. Pelaku yang mengemban peristiwa dalam novel sehingga peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita disebut tokoh. Sedangkan cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku itu disebut penokohan (Aminuddin, 1995:79).
Dilihat dari segi peranan atau tingkat pentingnya tokoh dalam suatu cerita  terdapat (1) tokoh utama atau tokoh inti, yaitu tokoh yang memiliki peranan penting dalam suatu cerita dan ditampilkan terus-menerus sehingga terasa mendominasi sebagian besar cerita, tokoh utama paling banyak diceritakan dan selalu berhubungan dengan tokoh-tokoh lain, dan (2) tokoh tambahan atau tokoh pembantu, yaitu tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita dan itupun mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif pendek. (Nurgiyantoro, 1998:176). Tokoh dalam karya fiksi memiliki peran yang berbeda-beda dengan watak-watak tertentu, yaitu (1) protagonis, yaitu pelaku yang memiliki watak baik, dan (2) antagonis, yaitu pelaku yang memiliki watak jahat atau tidak baik.
4.      Pembatasan Masalah
Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas tidak akan diuraikan secara keseluruhan agar pembahasan ini lebih rinci dan detail sehingga diperoleh hasil analisis yang teliti dan seksama maka analisis ini akan dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
a.      Tentang budi pekerti penulis batasi pada hal yang berkenaan dengan persoalan (1) hubungan manusia dengan diri sendiri, (2) hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial termasuk hubungannya dengan lingkungan alam, (3) hubungan manusia dengan Tuhannya.
b.      Tokoh, penulis batasi pada tokoh utama yaitu Mira Nastiti dan Jaksi Santana.
C.    Tujuan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang obyektif tentang nilai-nilai/budi pekerti tokoh dalam novel Darah-darah  karya Achyar NR.
D.    Asumsi
1.      Novel Darah-Darah karya Achyar NR merupakan karya sastra yang mampu mengangkat persoalan kehidupan manusia khususnya tentang budi pekerti.
2.      Menganalisis Novel Darah-Darah karya Achyar NR bertujuan untuk memberikan nilai-nilai pemikiran, renungan inspirasi yang positif kepada penikmat sastra khususnya, kepada masyarakat pembaca umumnya.
3.      Menganalisis budi pekerti tokoh yang terdapat dalam Novel Darah-Darah karya Achyar NR supaya dapat dipahami sebagai realitas kehidupan manusia untuk dapat membedakan moralitas yang baik dan yang buruk.
E.     Manfaat Penelitian
Penelitian ini penting karena hasilnya berguna bagi :
1.      Pecinta sastra, yaitu sebagai bahan tambahan untuk memperoleh keilmuan tentang budi pekerti khususnya yang terkandung dalam Novel Darah-Darah karya Achyar NR.
2.      Peneliti sendiri, yaitu sebagai bahan untuk membangun wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah.
3.     Peneliti lain, yaitu sebagai bahan acuan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang berkenaan dengan bahan yang dikaji.
F.     Alasan Pemilihan Judul
1.      Alasan Objektif
a.      Darah-Darah merupakan salah satu karya Achyar NR yang mempunyai daya tarik tersendiri ditinjau dari bentuk penyampaian pesan moral, sehingga sangat menarik untuk diteliti.
b.      Menganalisis budi pekerti tokoh dalam novel Darah-Darah karya Achyar NR merupakan kajian tentang kemanusiaan berkaitan dengan perilaku sosial, baik dan buruk, benar dan salah yang dipandang peneliti perlu diangkat untuk menjadi bahan perenungan nilai tambah bagi pembaca.
2.      Alasan Subjektif
a.      Karena judul di atas sepanjang pengetahuan peneliti belum pernah diteliti oleh peneliti lain, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang budi pekerti pada novel Darah-Darah karya Achyar NR.
b.      Peneliti ingin mengembangkan pemikiran dan pengalaman mengenai pesan moral pada novel Darah-Darah karya Achyar NR.
G.          Pengertian dalam Judul
Pengertian  istilah  dalam judul ini dimaksudkan agar tidak  terjadi  salah tafsir  atau  salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga  untuk menghindari  meluasnya  masalah  yang akan dibahas  dalam  penelitian  ini.
Bebarapa istilah penting dalam penelitian ini, antara lain:
1.      Nilai-nilai
Nilai-nilai merupakan sifat atau hal yang penting bagi kemanusiaan (Depdikbud, 1997:537).
2.      Budi pekerti tokoh
Yang dimaksud dengan budi pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, watak. (Depdikbud, 1997:150).
Yang dimaksud dengan tokoh adalah pemegang peran dalam sebuah cerita atau prosa fiksi (Depdikbud, 1997:1065).
3.      Novel Darah-Darah
Novel Darah-darah adalah salah satu novel karya Achyar NR yang merupakan novel seri budi pekerti untuk Sekolah Menengah Umum.
H.          Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi lima bagian, yaitu pendahuluan, kajian kepustakaan, metodologi penelitian, analisis data dan penutup.
Bab I pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Karena sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumusan masalan, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan. Malalui bab I ini diharapkan  memperoleh gambaran sekilas tentang skripsi yang sebenarnya.
Bab II kajian kepustakaan, yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tujuan yang ingin dicapai tentang kasih sayang.
Bab III metodologi penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan teknik analisis data untuk mengetahui budi pekerti tokoh  dalam Novel Darah-Darah Karya Achyar NR.
Bab IV hasil penelitian, yaitu menyajikan hasil penelitian yang menguraikan secara rinci analisis data secara deskriptif kualitatif.
Bab V sebagai penutup keseluruhan skripsi ini yang berisi kesimpulan dan saran sebagai hasil data atau jawaban rumusan masalah dan sebagai manfaat atau tujuan yang ingin dicapai oleh keseluruhan penelitian.
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog