Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

29 April 2011

Korelasi Kemampuan Menghitung Bilangan Pecahan Dengan Prestasi Belajar Fisika Pada Pokok Bahasan Rangkaian Hambatan Listrik Siswa Kelas III MTS (BAB I)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan memegang peranan sangat penting dalam proses pembangunan untuk menjawab tantangan masa depan, oleh karena itu pendidikan perlu ditingkatkan. Hal ini sesuai dengan arah dan kebijaksanaan pendidikan diutamakan pada peningkatan mutu dan perluasan pendidikan dasar dalam rangka mewujudkan dan memantapkan pelaksanaan wajib belajar serta meningkatkan perluasan belajar pada tingkat pendidikan menengah.
Perkembangan dunia pendidikan banyak memberi fakta yang sangat bernilai dalam kehidupan setiap manusia sehingga diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang mempunyai kreativitas yang tinggi, baik dalam belajar maupun bekerja. Matematika merupakan salah satu pelajaran yang membutuhkan kreatifitas terutama bagi guru. Matematika bukan hanya untuk perhitungan saja, tetapi juga digunakan di dalam pengembangan berbagai ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, maka matematika diajarkan di setiap tingkat pendidikan dan merupakan pelajaran yang penting untuk dikuasai. Akan tetapi kebanyakan siswa di sekolah takut pada pelajaran matematika.
Dalam tahun terakhir ini kemajuan sains dan teknologi bergerak makin cepat, sehingga timbul pertanyaan dalam renungan kita. Bagaimanakah konsep Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dikembangkan melalui proses pembelajaran di masyarakat persekolahan kita? Berdasarkan konsep tersebut, kita mampu mempersiapkan peserta didik pendidikan sekolah dasar dan sekolah menengah saat ini dan memproyeksikannya untuk mampu hidup dan menyesuaikan diri pada kemajuan sains dan teknologi.
Di sini makin jelas lagi bahwa pendidikan sains dan teknologi menjadi lebih menonjol untuk diperhatikan, khususnya bagi negara kita yang sedang melaksanakan pembangunan. Matematika mempunyai fungsi yang penting dalam kehidupan sehari-hari, bahkan sains dan teknologi didasarkan juga pada matematika. Selain itu dengan bantuan matematika semua ilmu pengetahuan menjadi lebih sempurna. Matematika merupakan alat yang efisien dan diperlukan oleh semua ilmu pengetahuan termasuk juga fisika, dan tanpa bantuan matematika semua tidak akan mendapat kemajuan berarti.
Mulai dari sekolah dasar sampai dengan sekolah menengah seringkali kita jumpai hasil pelajaran mereka khususnya siswa-siswa MTS masih di bawah baik atau dengan kata lain kurang baik, terutama pada mata pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam (khususnya fisika). Padahal sudah banyak dilakukan usaha-usaha untuk memperbaiki dan meningkatkannya. Usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di dalamnya ada masalah yang patut dipecahkan. Masalah itu banyak jumlahnya, tetapi masalah yang menyangkut sikap acuh tak acuh atau negatif terhadap pelajaran matematika sebagian besar berkaitan dengan cara guru mengajar dengan beberapa alat kontrolnya. Sebab sikap siswa terhadap pelajaran matematika dapat dikembangkan antara lain melalui proses belajar mengajar.
Sebenarnya antara fisika dan matematika mempunyai kaitan yang erat, dimana banyak permasalahan-permasalahan fisika yang menggunakan matematika sebagai alat bantu untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Materi pecahan pada matematika merupakan salah satu materi dasar dalam mempelajari matematika pada tingkat selanjutnya dan banyak kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kenyataan, banyak permasalahan-permasalahan dalam kehidupan ini yang memerlukan perhitungan dengan pecahan. Operasional pecahan sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan fisika yang berbentuk pecahan. Dalam menyelesaikan soal-soal fisika berbentuk pecahan membutuhkan kemampuan menghitung bilangan pecahan yang baik.
Oleh karena itu perhatian yang serius, perlu diberikan dalam pengajaran matematika agar siswa lebih tertarik untuk belajar dan mudah dalam menerima materi pelajaran yang dipelajari.
Berdasarkan uraian di atas penulis ingin melakukan penelitian dengan judul “Korelasi Kemampuan Menghitung Bilangan Pecahan Dengan Prestasi Belajar Fisika Pada Pokok Bahasan Rangkaian Hambatan Listrik Siswa Kelas III MTS”.

B.    Permasalahan

1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang penulis paparkan di atas, maka masalah pokok yang akan diangkat dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
“Adakah korelasi antara kemampuan menghitung bilangan pecahan dengan prestasi belajar fisika pada pokok bahasan rangkaian hambatan listrik MTS?”
2.      Penegasan Konsep Variabel
Sesuai dengan judul penelitian yang ada dimuka, maka penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat.
a.      Variabel bebas (X).
Variabel bebas adalah kondisi yang dapat dimanipulasi dan sengaja dipelajari oleh peneliti, sehingga dapat diketahui hubungannya dengan segala yang diteliti. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah kemampuan menghitung bilangan pecahan.
b.      Variabel terikat (Y).
Variabel terikat adalah kondisi yang muncul sebagai akibat dari variabel bebas, yaitu prestasi belajar fisika.
3.      Deskripsi Masalah
Untuk menghindari terjadinya perbedaan penafsiran terhadap penelitian ini maka perlu didefinisikan variabel pembahasan sebagai berikut.
a.      Kemampuan menghitung bilangan pecahan merupakan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal operasi hitung bilangan pecahan.
Jenis-jenis pecahan antara lain:
Ø      Pecahan biasa.
Ø      Pecahan campuran.
Ø      Pecahan desimal.
Ø      Persen.
Operasi pada bilangan pecahan, antara lain:
Ø      Penjumlahan pecahan
Ø      Pengurangan pecahan
Ø      Perkalian pecahan
Ø      Pembagian pecahan
b.      Prestasi belajar fisika yaitu nilai yang menunjukkan kemampuan siswa dalam menguasai pelajaran fisika di sekolah dalam selang waktu tertentu.
c.      Rangkaian hambatan listrik adalah komponen listrik yang khusus dibuat untuk menghasilkan hambatan listrik.
Hambatan listrik dapat disusun dalam dua macam, yaitu secara seri dan secara pararel.
4.      Batasan Masalah
Mengingat luasnya masalah yang terdapat dalam penelitian ini, maka diberi batasan masalah yang akan dibahas, agar diperoleh hasil yang maksimal. Masalah-masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
a.      Penelitian ini dibatasi pada operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian pada pecahan biasa dan pecahan campuran.
b.      Prestasi belajar fisika dibatasi pada nilai yang dicapai dari hasil ulangan harian bidang studi fisika pada sub pokok bahasan rangkaian hambatan listrik.
c.      Materi yang diangkat dalam penelitian ini adalah bidang studi fisika pokok bahasan hukum ohm dan hambatan listrik dan pada sub pokok bahasan rangkaian hambatan listrik rangkaian seri dan pararel.

C.    Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang masalah dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara kemampuan menghitung bilangan pecahan dengan prestasi belajar fisika pada pokok bahasan rangkaian hambatan listrik siswa kelas III MTS.

D.    Asumsi atau Postulat

Arikunto (1997:59) menyatakan bahwa postulat adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya oleh peneliti, yang harus dirumuskan secara jelas. Dengan demikian postulat yang dipakai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.      Jawaban pada setiap butir soal merupakan jawaban yang sesungguhnya, tanpa dipengaruhi oleh orang lain.
b.      Siswa sudah pernah mendapatkan pelajaran matematika pada pokok bahasan Aljabar I pada waktu kelas I yang didalamnya ada materi tentang pecahan.
c.      Guru mempunyai kemampuan mengajarkan pokok bahasan rangkaian hambatan listrik.
E.     Hipotesis
Menurut Arikunto (1996:70) bahwa hipotesis merupakan suatu pernyataan yang penting kedudukannya dalam penelitian. Dalam hal ini untuk menyelaraskan jawaban dari rumusan masalah maka dibuat hipotesis yang akan diuji kebenarannya.
a.      Hipotesis Kerja (H1).
Ada korelasi antara kemampuan menghitung bilangan pecahan terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan rangkaian hambatan listrik MTS?”.
b.      Hipotesis Nihil (H0).
Tidak ada korelasi antara kemampuan menghitung bilangan pecahan terhadap prestasi belajar fisika pada pokok bahasan rangkaian hambatan listrik MTS?”.

F.     Pentingnya Penelitian

Manfaat yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagi Kepala sekolah
Sebagai pandangan unuk melengkapi sarana dan pra sarana yang mendukung efektifnya proses belajar mengajar.
2.      Bagi Guru Bidang Studi
Dapat memberikan masukan bagi guru-guru SLTP, khususnya guru bidang studi fisika dan matematika untuk mengetahui pengaruh kemampuan menghitung bilangan pecahan khususnya dalam menyelesaikan soal-soal fisika yang berbentuk pecahan terhadap prestasi belajar fisika.
3.      Bagi Siswa
Dapat mengetahui hubungan matematika dengan mata pelajaran lain, atau dengan kata lain matematika juga sangat dibutuhkan oleh mata pelajaran lain seperti fisika dalam menyelesaikan soal-soal fisika yang menggunakan hitungan pecahan.
4.      Bagi Peneliti Sebagai Calon Guru
Sebagai bekal bagi seorang calon guru untuk terjun ke dunia pendidikan sehingga nantinya bisa menjadi guru yang profesional.
5.      Bagi Universitas
Menambah koleksi referensi di lingkungan Universitas Madura pada umumnya dan FKIP pada khususnya serta hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar pemikiran untuk melakukan penelitian berikutnya.

G.    Alasan Pemilihan Judul

1.      Alasan objektif
a.      Judul tersebut menurut pengamatan peneliti, betul-betul belum pernah diteliti.
b.      Peneliti ingin mengetahui korelasi antara kemampuan menghitung bilangan pecahan dengan prestasi belajar fisika pada pokok bahasan rangkaian hambatan listrik siswa kelas III MTS.
2.      Alasan Subjektif
a.      Lokasi penelitian letaknya terjangkau oleh peneliti

H.    Pengertian Istilah Dalam Judul

Agar tidak terjadi salah tafsir terhadap judul dan isi dari pada makalah ini, maka akan penulis uraikan mengenai arti dari pada istilah-istilah dalam judul, yaitu sebagai berikut:
1.      Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (Depdikbud, 1990:64)
2.      Kemampuan menghitung adalah kemampuan siswa menggunakan cara tertentu untuk mendapatkan jawaban yang benar dan juga pemahaman konsep yang digunakan (Joko Hartono, 1998:19).
3.      Bilangan pecahan adalah bilangan yang dinyatakan sebagai  dengan a dan b adalah bilangan bulat, b0 serta b bukan faktor dari a. Selanjutnya a disebut pembilang dan b disebut penyebut (Pandoyo, 1993:53).
4.      Prestasi belajar fisika siswa adalah skor yang diperoleh siswa dari proses belajar mengajar di sekolah pada pelajaran fisika yang diukur dengan tes bidang studi.
5.      Rangkaian hambatan listrik adalah Komponen listrik yang khusus dibuat untuk menghasilkan hambatan listrik pada suatu rangkaian (Prasodjo, 2002:21).

I.        Ruang Lingkup Penelitian

1.      Ruang Lingkup Materi Pelajaran.
Materi untuk penelitian ini adalah pokok bahasan rangkaian hambatan listrik kelas III MTs. semester I.
2.      Ruang Lingkup Area/ Wilayah
Penelitian ini terbatas pada lokasi MTs.
3.      Ruang Lingkup Waktu
Penelitian ini berlangsung pada siswa kelas III semester I tahun pelajaran 2001-2002.
J.      Sistematika Penulisan
Agar dalam penulisan skripsi ini lebih terperinci, maka penulis susun suatu sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab Pertama: membahas tentang pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, permasalahan, tujuan penelitian, postulat, pentingnya penelitian, alasan pemilihan judul, pengertian istilah dalam judul, ruang lingkup penelitian dan  sistematika penulisan.
Bab Dua: membahas tentang landasan teori atau kajian kepustakaan mengenai hakekat matematika, materi pecahan, hakekat fisika, materi rangkaian hambatan listrik, dan hubungan antara bilangan pecahan dengan rangkaian hambatan listrik pada pelajaran fisika.
Bab Tiga: membahas tentang metodologi penelitian yang terdiri dari pengertian metode penelitian, penentuan subjek penelitian, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.
Bab Empat: membahas tentang laporan empiris yang meliputi: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap penyajian data.
Bab Lima: membahas tentang analisis data yang diperoleh dalam penelitian.
Bab Enam: berisi penutup yang merupakan kesimpulan dan saran-saran dari penulis.
SELENGKAPNYA
KLIK DI SINI 
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog