Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

25 April 2011

ANALISIS UNSUR-UNSUR SYARIAT ISLAM DALAM NOVEL KEMARAU KARYA A.A. NAVIS

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Karya sastra adalah karya seni yang indah dan merupakan pemenuhan kebutuhan manusia terhadap naluri keindahannya. Karya sastra dapat memberikan pada kita penghayatan yang mendalam terhadap apa yang kita ketahui. Pengetahuan yang kita peroleh bersifat penalaran, tetapi pengetahuan itu dapat menjadi hidup dalam sastra (Sumardjo, 1997:9).
Dalam dunia sastra, kita mengenal istilah novel yang merupakan bagian dari prosa disamping roman dan cerpen. Prosa merupakan suatu sastra yang sering dipertentangkan dengan genre yang lain, misalnya dengan puisi. Namun pertentangan tersebut hanya bersifat teoritis saja. Prosa tidak hanya terbatas pada tulisan yang digolongkan sebagai karya sastra, melainkan juga berbagai karya non fiksi.
Sebagai suatu karya sastra, prosa sering disebut fiksi, teks naratif atau wacana naratif. Istilah fiksi dalam pengertian ini merupakan suatu rekaan atau cerita khayalan, sesuatu yang tidak terjadi sungguh-sunguh, sehingga kebenarannya tidak perlu dicari dalam dunia nyata.
Novel yang merupakan bagian dari prosa dalam kesusastraan memberikan gambaran sangat luas tentang pelaku utama dengan pengalaman dan kepribadian pengarang sendiri disertai pengalaman dan keadaan hidup sehari-hari yang bersifat kebetulan  yang luar biasa sampai kepribadian batin yang mempunyai watak khas serta dengan keadaan rasa hati dan bentrokan jiwa yang timbul oleh susunan watak, kehidupan sehari-hari manusia yang mendekati kenyataan. Sebagai suatu karya sastra, novel menawarkan berbagai permasalahan baik manusia dengan manusia, hidup dengan kehidupan, serta manusia dengan lingkungannya.
Walau bagaimanapun, novel merupakan suatu cerita yang di dalamnya membicarakan masyarakat serta permasalahan pada masa itu. Hal ini karena isi novel pada umumnya menggambarkan lingkungan kemasyarakatan serta jiwa tokoh yang hidup pada suatu masa. Oleh karena itu, melalui cerita inilah manusia dapat belajar merasakan dan menghayati permasalahan kehidupan sehingga mampu mendorong setiap manusia untuk ikut merenungkan kehidupan yang berhubungan dengan manusia, lingkungan, maupun orang lain yang berlainan jenis serta tingkat intensitasnya. Juga tidak terlepas dari hubungan manusia dengan Tuhan.
Novel Kemarau termasuk novel religius. Novel ini menggambarkan tingkah laku orang Islam dalam menjalankan syariat agamanya. Agama Islam, dan juga agama-agama yang lain, tak pernah mengajarkan pemeluknya dalam mengharapkan sesuatu hanya berdoa saja tanpa disertai usaha. Hal inilah yang banyak  digambarkan A.A. Navis lewat tokoh Sutan Duano. Tokoh ini bekerja keras mengusung air untuk mengairi sawahnya, namun ditertawakan dan dianggap gila oleh orang-orang kampung yang hanya rajin berdoa meminta hujan dan tidak mau bekerja keras. Karena itu A.A. Navis justru menertawakan orang-orang yang menertawakan Sutan Duano itu sebagai orang yang tidak menghayati dan mempraktikkan syariat agama secara benar.
Novel Kemarau merupakan salah satu karya A.A. Navis yang diterbitkan dengan cetakan pertama tahun 1957 oleh Bukittinggi, cetakan kedua   PT Dunia Pustaka Jaya tahun 1977, cetakan ketiga dan seterusnya oleh Penerbit Grasindo. Novel Kemarau karya A.A. Navis diklasifikasikan sebagai novel yang boleh dikatakan sebagai cerita sindiran yang luar biasa tajamnya terhadap pelaksanaan kehidupan beragama. Dengan latar musim kemarau yang berkepanjangan, novel ini mengungkapkan usaha salah seorang tokoh untuk meyakinkan penduduk kampung untuk bekerja keras melawan kekeringan dan hanya pasrah hanya berdoa. Disindir pula segala usaha yang dilakukan menusia untuk mengubah keadaan, tampaknya dukun, Tuhan, dan kartu domino menduduki posisi yang tak berbeda, mereka semua tempat pelarian manusia dari rasa putus asa.
B.    Permasalahan
1.      Perumusan Masalah
Berdasarkan  judul  dan uraian latar belakang masalah di atas,  dapat dirumuskan suatu masalah  yaitu:
Bagaimanakah  unsur-unsur syariat Islam dalam novel Kemarau karya A.A Navis?
2.      Penegasan Konsep Variabel
Penelitian ini  merupakan  penelitian kualitatif  yang terdiri dari satu variabel. Variabel yang dimaksud  adalah unsur-unsur syariat Islam dalam novel “Kemarau “ karya A.A. Navis.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap judul, perlu  adanya penegasan terhadap konsep variabel sebagai batasan operasional. Syariat adalah hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai peraturan hidup manusia untuk diimani, diikuti, dan dilaksanakan sepanjang keberadaannya dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapapun (Adlan, 1995:47).
Muhammad Rasyid Ridla (dalam Adlam, 1995:46) menjelaskan bahwa secara etimologis kata syariat berarti jalan ke tempat pangairan, atau tempat lalu air di sungai. Bentuk kesamaan antara agama dan jalan air diungkap dengan syariat terletak pada segi umat Islam yang senantiasa yang melalui kehidupan di dunia. Barang siapa mengikuti syariat, ia akan mengalir dan bersih jiwanya. Ibarat air penyebab kehidupan nabati dan hewani, seperti itu pula syariat sebagai penyebab kehidupan jiwa insani.
Menurut Muhammad Ali Al-Thahanuwi (dalam Adlan, 1995:46)  menjelaskan bahwa syariat adalah hukum-hukum yang ditetapkan Allah bagi segenap hamba-Nya (manusia) yang dibawa oleh para Nabi, baik yang berhubungan dengan cara bertindak yang disebut cabang-cabang amaliah dan untuknya dihimpun ilmu fiqih, atau yang berhubungan dengan cara berkeyakinan  yang disebut pokok-pokok aqidah dan untuknya dihimpun ilmu Kalam. Syari’ah itu disebut juga dengan Ad-dien dan Al-Millah.
Jadi , yang  dimaksud  dengan unsur-unsur syariat Islam dalam novel Kemarau karya A.A Navis adalah unsur-unsur syariat Islam  yang terdapat dalam Novel Kemarau karya A.A Navis, yaitu hukum-hukum yang ditetapkan oleh Allah sebagai peraturan hidup yang digambarkan oleh pengarang melalui tokoh-tokohnya.
3.      Deskripsi Masalah
Beberapa penulis tentang ilmu keislaman membaurkan istilah syariat, fiqih, dan hukum Islam dengan memberikan pengertian sama atau identik. Istilah syariat jauh telah lama dikenal sebelum lahir kemudian sebuah fiqih maupun hukum Islam. Istilah syariat diletakkan dengan daya cakup bidang (1) aqidah, (2) fiqih, dan (3) akhlaq (Adlan, 1995:46).
Pembahasan pokok aqidah Islam ialah rukun iman yang enam, yaitu (1) percaya kepada Allah, (2) percaya kepada Malaikat, (3) percaya kepada Kitab, (4) percaya kepada Rasul, (5) percaya kepada Akhirat, dan (6) percaya kepada Takdir (Zaini, 1983:66).
Pembahasan pokok fiqih mencakup seluruh perbuatan orang mukallaf  (orang yang memikul tanggung jawab terhadap beban tugas pelaksanaan hukum) seperti transaksi jual beli, sewa menyewa, gadai, wakalah, (kuasa hukum), shalat, puasa, zakat, haji, pembunuhan, tuduhan zina, pencurian, pengakuan (iqrar), waqaf, dan lain sebagainya (Adlan, 1995:52).
 Sedangkan pembahasan pokok akhlak berdasarkan objeknya dibedakan menjadi (1) akhlak kepada Khalik, dan (2) akhlak kepada makhluk. Akhlak kepada makhluk meliputi (a) akhlak terhadap Rasulullah, (b) akhlak terhadap keluarga, (c) akhlak terhadap diri sendiri, (d) akhlak terhadap sesama/oranglain, dan (e) akhlak terhadap lingkungan alam (Zainuddin, 1998:78).
4.      Batasan Masalah
Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas, tidak akan diuraikan secara keseluruhan agar pembahasan ini lebih rinci dan detail sehingga diperoleh hasil analisis yang teliti dan mendalam. Analisis ini akan dibatasi pada unsur pembahasan pokok akhlak berdasarkan objeknya yang dibedakan menjadi (1) akhlak kepada Khalik, dan (2) akhlak kepada makhluk. Akhlak kepada makhluk meliputi (a) akhlak terhadap Rasulullah, (b) akhlak terhadap sesama/orang lain, dan (c) akhlak terhadap lingkungan alam.
C.    Tujuan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang objektif tentang unsur-unsur syariat Islam dalam Novel Kemarau karya A.A Navis.
D.    Asumsi
1.      Novel Kemarau karya A.A Navis merupakan karya sastra yang mampu mengangkat persoalan kehidupan manusia khususnya tentang syariat Islam.
2.      Novel Kemarau karya A.A Navis bertujuan untuk memberikan nilai-nilai pemikiran, renungan, dan inspirasi yang positif kepada penikmat sastra khususnya kepada masyarakat pembaca umumnya.
E.     Manfaat  Penelitian
Penelitian ini penting karena hasilnya berguna bagi :
1.      Pecinta sastra, yaitu sebagai bahan tambahan untuk memperoleh keilmuan tentang syariat Islam khususnya yang terkandung dalam Novel Kemarau karya A.A Navis.
2.      Peneliti sendiri, yaitu sebagai bahan untuk mengembangkan wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah.
3.      Peneliti lain, yaitu sebagai bahan teoritis untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang berkenaan dengan bahan yang dikaji.
F.     Alasan Pemilihan Judul
1.      Alasan Objektif
a.      Novel Kemarau merupakan karya karya A.A Navis   yang mempunyai aspek nasihat bagi kehidupan manusia, sehingga sangat menarik untuk diteliti.
b.      Unsur syariat Islam dalam Novel Kemarau karya A.A Navis dipandang perlu diangkat untuk menjadi salah satu acuan sistem nilai masyarakat.
2.      Alasan Subjektif
a.      Karena judul di atas sepanjang pengetahuan peneliti belum pernah diteliti oleh peneliti lain, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang unsur syariat Islam dalam Novel Kemarau karya A.A Navis.
b.      Peneliti ingin mengembangkan pemikiran dan pengalaman mengenai unsur syariat Islam pada Novel Kemarau karya A.A Navis.
G.          Pengertian Istilah dalam Judul
Pengertian  istilah  dalam judul ini dimaksudkan agar tidak  terjadi  salah tafsir  atau  salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga  untuk menghindari  meluasnya  masalah  yang akan dibahas  dalam  penelitian  ini.
Bebarapa istilah penting dalam penelitian ini, antara lain:
1.      Analisis
Analisis dalam judul ini memiliki pengertian penyelidikan terhadap unsur syariat Islam yang terdapat dalam novel Kemarau karya A.A Navis.
2.      Unsur
Adalah bagian dari syariat Islam
3.      Syariat Islam
Syariat Islam adalah hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan oleh Allah sebagai peraturan hidup manusia untuk diimani, diikuti, dan dilaksanakan sepanjang keberadaannya dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapapun.
4.      Novel Kemarau karya A.A. Navis
Novel Kemarau adalah salah satu novel karya A.A. Navis. Novel Kemarau ini diterbitkan pertama kali oleh Bukittinggi tahun 1957.
H.          Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi lima bagian, yaitu pendahuluan, kajian kepustakaan, metodologi penelitian, analisis data, dan penutup.
Bab I pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Karena sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumusan masalan, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan. Malalui bab I ini diharapkan  memperoleh gambaran sekilas tentang skripsi yang sebenarnya.
Bab II kajian kepustakaan, yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tujuan yang ingin dicapai tentang Unsur-unsur Syariat Islam dalam Novel Kemarau Karya A.A. Navis.
Bab III metode penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan teknik analisis data untuk mengetahui Unsur-unsur Syariat Islam dalam Novel Kemarau Karya A.A. Navis.
Bab IV adalah hasil penelitian, menyajikan hasil penelitian yang secara rinci analisa data secara deskriptif kualitatif.
Bab V sebagai penutup dari keseluruhan skripsi ini yang berisi kesimpulan dan saran sebagai hasil data atau jawaban dari rumusan masalah.
SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog