Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

16 Maret 2011

Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengarang Cerita Melalui Kebiasaan Menulis Buku Harian

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

 Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengarang Cerita 
Melalui Kebiasaan Menulis Buku Harian



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Sebagian orang berasumsi bahwa menulis adalah pekerjaan yang tak begitu bermakna, walaupun sampai sekarang tak ada orang yang berani mengatakan menulis tak ada gunanya. Bermula dari pengalaman dan kebiasaan, banyak pengarang atau tokoh-tokoh sastra mulai menulis dari hal-hal yang kecil seperti masalah pribadi, masalah keluarga dan sebagainya. Tetapi setelah penulis paham betul bahwa tulisan itu merupakan rekaman dari sebuah keadaan, peristiwa atau hal yang baru terjadi, barulah ia mulai mengembangkan karyanya yang bersifat umum mencakup luar daerah, fenomena kejadian alam bahkan masalah yang global.
Beberapa tokoh yang terkenal seperti Chairil Anwar, Taufiq Ismail (penulis puisi), Mochtar lubis, dan Buya Hamka, (penulis novel) mereka selalu berlatih menulis berdasarkan pengalaman dengan penuh ketekunan dan kemauan yang keras. Kuatnya kaitan antara keterampilan menulis dengan pengalaman., sehingga ada pendapat yang mengatakan bahwa seseorang bisa mengarang karena terbiasa menulis.
Salah satu bentuk penulisan yang sangat menarik sejak masa dahulu sampai zaman modern ini adalah buku harian yang ditulis oleh seseorang secara pribadi untuk mengabadikan berbagai gagasan, peristiwa, kegiatan, perjumpaan dan aneka pengalaman lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Tulisan pun berkembang menjadi suatu alat bagi pertumbuhan pribadi dan untuk mewujudkan kemampuan kreatif pada diri seseorang. Buku harian merupakan suatu gejala kebudayaan yang meluas terutama di kalangan remaja seperti siswa MTs. Hal itu bukan lagi semata-mata suatu program menulis, namun menjadi suatu sarana psikologis praktis yang memungkinkan seseorang mengungkapkan gejolak jiwanya tanpa batas.
Begitu juga dengan siswa, banyak dari mereka menuliskan permasalahannya ke dalam buku harian. Cerita ini telah mendorong untuk  terampil menulis dan mampu mengarang sebuah cerita. Seorang pengarang wanita terkemuka Maryanne Raphael (dalam buku Gie, 2002:163-164) mengatakan bahwa buku catatan harian membuat seseorang menikmati proses karang mengarang. Ia dapat menjadi senang mengarang. Selain itu hasilnya berupa berbagai catatan yang penting dan menarik akan merupakan suatu sumber daya yang amat berharga dalam aktivitas mengarang selanjutnya. Karena memberikan berbagai ide dari ilham yang dapat menembus kemacetan mengarang.
Biasanya setelah liburan sekolah, guru memberikan tugas mengarang cerita berdasarkan pengalaman ketika masa–masa liburan. Menulis karangan berdasarkan  pengalaman pribadi memang sangat bermanfaat. Manfaat tersebut membuat banyak orang tertarik untuk menguasai keterampilan menulis karangan dengan baik, akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman, maupun referensi tentang keterampilan menulis, ketertarikan tersebut menjadi terpendam. Keterpendaman itu terjadi karena kurangnya kegiatan menulis pengalaman yang pernah dilalui di dalam buku harian.
Mengarang merupakan  kegiatan menulis yang sangat bermanfaat. Namun banyak siswa mengalami kesulitan saat ingin melakukannya. Bahkan siswa yang pandai bercerita secara lisan juga mengalami kesulitan saat ingin menuliskan ceritanya menjadi sebuah karangan, misalnya cerita mini. Hal itu terjadi karena siswa tidak menguasai keterampilan mengarang. Namun masalah seperti itu bisa diatasi dengan selalu berlatih menulis dan menulis. Tema yang diangkat bisa berupa pengalaman atau hal-hal yang penting dalam kehidupan yang menarik. Semua itu dituangkan dalam buku harian. Jika siswa terbiasa menulis, maka siswa dengan sendirinya mampu mengolah kata, menjadikan bahasa yang sangat indah dan tersusun menjadi sebuah cerita mini  yang menarik untuk dibaca.
Berdasarkan pengalaman dan kenyataan ini, maka peneliti tertarik untuk meneliti tentang upaya meningkatkan kemampuan mengarang cerita mini melalui kebiasaan menulis buku harian  siswa kelas VIII SMP.

1.2 Permasalahan
1.2.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut” Bagaimanakah keefektifan upaya meningkatkan kemampuan mengarang cerita mini melalui kebiasaan menulis buku harian siswa Kelas VIII SMP ?

1.2.2 Penegasan Konsep Vareabel
Kajian tentang kemampuan mengarang cerita mini dan kebiasaan menulis buku harian siswa ini, merupakan suatu bentuk penelitian kualitatif berupa penelitian tindakan kelas. Untuk menghindari kesalahan persepsi dan perbedaan pandangan konsep perlu adanya penegasan kosep vareabel sebagai batasan operasionalnya. Penelitian ini terdiri dari dua vareabel, yaitu: vareabel X, kemampuan mengarang cerita mini dan vareabel Y, kebiasaan menulis buku harian.
Upaya meningkatkan kemampuan mengarang cerita mini melalui kebiasaan menulis buku harian merupakan suatu bentuk metode yang diterapkan kepada siswa agar mudah  dalam proses karang mengarang utamanya mengarang cerita mini pada Siswa Kelas VIII SMP..

1.2.3 Deskripsi Masalah
Karangan Narasi yaitu karangan yang berisi cerita yang dipaparkan berdasarkan plot atau alur yang mempunyai tiga unsur yaitu kejadian, tokoh dan konflik(Effendy, 2007:15).Salah satu contoh bentuk karangan narasi adalah cerpen dan novel.
1. cerpen adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan prosa pendek.
Cerpen di bagi menjadi tiga bagian yaitu:
a.     Cerita Pendek (short story)
b.     Cerita pendek yang pendek (short, short story)
c.      Cerita pendek yang sangat pendek (very short-short story) yang lazim di sebut ceita mini.
2.     Novel adalah bentuk karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai- nilai budaya, social, moral, dan pendidikan
Sedangkan buku harian mempunyai dua kategori yaitu:
1.     Buku Harian Bersifat Personal
Buku harian ini bersifat individu. Buku harian jenis ini dibuat, dibaca dan dimanfaatkan oleh individu. Isinya berkaitan dengan masalah-masalah pribadi.
2.     Buku Harian Bersifat Umum
Buku harian ini menjadi milik suatu lembaga. Buku harian ini dibuat, dibaca dan dimanfaatkan atas nama lembaga.

1.2.4 Pembatasan Masalah
Karena meluasnya permasalahan dalam judul, maka penulis membatasi masalah pada karangan jenis narasi berupa Cerita pendek yang sangat pendek (very short-short story) yang lazim di sebut ceita mini tipe pertama yaitu berdasarkan pengalaman pribadi  melalui metode buku harian yang bersifat individu yang dikarang oleh siswa kelas VIII SMP

1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan di atas, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi objektif tentang: upaya meningkatkan kemampuan mengarang cerita mini melalui kebiasaan menulis buku harian siswa Kelas VIII SMP
1.4 Postulat
Arikunto (2006:65) menyatakan bahwa postulat merupakan landasan teori di dalam pelaporan hasil penelitian. Sedangkan Surahmad dalam buku yang sama mendefinisikan bahwa postulat adalah sebuah titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh peneliti. Dalam penelitian ini yang dimaksud postulat adalah suatu hal yang diyakini kebenarannya tanpa perlu pembuktian sebelumnya, sehingga mendukung hasil dalam sebuah penelitian.
Fungsi postulat menurut Arikunto (2006:65) adalah:
a.     Agar ada dasar berpijak yang kokoh bagi masalah yang sedang diteliti.
b.     Untuk mempertegas varieabel yang menjadi pusat perhatian
c.      Guna menentukan dan merumuskan hipotesis
Berdasarkan hal di atas, penelitian ini didasarkan pada sejumlah asumsi sebagai berikut:
1.     Bahwa Siswa Kelas VIII telah diajari tentang menulis buku harian dan mengarang dan sudah terbiasa menulis buku harian..
2.     dengan membiasakan menulis buku harian, maka dengan sedirinya siswa bisa mengarang salah satunya cerita mini. Karena dengan terbiasa menulis maka akan mampu mengarang cerita mini. Tema dalam cerita mini kebanyakan mengangkat dari kehidupan pribadi sang pengarang.

1.5 Pentingnya Penelitian
Penelitian ini penting karena akan berguna bagi:
1.     Siswa sebagai acuan  dalam menulis serta menambah wawasan tentang kegiatan mengarang utamanya cerita mini.
2.     Bagi guru pengajar bahasa Indonesia, penelitian ini dapat dijadikan bekal dalam menambah pengetahuan wawasan yang jernih tentang kegiatan menulis untuk di ajarkan kepada peserta didiknya.
3.     Peneliti lain, sebagai bahan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut yang berkenaan dengan permasalahan yang sedang dikaji.

1.6 Alasan Pemilihan Judul.
1. Alasan objektif
a.     Menulis buku harian dan dikembangkan menjadi karangan cerita mini pada Siswa Kelas VIII  SMP  mempunyai daya tarik tersendiri ditinjau dari penyusunannya, sehingga sangat menarik untuk diteliti.
b.     Kegiatan menulis buku harian dan mengarang cerita mini Siswa kelas VIII SMP merupakan kajian tentang kebahasaan yang dipandang peneliti perlu diangkat  untuk nilai tambah bagi pembaca sebagai bahan pengetahuan.
2. Alasan Subjektif
a.     Peneliti ingin mengembangkan pemikiran dan pengalaman mengenai masalah yang berkaitan dengan kegiatan menulis, terutama karang mengarang siswa.

1.7 Batasan Istilah dalam Judul
Untuk menghindari adanya kesalah pahaman terhadap konsep dan istilah yang terdapat dalam judul, maka peneliti memberikan pengertian yaitu:
1.     Upaya adalah usaha atau cara yang dilakukan untuk mendapatkan sesuatu(Yasin, 1995:237).
2.     Mengarang adalah.segenap rangkaian kegiatan seseorang mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada masyarakat pembaca untuk di pahami (Gie, 2002:3).
3.     Cerita mini adalah salah satu ragam fiksi atau cerita rekaan yang sering disebut kisahan  prosa  yang lebih pendek dari pada cerpen. (Muryanto, 2007:4).
4.     Buku harian adalah catatan penting tentang pengalaman, pemikiran dan perasaan yang ditulis setiap hari oleh seseorang. (Gie, 2002:161).

1.8 Ruang Lingkup Penelitian
1.  Ruang Lingkup Area
Ruang lingkup Area/ Wilayah dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII SMP
2.  Ruang Lingkup Waktu
Ruang lingkup waktu dalam penelitian dilaksanakan selama dua bulan minggu pertama bulan  ….

1.9           Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh pembahasan yang sistematis, maka komposisi skripsi ini ditulis menjadi enam bagian, yaitu : pendahuluan, kajian pustaka, metodelogi penelitian, laporan emperis, analisis data dan penutup.
              Bab I Pendahuluan yang brfungsi sebagai pengantar, maka pada bagian ini disajikan tentang latar belakang masalah, permasalahan yang terdiri dari rumusan masalah, penegasan konsep vareabel, diskripsi masalah, dan batasan masalah, tujuan penelitian, asumsi, alasan pemilihan judul, pentingnya penelitian, batasan istilah dalam judul, ruang lingkup penelitian dan sistematika penulisan. Melalui bab I ini diharapkan memperoleh gambaran sekilas tentang sikripsi yang sebenarnya.
Bab II Kajian Pustaka yang berfungsi sebagai landasan teori dalam upaya mendeskripsikan secara objektif tujuan yang ingin dicapai.
Bab III Metodologi Penelitian, yang berfungsi untuk menguraikan teknik analisis data.
Bab IV menguraikan kegiatan yang dilakukan selama penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan yaitu: 1) Tahap persiapan, 2) Tahap Pelaksanaan, dan 3) Tahap Penyelesaian. Melalui bab ini akan diperoleh gambaran jalannya penelitian.
Bab V Merupakan uraian analisis data yang membicarakan langkah- langkah analisis data melalui table penjaring data untuk mengetahui bentuk- bentuk kesalahan dan cara pembetulannya.
Bab VI Penutup yang berisi kesimpulan dan saran sebagai hasil dan manfaat yang dapat dipetik dari keseluruhan penelitian. Pada bagian akhir laporan ini dicantumkan juga daftar pustaka dan lampiran.
Download Selengkapnya
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog