Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

27 April 2011

ANALISIS DIKSI DALAM KUMPULAN PUISI TAK PERNAH PERGI KARYA DELAPAN PENYAIR HASIF AMINI (Bab I)

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Karya sastra merupakan salah satu pekerjaan manusia yang merupakan hasil kreasi dan imajinasi seseorang dengan bahasa sebagai medianya. Lewat karya sastra seseorang dapat menyampaikan pikiran, perasaan, gagasan bahkan keinginan yang ada pada dirinya.
Dalam komunikasi, kata-kata disalurkan dalam suatu konstruksi yang lebih besar berdasarkan kaidah-kaidah sintaksis yang ada dalam suatu bahasa. Hal terpenting dari rangkaian kata-kata adalah pengertian yang tersirat di balik kata-kata yang digunakan.
Pengertian yang tersirat dalam sebuah kata mengandung makna bahwa tiap kata mengungkapkan sebuah gagasan atau sebuah ide. Dengan kata lain kata adalah alat penyalur gagasan yang akan disampaikan kepada orang lain. Semakin banyak kata yang dikuasai seseorang maka semakin banyak pula ide atau gagasan yang dapat diucapkan.
Untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, gagasan, tidak hanya terbatas pada bahasa lisan saja, akan tetapi juga pada bahasa tulis. Salah satu wujud bahasa tulis adalah karya seseorang misalnya yang berupa puisi, yaitu sebuah karya sastra dengan bahasa yang dipadukan, dipersingkat, dan berirama dengan bunyi yang ada dan pemilihan kata yang imajinatif, emosional dan intelektual.
Puisi Tak Pernah Pergi adalah kumpulan puisi yang menjadi objek pembahasan penulis sehingga penelitian ini berjudul "Analisis Unsur Diksi dalam kumpulan Puisi Tak Pernah Pergi". Penelitian ini dilakukan dengan alasan bahwa kata digunakan dalam setiap proses interaksi. Sedangkan kata yang dibahas dalam penelitian ini adalah kata yang diungkapkan melalui tulisan yang tertuang menjadi sebuah karya sastra yang berupa puisi. Di samping itu, ada lagi sebuah alasan mengapa penelitian ini dilakukan, yaitu karena kata dalam puisi tidak hanya asal pakai tetapi penyair harus mampu menyaring atau menfilter kata-kata mana yang tepat buat hasil karyanya.
Penelitian tentang diksi ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi penelitian diksi yang dahulu lebih terfokus pada kata kongret dan kata abstrak, penelitian sebelumnya juga menargetkan pada objek yang berbeda yaitu novel Marahnya Merah karya Iwan Simatupang. Penelitian yang dilakukan sekarang jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya karena objek yang digunakan adalah puisi dan memfokuskan pada tiga unsur pembentukan, yaitu perbendaharaan kata, urutan kata, dan daya atau sugesti atau daya magis kata-kata yang ada di dalamnya.
1.2.           Permasalahan
1.2.1.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat ditarik sebuah rumusan masalah sebagai berikut, "Bagaimanakah Penggunaan Diksi Dalam Kumpulan Puisi Tak Pernah Pergi"?.
1.2.2.      Penegasan Konsep Variabel
Analisis penggunaan diksi puisi Tak Pernah Pergi merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan uraian tentang diksi (pilihan kata) yang dipakai oleh delapan penyair dalam kumpulan "Puisi Tak Pernah Pergi".
Untuk menghindari salah tafsir dan kesalahan persepsi terhadap judul maka diperlukan adanya penegasan konsep variabel sebagai batasan operasional. Kata bukan alat menggambarkan pengertian, kata adalah pengertian itu sendiri, kata harus bebas menentukan dirinya sendiri (dalam Atmazaki, 1993 : 20).
Diksi dalam puisi merupakan sesuatu yang penting. Diksi yang akan dianalisis dalam penelitian ini meliputi : perbendaharaan kata, urutan kata dan daya sugesti. Ketiga unsur ini merupakan unsur pembentuk diksi yang diambil dari konsep Herman J Waluyo.
1.2.3.      Deskripsi Masalah
Diksi adalah pilihan kata yang mempunyai peranan sangat penting. Seseorang yang tidak menguasai diksi akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan, sehingga kegiatan berkomunikasi tidak berjalan dengan efektif. Semakin baik orang memahami diksi maka semakin baik pula dalam mengungkapkan apa yang ada di dalam perasaannya.
Diksi yang dibahas dalam penelitian ini adalah tiga unsur pembentuknya yaitu perbendaharaan kata, urutan kata dan daya sugesti. Perbendaharaan kata adalah salah satu faktor penting karena dapat digunakan sebagai sarana untuk kekuatan ekspresi, juga menunjukkan ciri khas dari penyair tersebut. Urutan kata adalah susunan kata-kata dari penyair yang tidak dapat dipindah-pindah tempatnya walaupun dengan pemindahan itu tidak akan mengubah makna dan artinya. Daya sugesti adalah kekuatan yang timbul lewat kata. Sugesti itu ditimbulkan oleh makna kata yang tepat untuk mewakili perasaan penyair.
Kumpulan puisi Tak Pernah Pergi adalah sebuah buku yang di dalamnya berisi hasil karya dari beberapa penyair kurang lebih seratus dua puluh dua puisi antara lain. Ganjil, Pagar Sekolah, Toraja, Bantimurung, Goa Pattae, Perbatasan, Sebelum Perjamuan, Dalam Perjamuan, Selepas Jamuan, Ikan Sakti, dan Aku Clurit Laut, Sajak Yang Tak Selesai, Di Depan Stasiun Tanjung Karang, Badarsila, Dina vs Lelaki, Antara Aku dan Bulan, Pangeran Surgai Walennae, Sajak Korek Api, Di Karet, Perempuan Yang Terlambat, Tertusuk Cinta Pada Sebatang Ilalang Kering, Surat Perempuan Kepada Kekasihnya, Negeri Hanyalah, Ranjang Uang, Litani Perjalanan, Keli Mati, Hujan Di Karang, Tepi Sampur, Selalu Kelesakkan Gelombang Mimpi, Tiba-Tiba Kutemukan Mayat Mimpiku Terapung, Bayangan, Kado Buat Masa Kecil, Sebelum Pulang, Santa Rosa 1, Santa Rosa 2, Kematian Ayah, Sejadah Terakhir, Percakapan Rahim 4, Membesuk Ibu Sakit, Dunia Yang Tumbuh, Ketika Senja Hari Menyanggahi Taman Suropati. Si, Ziarah Arus Sajarah, Merisik Senyap, Waktu Mati, Jam Berhenti, Dari Kopra Yang Sama, Stangkai Daun Dalam Surat Cinta, Mawar Laut, Sesudah Pembakaran, Bila Pelayaranku Sampai, Aku Menanam Diri, Santa Anna, Perempuan Pertama Tiba di Bulan, Kunjungan perdana ke Balian, Mencari Wanda di Lorong Kapal Sandar, Malam, Neraka, Perempuan, Ketiadaan, Concierto di Monona, Dalam Rimba Bayang-bayang, Bertutur Ketiak Salju, Di Altar Purbamu 1999, Tentang Kesetiaan, Barebba' Bulukumba1951, Kau Lautan Kata, Dalam Deru Waktu, Pada Suatu Hari Ketika Puisi Pergi, Mesias, Warna Angin, Derita Hujan, 11:37:56 7/08/2002, 10:59:03 7/08/2002, 11:22:46 7/08/2002, Airmata Laut, Arca Seorang Dewi, Ingin Selalu Kujumpai Engkau, Sajak dari Rumah Sakit Jiwa, Bulan Menjaring, Jalan, Museum, Perempuan Indian, Berhati-hatilah, Hai kau para Betina, Berhati-hatilah, Hai kau para Betina, Di Lembang, Tunduk Kehendak, Sajak Terakhir, Sungai, Kenangan pada Stasiun Perjumpaan, Asmarandana, Di bawah Bulan, Jakarta, Balda orang-orang Kalah, Hamzah Fansuri, Sebutir Bintang Yang Mengirim Cahaya, Negeri Mimpi, Akar Mati, Ia Pergi Ke Narramundi, Sungai Mengalir ke Air Mata, Hanya, dan Malam Kian Mendalam.
Dalam pernyataan di atas jelas bahwa pemilihan dan penggunaan kata dalam puisi tidaklah sembarangan. Pemilihan kata dalam puisi disebut "diksi". Pemilihan kata adalah salah satu faktor penting dalam puisi karena dengan diksi atau pilihan kata itu penyair dapat mengekspresikan apa yang ada dalam benaknya. Barfield mengemukakan bahwa, bila kata-kata dipilih dan disusun dengan cara yang sedemikian rupa hingga akhirnya menimbulkan imajinasi estetik maka hasilnya disebut diksi (dalam Pradopo1991 : 45).
Diksi mempunyai peranan penting dalam sebuah puisi, sehingga ada yang menyatakan bahwa diksi merupakan esensi penulisan puisi. Bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai dasar bangunan setiap puisi, sehingga dikatakan pula bahwa diksi merupakan salah satu faktor penentu seberapa jauh seorang penyair mempunyai daya cipta yang asli.
Jika penyair ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya secara padat dan intens, untuk hal ini ia memilih kata yang setepat-tepatnya yang dapat menjelmakan pengalaman jiwanya. Untuk mendapatkan kepadatan dan intensitas serta supaya selaras dengan sarana komunikasi puitis yang lain maka penyair memilih kata-kata dengan secermat-cermatnya (Altenberrd dalam Pradopo, 2005;54). Penyair mempertimbangkan perbedaan arti yang sekecil-kecilnya dengan cermat. Oleh karena itu untuk memahami dan menikmati puisi, penikmat atau pembaca tidak boleh mengabaikan perwujudannya yang penting, seperti perbendaharaan kata, urutan kata dan daya sugesti atau daya magis, karena kata-kata dalam puisi menentukan kualitas sebuah puisi.
1.2.4.     Pembatasan Masalah
Melihat luasnya masalah dalam penelitian ini, maka masalah yang telah dijabarkan di atas tidak akan dibahas keseluruhan. Berhubung peneliti membahas tiga aspek pembentuk diksi maka masalah akan dibatasi pada 8 (delapan) penyair di antaranya : Agus R Saryono, Budy Utami, Dami Ntoda, Dina Otabiani, Edy A Effendy, Mohtar Pabottinggi, Muhammad Subarkah dan Simon Hate. Adapun puisi yang akan diteliti antara : Sebelum Perjamuan, Dalam Perjamuan, Perempuan Terlambat, Surat Perempuan Kepada Kekasihnya, Kalimat, Hujan di Karang, Bayangan, Kado Buat Mas Kecil, Sejadah Terakhir, Percakapan Rahim4, Kenadaan, Tentang Kesetiaan, Warna Angin, Darib Hujan, Sajak Terakhir, Sungai.

1.3.  Tujuan Pembahasan
Diksi ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan deskripsi yang objektif karena masing-masing pengarang berbeda dalam menyampaikan hasil karyanya serta dalam mengaplikasikan ketiga unsur diksi, yaitu perbendaharaan kata, urutan kata dan daya sugesti.

1.4.   Asumsi
Penelitian ini dilandasi oleh sejumlah anggapan dasar sebagai berikut :
1).    Setiap penyair pasti menggunakan diksi dalam mengungkapkan pikiran, gagasan dan ide-idenya.
2).    Kumpulan puisi "Puisi Tak Pernah Pergi" menyajikan diksi yang beranekaragam dan berbeda dengan kumpulan puisi yang lain.



1.5.   Pentingnya Penelitian
Pemilihan ini penting karena hasilnya bermanfaat bagi :
1).    Pengajaran apresiasi sastra khususnya puisi agar lebih baik dan mencapai tujuan.
2).    Penelitian ini bermanfaat untuk mengembangkan wawasan keilmuan yang tidak diperoleh di bangku kuliah.
3).    Pemilihan ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang sesuai dengan permasalahan yang dikaji.

1.6.  Alasan Pemilihan Judul
1).    Alasan Objektif
a.      Kumpulan puisi ini mempunyai keunikan tersendiri tidak seperti kumpulan puisi lainnya.
b.      Unsur-unsur diksi yang ada di dalamnya tidak seperti kumpulan puisi pada biasanya, di sini penuh pemikiran yang sangat padat.
2).    Alasan Subjektif
a.      Menurut peneliti judul ini belum pernah diteliti sebelumnya sehingga peneliti untuk meneliti diksi yang ada di dalam kumpulan puisi ini.
b.      Peneliti ingin menambah pengalaman secara luas tentang diksi.

1.7. Pengertian Istilah Dalam Judul
1).    Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan atau perbuatan dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkara dan sebagainya) (dalam Moeliono, 1990 : 32).
2).    Unsur adalah bagian terkecil dari suatu benda yang sudah tidak dapat dibagi lagi (Moeliono, 1990 : 993).
3).    Diksi adalah pilihan kata yang bermakna tepat dan selaras (cocok penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan pokok pembicaraan, peristiwa dan khalayak pembaca atau pendengar (Moeliono, 1990 : 2005).
4).    Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantera, rima serta penyusunan larik dan bait (Moeliono, 1990 : 107).

1.8.    Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian ini adalah sebuah kumpulan puisi berjudul "Puisi Tak Pernah Pergi" karya beberapa penyair yang diterbitkan oleh penerbit Kompas tahun 2003.

1.9. Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh hasil yang baik maka penulis memberikan kerangka/ komposisi penulisan yang pada dasarnya dibagi menjadi 4 bagian yaitu :
Bab I Pendahuluan yang berfungsi sebagai pengantar yang terdiri dari : latar belakang, permasalahan yang terdiri dari rumusan masalah, penegasan konsep variabel, deskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan pembahasan, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, istilah dalam judul dan sistematika penulisan.
Bab II berupa pembahasan keputusan pada bab ini akan diuraikan tentang diksi.
Bab III berupa metodologi penelitian, pada bab ini akan diuraikan tentang metodologi yang digunakan.
Bab IV berupa analisis terhadap kumpulan puisi yang diteliti yang ditinjau dari segi diksi.
Bab V berupa penutup, bab ini berisi simpulan terhadap hasil analisis kumpulan puisi dan saran serta di bagian akhir dicantumkan daftar pustaka.

SELENGKAPNYA
KLIK DI SINI 
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog