Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

25 April 2011

ANALISIS SARANA RETORIKA DALAM KUMPULAN PUISI DERU CAMPUR DEBU KARYA CHAIRIL ANWAR

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB  I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang Masalah
Karya sastra merupakan salah satu dari beberapa sarana yang  digunakan  oleh pengarang untuk menyampaikan pesan tetang kisah dan kehidupan manusia sehari-hari melalui bahasa tulis. Dengan karya sastra kita dapat memperoleh pegetahuan luas dan pemahaman yang mendalam tentang diri kita, tentang dunia dan kehidupan kita.
Karya sastra adalah karya seni yang indah dan merupakan pemenuhan kebutuhan manusia terhadap naluri keindahannya. Karya sastra dapat memberikan pada kita penghayatan yang mendalam terhadap apa yang kita ketahui. Pengeta-huan yang kita peroleh bersifat penalaran, tetapi pengetahuan itu dapat menjadi hidup dalam sastra (Sumardjo, 1997:9).
Teeuw dalam Nurgiyantoro (1998:274) menjelaskan bahwa bahasa sastra, menurut kaum Formalis Rusia, adalah bahasa yang mempunyai ciri de-otomatisasi, penyimpangan dari cara penuturan yang bersifat otomatis, rutin, biasa, dan wajar. Penuturan dalam sastra selalu diusahakan dengan cara lain, cara baru, cara yang belum (pernah) digunakan orang. Sastra mengutamakan keaslian ucapan, dan untuk memperoleh cara itu mungkin sampai pada penggunaan ber-bagai bentuk penyimpangan kebahasaan. Unsur kebaruan dan keaslian merupakan suatu hal yang menentukan nilai sebuah karya.
Puisi sebagai bagian dari karya sastra, keberadaannya erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dan tidak bisa lepas pula dari masyarakat dan buda-ya tempat lahirnya puisi itu sendiri. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Suba-gio (1980:14) yang mengatakan bahwa sastra (puisi) tak bisa lepas dari produk zaman yang melahirkan sastra itu. Karya sastra khususnya puisi merupakan cer-minan masyarakat dan budaya yang nampak di dalamnya, terutama sikap penga-rang dan pengalaman-pengalaman hidupnya dalam masyarakat dan budayanya.
Dibandingkan dengan bentuk-bentuk cipta sastra yang lain, puisilah yang paling sulit untuk dipahami. Hal tersebut bukan karena para penyair itu mempunyai bahasa sendiri, melainkan terbawa oleh sifat atau watak yang dimiliki bentuk cipta sastra puisi itu sendiri. Karya sastra (puisi) merupakan benda yang tidak mudah dipahami tanpa diberi makna oleh pembacanya, mengingat bahwa puisi adalah struktur yang tersusun dari bermacam-macam unsur dan sarana-sarana kepuitisannya (Pradopo, 1993:3).
Puisi sebagai karya sastra itu puitis. Disebut puitis apabila puisi itu da-pat membangkitkan perasaan, menarik perhatian, menimbulkan tanggapan yang jelas, secara umum bila hal itu menimbulkan keharuan. Hal yang menimbulkan keharuan itu bermacam-macam, maka kepuitisan pun bermacam-macam. Misal-nya dengan bentul visual: tipografi, susunan bait; dengan bunyi persajakan, aso-nansi, aliterasi, kiasan bunyi, lambang rasa, dan orkestrasi; dengan pemilihan kata (diksi), bahasa kiasan, unsur-unsur ketatabahasaan, gaya bahasa, sarana retorika dan sebagainya (Pradopo, 1993:13).
Tiap pengarang mempunyai gaya tersendiri dalam melahirkan pikiran-nya untuk menciptakan kepuitisan tersebut.  Chairil Anwar sebagai sastrawan  Angkatan 45 dan merupakan pelopor pada masa itu dalam puisinya menggunakan sarana retorika yang unik dan ciri khas tersendiri dibandingkan dengan sastrawan-sastrawan lainnya.
Berdasarkan uraian di atas, perlu adanya model kajian yang lebih men-dalam, sistematis, tetapi praktis untuk dapat mengetahui  lebih jauh tentang sarana retorika. Maka dari itu penulis perlu mengkaji lebih jauh tentang sarana retorika dalam kumpulan puisi Chairil Anwar melalui judul penelitian “Analisis Sarana Retorika dalam Kumpulan Puisi Deru Campur Debu Karya Chairil Anwar”.
B.    Permasalahan
1.      Rumusan Masalah
Berdasarkan  judul  dan uraian latar belakang masalah di atas,  maka  dapat dirumuskan masalah  dalam bentuk kalimat tanya sebagai berikut:
“Bagaimanakah penggunaan sarana retorika dalam Kumpulan Puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar?”
2.      Penegasan Konsep Variabel
Kajian ini  merupakan  penelitian kualitatif  yang terdiri dari satu va-riabel. Variabel yang dimaksud  adalah sarana retorika dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar.
Untuk menghindari salah tafsir atau kesalahan persepsi terhadap ju-dul, maka perlu  adanya penegasan konsep variabel ini sebagai batasan ope-rasional.
Sarana retorika merupakan sarana kepuitisan yang berupa muslihat pikiran, Dengan muslihat itu para penyair berusaha menarik perhatian, piki-ran, hingga  pembaca berkontemplasi atas apa yang dikemukakan penyair. (Alternbernd dalam Pradopo, 1993:93). 
Yang  dimaksud  dengan analisis sarana retorika dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar adalah kajian terhadap peng-gunaan sarana retorika yang terdapat dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar.
3.      Deskripsi Masalah
Sarana retorika pada dasarnya merupakan tipu muslihat pikiran yang mempergunakan susunan bahasa yang khas sehingga pembaca atau pendengar merasa dituntut untuk berpikir. Sayuti (2002:253-254) menjelaskan bahwa sa-rana retorika meliputi: (1) repetisi, (2) pertanyaan retoris, (3) ironi, (4) asidenton, (5) polisindenton, (6) klimaks dan (7) antiklimaks.
Sedangkan  Pradopo (1993:94) menjelaskan bahwa sarana retorika itu meliputi:  (1) taotologi, (2) pleonasme, (3) keseimbangan, (4) retorik retisense, (5) paralelisme, (6) penjumlahan (enumerasi), (7) paradoks, (8) ripetisi, (9) hiperbola, (10) pertanyaan retoris, (11) klimaks, (12) kiasmus, dan (13) litotes.
Dari pendapat di atas dapat penulis simpulkan bahwa sarana retorika itu meliputi: (1) repetisi, (2) pertanyaan retoris, (3) ironi, (4) asidenton, (5) polisindenton, (6) klimaks dan (7) antiklimaks, (8) taotologi, (9) pleonasme, (10) keseimbangan, (11) retorik retisense, (12) paralelisme, (13) penjumlahan (enumerasi), (14) paradoks,  (15) hiperbola, dan (16) litotes.
Kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar terdiri dari dua puluh tujuh puisi , yaitu: (1) Aku, (2) Hampa, (3) Selamat Tinggal, (4) Orang Berdua, (5) Sia-sia, (6) Doa, (7) Isa, (8) Kepada Peminta-minta, (9) Kesabaran, (10) Sajak Putih, (11) Kawanku dan Aku, (12) Kepada Kawan, (13) Sebuah Kamar, (14) Lagu Siul, (15) Malam di Pegunungan, (16) Catetan th. 1946, (17) Nocturno, (18) Kepada Pelukis Affandi, (19) Buat Album D.S , (20)  Cerita Buat Dien Tamaela, (21) Penerimaan, (22) Kepada Penyair Bo-hong, (23) Sendja di Pelabuhan Kecil, (24) Kabar dari Laut, (25) Tuti Artic, (26) Sorga, dan (27) Cintaku Jauh di Pulau.
4.      Pembatasan Masalah
Masalah yang telah disebutkan dalam deskripsi masalah di atas tidak akan diuraikan secara keseluruhan, agar pembahasan ini lebih rinci dan detail sehingga diperoleh hasil analisis yang teliti dan seksama maka analisis dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
a.      Sarana retorika, meliptui: (1) Retorik Retisense, (2) Para-dok, (3) Repetisi, (4) Hiperbola, (5) Pertanyaan Retoris dan (6) ironi.
b.      Kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar, penulis batasi pada: (1) Aku, (2) Hampa, (3) Selamat Tinggal, (4) Doa, (5) Isa, (6) Kepada Peminta-minta, (7) Sajak Putih, (8) Sebuah Kamar, (9) Catetan th. 1946, (10) Nocturno, dan  (11) Cerita Buat Dien Tamaela.
Pembatasan ini dilakukan mengingat kompleksnya masalah sarana retorika dan banyaknya judul puisi dalam Kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar,  serta keterbatasan waktu, sarana dan biaya maka penelitian ini perlu penulis batasi.
C.    Tujuan Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang objektif ten-tang sarana retorika  yang disampaikan pengarang dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar.
D.    Asumsi
Penelitian ini didasarkan pada sejumlah asumsi sebagai berikut :
1.      Puisi-puisi Chairil Anwar sarat dengan kata-kata yang padat dengan arti dan sangat rumit untuk mengartikannya.
2.      Kumpulan puisi Deru Campu Debu merupakan cerminan kehidupan Chairil Anwar dan cerminan masyarakat pada saat itu.
E.     Manfaat Penelitian
Penelitian ini penting karena hasilnya bermanfaat bagi :
1.      Pengajaran apresiasi sastra khususnya puisi agar lebih baik dan tercapai tujuan.
2.      Peneliti sendiri, yaitu sebagai bahan untuk membangun wawasan keilmuan yang diperoleh di bangku kuliah.
3.      Peneliti lain, yaitu sebagai bahan acuan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang berkenaan dengan bahan yang dikaji.
F.     Alasan Pemilihan Judul
1.      Alasan Objektif
a.            Kumpulan puisi Deru Campur Debu adalah puisi yang sudah tidak asing lagi bagi penikmat sastra.
b.           Sarana retorika kumpulan puisi Deru Campur Debu mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak seperti puisi-puisi lainnya.
2.      Alasan Subjektif
a.       Karena judul di atas sepanjang pengetahuan peneliti belum pernah diteliti oleh peneliti lain, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ten-tang sarana retorika dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu.
b.      Penelitian ini menambah wawasan secara luas tentang sarana retorika kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar.
G.          Pengertian Istilah dalam Judul
Pengertian  istilah  dalam judul ini dimaksudkan agar tidak  terjadi  salah tafsir  atau  salah persepsi terhadap pokok-pokok masalah, juga  untuk menghin-dari  meluasnya  masalah  yang akan dibahas  dalam  penelitian  ini.
Bebarapa istilah penting dalam penelitian ini, antara lain:
1.      Analisis
Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (Depdikbud, 1991:37).
2.      Sarana Retorika
Sarana retorika merupakan sarana kepuitisan yang berupa muslihat pikiran (Alternbernd dalam Pradopo, 1993:93).
3.      Kumpulan Puisi Deru Campur Debu
Adalah salah satu kumpulan puisi karya Chairil Anwar yang  diterbitkan Dian Rakyat Jakarta dengan cetakan keempat tahun 1995.
H.          Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi lima bagian, yaitu pendahuluan, kajian kepustakaan, metodologi penelitian, analisis data dan penutup.
Bab I pendahuluan, yang berfungsi sebagai pengantar. Pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri atas rumus-an masalan, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masa-lah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, penegasan istilah dalam judul, dan sistematika penulisan.
Bab II kajian kepustakaan, yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tujuan yang ingin dicapai tentang sarana retorika dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar.
Bab III metodologi penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan tek-nik analisis data untuk mengetahui sarana retorika dalam kumpulan puisi Deru Campur Debu karya Chairil Anwar.
Bab IV hasil penelitian, yaitu menyajikan hasil penelitian yang mengu-raikan secara rinci analisa data secara deskriptif kualitatif.
Bab V sebagai penutup dari keseluruhan skripsi ini yang berisi kesim-pulan dan saran sebagai hasil data atau jawaban dari rumusan masalah dan seba-gai manfaat atau tujuan yang ingin dicapai dari keseluruhan penelitian.
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog