Facebook Twitter Digg
Feed Contoh Skripsi

17 Maret 2011

Kemampuan Memahami Kalimat Bahasa Indonesia Siswa Kelas 1 SMP

Bagikan ke Teman

Apakah Artikel ini bermanfaat?

RANCANGAN PENELITIAN

KEMAMPUAN MEMAHAMI KALIMAT BAHASA INDONESIA
SISWA KELAS 1 SMP



I.       PENDAHULUAN
1.1.   Latar Belakang
Bahasa merupakan suatu sistem lambing bunyi yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri    (Chaer, 1988 : 1).  Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi tersebut diwujudkan dalam bentuk kalimat. Kalimat adalah kenyataaan bahasa yang diketahui oleh setiap orang.
Mengingat pentingnya kalimat dalam komunikasi, sehingga masalah kalimat mendapat perhatian lebih dalam pengajaran bahasa Indonesia. Dilihat dari segi struktur, kalimat terdiri atas beberapa unsur yang membangun sebuah kalimat yang lazim disebut subyek, predikat, obyek, dan keterangan. Kelima unsur tersebut tidak selalu terdapat dalam satu kalimat (Ramelan, 1981:79).
Dari sekian banyak batasan kalimat yang telah dikemukakan oleh para ahli. Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif dapat berdiri sendiri, yang mempunyai pola intonasi akhir dan yang terdiri dari klausa (Elson dalam Tarigan, 1984:8). Untuk itulah pengajaran bahasa merupakan kunci pokok bagi segalah pendidikan di Indonesia.
Banyak ahli yang telah mengemukakan pendapat mengenai pengertian atau batasan kalimat. Dari sekian banyak batasan kalimat yang telah dikemukakan oleh para ahli. Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif dapat berdiri sendiri, yang mempunyai pola intonasi akhir dan yang terdiri dari klausa (Elson dalam Tarigan, 1984:8). Demikian menurut batasan di atas ada empat cirri utama kalimat, yaitu : (a) satuan bahasa, (b) secara relatif dapat berdiri sendiri, (c) mempunyai pola intonasi akhir, dan (d) terdiri dari klausa.
Mengingat pentingnya kalimat untuk keperluan ujaran seseorang dan pentingnya kalimat dalam komunikasi antar manusia maka masalah kalimat mendapat perhatian yang cukup mendalam dalam dunia pendidikan. Pengjaran bahasa merupakan kunci pokok bagi segalah pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu pengajaran bahasa pada dunia pendidikan modern adalah untuk mendorong kemajuan individu dan masyarakat juga membantu individu untuk hidup lebih baik di masyarakat.
Melalui pengajaran bahasa di sekolah-sekolah muri-murid didorong menumbuhkan kemampuan berkomunikasi untuk belajar hidup bermasyarakat dan untuk menjadi warga negara yang berguna, sehubungan dengan kehidupan yang demokrasi pengajaran bahasa membantu tumbuhnya kemampuan murid-murid menghargai dan bekerja sama dengan orang lain dalam memecahkan berbagai persoalan.
Bahasa Indonesia mulsi diajarkan sejak kelas satu Sekolah Dasar dan langsung samai Perguruan Tinggi. Melalui bahasa Indonesia sebagai pengantar dan sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah bahasa standar itu dapat diharapkan tumbuh dengan baik.
Sesuai dengan fungsi bahasa dalam masyarakat bahasa Indonesia diajarkan di sekolah-sekolah mempunyaai tujuan (1) mendorong pertumbuhan dan perkembangan kemahiran murid menggunakan bahasa Indonesia dengan baaik, sehingga bahasa Indonesiaa berfungsi sebagai alat berfikir, berkomunikasi dan bermasyarakat, (2) mendorong pertumbuhan dan perkembangan murid menggunakan bahasa Indonesia, mampu berfikir kritis dalam hal mengenal hubungan fakta, peristiwa dan mampu mengklasifikasikannya, (3) menumbuhkan dan mengembangkan pada murid-murid sebagai aspek keterampilan berbahasa Indonesia melalui mendengar, membaca, berbicara, menulis, dan mampu mengemukakan perasaan dan pendapat kepada orang lain, (4) menumbuhkan dan mengembangkan pengetahuan murid tentang pengertian bahasa Indonesia yang meliputi tata bunyi, tata kalimat, tata kata, kosa kata, ungkapan, pola kalimat, (5) memperkenalkan kepada murid hasil sastra Indonesia sehingga dapat dikembangkan pengetahuan dan tentang gagasan dan tingkah laku manusia, nilai-nilai budaya dan peradapan bangsa, (6) merangsang tumbuhnya perhatian murid terhadap bahasa dan memperluas wawasannya tentang perkembangan, fungsi, kekuataan dan arti bahasa sebagai alur dalam belajar dan berkomunikasi, (7) membantu murid menemukan keseimbangan dan kepuasan diri melalui penggunaan bahasa dalam berbagai situasi, (8) membantu murid mengambangkan ukuran nilai-nilai, pertimbangan yang baik dan bertanggungjawab moral dalam menggunakan bahasa baik lisan maupun tulisan.
Dengan uraian diatas, maksud penelitian tentang kalimat bahasa Indonesia, kaitannya dengan pengajaran bahsa Indonesia. Khususnya sintaksis. Oleh karena itu kegiatan memahami kalimat bahasa Indonesia, khususnya kalimat tunggal, turunan, dan rapatan dapat memberikan manfaat, baik untuk meningkatkan proses belajar mengajar bahasa Indonesia, maupun yang lain.
Disamping itu peneliti mengangkat topik tersebut, karena menurut pengamatan peneliti belum pernah dilakukan penelitian tentang kalimat bahasa Indonesia terutama di , .

1.2.      Masalah Penelitian
1.2.1.   Jangkauan Penelitian
permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini mencakup hal-hal sebagai berikut ini.
a.  Kalimat berdasarkan struktur internal klausa utama yang terdiri atas :
1)      Kalimat sempurna, dan
2)      Kalimat tak sempurna
b.   Kalimat berdasarkan jenis responsi dibedakan menjadi :
1)      Kalimat pertanyaan,
2)      Kalimat pernyataan, dan
3)      Kalimat perintah.
c.   Kalimat berdasarkan jumlah dan jenis klausa pada dasar yang terdiri atas :
1)      Kalimat tunggal,
2)      Kalimat majemuk, dan
3)      Kalimat bersusun.
d.   Kalimat berdasarkan sifat hubungan aktor dan saksi yang terdiri atas :
1)      Kalimat aktif
2)      Kalimat pasif,
3)      Kalimat medial, dan
4)      Kalimat resprokal.
e.   Kalimat berdasarkan ada dan tidaknya unsur negatif pada frase verbal utama yang terdiri atas :
1)      Kalimat afirmatif, dan
2)   Kalimat negatif.
f.    Kalimat berdasarkan kesederhanaan dan kelengkapan dasar yang terdiri atas :
1)      Kalimat formata, dan
2)   Kalimat transformata.
g.   Kalimat berdasarkan posisi dalam percakapan yang terdiri atas :
1)      Kalimat situasi,
2)      Kalimat urutan, dan
3)   Kalimat jawaban.
h.   Kalimat berdasarkan konteks dan jawaban yang terdiri atas :
1)      Kalimat salam,
2)      Kalimat seruan,
3)      Kalimat panggilan,
4)      Kalimat pertanyaan,
5)      Kalimat permohonan, dan
6)      Kalimat pertanyaan.

1.2.2.   Pembatasan Masalah
Mengingat permasalahan dalam penelitian ini memiliki ruang lingkup yang cukup luas, maka perlu adanya pembatasan masalah, di samping karena terbatasnya kemampuan peneliti, terutama yang berhubungan dengan kalimat bahasa Indonesia. Adapun masalah dalam penelitian ini dibatasi pada hal-hal sebagai berikut ini.
1)      Kalimat tunggal,
2)      Kalimat rapatan, dan
3)      Kalimat turunan.

1.2.3.   Rumusan Masalah
Sesuai dengan pembatasan masalah yang terutama dalam butir 1.2.2. di atas, penelitian ini dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut  :
1)   Bagaimana kemampuan memahami kalimat tunggal siswa kelas 1 ,  tahun pelajaran 2004/2005 ?
2)   Bagaimana kemampuan memahami kalimat rapatan siswa kelas 1 ,  tahun pelajaran 2004/2005 ?
3)      Bagaimana kemampuan memahami kalimat rapatan siswa kelas 1 ,  tahun pelajaran 2004/2005 ?
4)      Kalimat turunan.

1.3.      Tujuan Penelitian
1.3.1.   Tujuan Umum
Secara umum, Tujuan penelitian ini tidak lain untuk mendapatkan gambaran secara obyektif tentang kemampuan memahami kalimat bahasa Indonesia siswaa kelas 1 ,  tahun Pelajaran 2004/2005.

1.3.2.   Tujuan Khusus
Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1)      Mendapatkan gambaran secara obyektif tentang kemampuan memahami kalimat tunggal siswa kelas 1 ,  ;
2)      Mendapatkan gambaran secara obyektif tentang kemampuan memahami kalimat rapatan siswa kelas 1 ,  ;
3)      Mendapatkan gambaran secara obyektif tentang kemampuan memahami kalimat turunan siswa kelas 1 , .

1.4.   Hasil yang Diharapkan
Penelitian ini diharapkan menghasilkan laporan penelitian yang berupa deskripsi tentang (1) kemampuan memahami kalimat tunggal, (2) kemampuan memahami kalimat rapatan, (3) kemampuan memahami kalimat turunan.

1.5.   Asumsi
Penelitian ini dilandasi oleh sejumlah asumsi seperti berikut ini :
1)      Siswa kelas 1 , , telah memiliki pengetahuan dan pengalaman belajar mengenai kalimat bahasa Indonesia.
2)      Siswa kelas 1 , , tahun pelajaran 2004/2005 memiliki sifat homogen, karena (a) kurikulum yang digunakan sama, (b) buku acuan yang digunakan sama, (c) jumlah jam setiap minggu sama, (d) guru yang mengajar sama.
3)      Kemampuan memahami kalimat bahasa Indonesia dapat diukur dengan tes.

1.6.   Penegasan Istilah
Untuk menghindari salah pengertian perlu adanya penegasan istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini.
1)      Kemampuan Memahami
         Kemampuan berarti kesanggupan memahami atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan daya intelektual.
         Memahami, adalah hasil proses berfikir yang dilakukan seseorang secara aktif untuk mendapatkan suatu pengertian.
2)      Kalimat.
         Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif dapat berdiri sendiri, yang mempunyai pola intonasi akhir dan yang terdiri dari klausa (Elson dalam Tarigan, 1984:8).

SELENGKAPNYA
Dengan memasukkan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Judul Skripsi - Kumpulan Contoh Skripsi dan Makalah Pendidikan Bahasa Indonesia di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Blogger Template | Modified by Cara Membuat Blog